Rumah Nomor Empat Puluh Lima
Aku pernah bilang bahwa aku adalah perempuan yang tidak pandai bergaul, perempuan yang sering menyendiri. Sekarang aku bukan perempuan penyendiri lagi, sahabat lelakiku menyelamatkanku dari kesendirian itu. Aku diajak bermain ke dunianya, lalu kenal dengan beberapa temannya. Sejak saat itu kami mulai bermain bersama setiap harinya, berkumpul dan duduk di beranda rumah bernomor empat puluh lima.
Merasa nyaman dan bahagia hidup dilingkaran pertemanan yang belum pernah kurasakan sebelumnya. Berteman dengan laki-laki yang berbeda-beda sifatnya, tidak butuh waktu lama untuk beradaptasi dengan mereka. Dari semua teman laki-lakiku, aku-lah yang paling diam, diam karena belum leluasa untuk membuka suara, diam karena terkadang aku tidak mengerti obrolan mereka. Aku harap kita tetap berkawan sampai kapanpun. Aku masih ingin mendengar obrolan yang tidak aku mengerti, aku masih ingin bermain UNO setiap hari, aku masih ingin tertawa sampai pagi, berbagi tawa karena kita bisa bercanda dengan leluasa, menenangkan dan menyenangkan hati, saling menopang, menuruti dan mengiyakan semua keputusan.
Aku beruntung memiliki mereka, mereka yang bisa kutelpon kapan saja, mereka yang dengan mudahnya membuatku tertawa, mereka yang bisa membuatku percaya, mereka yang secara tidak langsung memberiku motivasi. Mereka-lah kawanku, aku tidak akan sekuat ini tanpa mereka.
Mereka yang sudah aku anggap sebagai keluarga, hampir setiap hari bertemu, dan rindu jika tidak bersama mereka. Aku punya cara sendiri untuk menyampaikan rasa sayang karena aku tidak pandai mengekspresikannya. Mari menjadi dewasa bersama, sampai masing-masing memiliki keluarga.
Di rumah bernomor empat puluh lima ini, aku diselamatkan dari sepi. Terimakasih. Terimakasih sudah menerima dan menyambutku sebagai kawanmu, terimakasih sudah mengisi dan mengobati, terimakasih sudah membantu tanpa pamrih. Harapku, selamanya seperti ini.
Kenapa aku selalu melontarkan kalimat "Aku beruntung memiliki mereka", yakarena memang begitu adanya. In fact, our friendship might be one of the best things that ever happened my life, and I would be forever grateful for it.