Aku takut untuk menangis.
Yah, aku bersyukur kita masih bisa ngobrol. Walau lewat video call dimana aku malu² bertatap muka di layar gawai denganmu. Karena aku menahan air mata mengalir.
Aku bersyukur masih bisa berkeluh kesah denganmu. Walau aku tau, rasa letih itu ada. Namun, ayah terus berusaha menenangkan ku walau hanya membalas "iya", "sabar ya nak", jujur, aku menitihkan air mata.
Ketika ku memberikan sebuah lagu berjudul "hanya rindu-andmesh", ayah mengirimkan ku pernyataan maaf. Sekian kalinya aku menitihkan air mata.
Lagu itu memang sangat mengekspresikan kerinduan kepadanya.
Aku tak bermaksud ingin membuat ayah menangis. Namun diri ini, tidak berani berucap, jika aku rindu ayah. Karena jika kuucap langsung, aku menangis lagi. Pasti.
Lewat gawai saja aku menangis. Apalagi jika ayah pulang ke rumah, jujur aku menahan tangis. Aku tak seaktif , tak secerewet kita chat di WhatsApp. Karena aku takut aku menangis.
Ayah...
Stay terus yah. Jadilah mood Buster ku setiap saat.
Aku ingin melihat ayah 'online' terus.
Keep in touch yah yah
Maaf jika anak gadismu ini sering melukai hatimu.
Sering membuatmu letih.
Tak tau diri jika ayahnya capek berkerja.
Banyak menuntut biaya² yang terkadang diluar jangkauan ayah.
Namun, percayalah ayah. Aku disini mengerti dirimu.
Ayah adalah laki² terhebat.
Sering-sering pulang kesini yah yah.
:))))).
©Na. (In Cryable moment)



















