seperti pedagang yang senantiasa
menerima segala jenis pelanggan.
kehati-hatianmu yang hangat.
tapi mengapa ada rancu yang buat terkulai?
Lada dan Aren adalah handai
satu sama lain tak memiliki perasaan, seharusnya
padahal bila disatukan enak-enak saja.
Aren ajarkan Lada bagaimana tuk bersikap manis
setahunya Lada kerap membengis
pada lidah mewah kepunyaan borjuis.
Lada dan Aren adalah handai
kebaikan Aren buat hati Lada begitu permai
bengis menghangat siapa saja yang pandai
mengolah dengan perlakuan yang cindai.
Lada perlahan mencintai Aren
yang manis rasanya walau gelap ranumnya
bolehkah begitu? padahal mereka itu handai
cerita cinta masing-masingnya tak kunjung usai
tapi Lada malah menggerai
perasaan yang tak pernah ingin ia mulai.
Akulah Lada, yang lupa akan sejatinya
digantung dan kadang dilupa
sedang Aren selalu menjadi bumbu utama
pelanggan banyak yang suka dengan manisnya.
Akulah Lada, aku ini apalah.
Aku dan Aren hanyalah handai
jadi tak perlu lagi mengandai-andai.