kita adalah manusia, yang seharusnya bisa memanusiakan manusia.
tapi, kenapa masih banyak yang tidak?
@naadep

seen from South Korea

seen from Japan
seen from South Korea

seen from United States

seen from Russia
seen from United Kingdom
seen from Australia
seen from Australia
seen from Georgia
seen from United States
seen from United States
seen from Georgia
seen from China
seen from Japan
seen from Malaysia

seen from Russia

seen from Palestinian Territories

seen from Georgia

seen from India
seen from United States
kita adalah manusia, yang seharusnya bisa memanusiakan manusia.
tapi, kenapa masih banyak yang tidak?
@naadep
"Saya tidak peduli. Saya tidak mau tahu. Saya tahu kamu hanya beralasan."
Itu kutipan dari perkataan ibu guru matematika hari ini.
Ibu, saya beralasan belum tentu saya bohong. Ibu, kenapa ibu tidak peduli disaat seharusnya guru peduli pada muridnya? Ibu, setiap orang punya masalahnya masing-masing, cobalah untuk mengerti.
Ibu, jangan tidak mau tahu. Dunia ini bukan dilihat dari sudut pandang ibu saja. Jika tidak tahu, maka bertanya, bu. Jangan seolah-olah mengerti semua masalah muridmu, bu. Jangan seolah-olah ibu tahu isi hati muridmu, bu. Ibu bukan Tuhan.
Ibu, saya sedari kecil diajarkan peduli dan pengertian atas masalah yang dihadapi orang lain, saya yakin ibu juga. Jadi ibu, saya mohon, mulailah untuk peduli dan pengertian atas masalah orang lain. Dunia ini bukan hanya tentang ibu saja.
tertanda,
@naadep
kadang, kita cuma butuh sambat.
—pada Allah.
@naadep , yang sudah sambat lima kali hari ini.
resolusi 2019:
tidak mencarimu saat kamu tiba-tiba menjauh.
[ oleh @naadep ]
teruntuk kamu, yang ku-semogakan.
jangan menunggu. mari saling memperbaiki diri. lalu mari bertemu di masa yang akan datang. kamu sebagai pemilik tulang rusuk yang patah. dan aku sebagai patahan tulang rusukmu.
tertanda,
aku yang masih mendoakan "kita".
[ oleh @naadep ]
kamu datang, hanya untuk mematahkan.
—@naadep , di penghujung 2018.
kamu selalu bercanda jika kamu tidak akan memilihku, bagaimanapun situasinya. aku tahu, aku tidak se-istimewa itu. tapi jangan sefrontal itu juga. ati dd sakit bwang:(
[ 00.32 - @naadep ]
"nggak pernah baca tulisanmu di snapgram. pasti langsung skip." katamu.
agak menyakitkan sebenarnya. karena kamu adalah alasan dibalik tulisanku. tapi ya sudahlah, toh memang tidak pernah ada aku dihatimu.
[ oleh @naadep ]