When you unexpectedly meet your childhood friends, the people full of memories, at the place full of memories and the memories and sees a lot of change but the memories still there.
seen from Spain
seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States
seen from Malaysia
seen from Spain

seen from Portugal

seen from Norway

seen from United States
seen from South Africa
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from France
seen from Netherlands
seen from China

seen from Nigeria
seen from Nigeria

seen from Netherlands
When you unexpectedly meet your childhood friends, the people full of memories, at the place full of memories and the memories and sees a lot of change but the memories still there.
Teman Lama
Waktu-waktu berharga terlewati. Momen-momen penuh pergulatan telah terlewati. Sebagian. Karena selalu ada hal lain yang menunggu untuk dituntaskan. Bagi dia yang menyukai kata; suara, makna, celoteh, sangat diperhatikannya. Pembicaraan teman-temannya, pilihan kata yang mereka gunakan dan banyak hal lainnya begitu mempengaruhi dirinya.
Dia tahu persis mana yang benar-benar menyayanginya dan mana…
View On WordPress
They’re Back !
Satu per satu orang-orang di masa lalu muncul. Menghubungiku. Ada yang sekedar basa basi. Ada yang meminta nomor, karena habis ganti hp bahkan ada yang ke-reset memori hpnya. Ada yang tetep kekeuh ngejar2, meski jawabannya tetap TIDAK (hah kepala batu !) Ada yang kangen pengen curhat Ada yang hmm pengen datang ke wisudaku Ada yang pamer dirinya masuk koran (kenapa aku harus tau, menyebalkan) Ada yang sengaja hubungi buat menjodohkan aku dengan saudaranya Ada lagi yang hubungi cuma minta CP organisasi Hah.... Satu pergi, mulailah berdatangan orang-orang ini di sekitarku. Mati satu tumbuh seribu memang benar adanya. Mungkin Allah sengaja kirim mereka untuk menghiburku yang sedang berusaha mengubur ingatan tentang seseorang yang sengaja kutinggalkan. Well... welcome to my life guys. Kisah gadis biasa yang hampir menyerah karena kebodohannya sendiri.
Alasan
Pagi menjelang siang ini, aku berbincang dengan teman lama lewat WhatsApp. Entah bagaimana ceritanya, pembicaraan kami mengarah ke soal pernikahan. Ia perempuan yang sudah menikah dan memiliki gadis kecil yang manis. Sempat kuutarakan padanya soal ketakutanku menikah.
Ia bercerita bagaimana pengalamannya bertemu dengan suaminya kini. Sebelum dipertemukan, ia mendengar ceramah dari seorang ustadz. Begini:
Kalau kalian, para jomblo ini, memutuskan menunda menikah hanya karena ✅ Nunggu si ikhwan lulus kuliah. ✅ Nunggu dapat kerjaan tetap (si calon mempelai lelaki). ✅ Dan nunggu-nunggu yang lain.
Berarti kalian menikah bukan karena Allah, tapi ya menikahnya karena si ikhwan tadi (wes kadung kepincut, dll).
Lalu aku lama tak membalas. Membaca pesan itu berulang-ulang. Speechless.
Satu suara dalam hatiku membenarkan hal tersebut. Ya, selama ini setiap kali aku berniat menikah, alasan karena Allah adalah alasan ke sekian. Dan aku merasa buruk. Buruuuk sekali.
Suara yang lain mengatakan aku memang belum siap menikah. Aku tak siap dengan pernikahan. Itu sebab terbesar aku belum menikah hingga kini, karena aku tak siap menikah.
Pras, bila kukatakan aku ingin menikah dan tak menunda-nunda, maukah kau menikahiku?
Kepadamu
Aku meminta untuk temu. Dengan cara indahNya. Di dunia yang sempit ini.
Aku meminta untuk temu. Aku menunggu untuk tertawa selepas itu. Aku ingin berbagi senyum dan keimutanku–katamu.
Aku meminta untuk temu. Akan aku bangun dialog yang lebih lama lagi. Yang lebih asyik lagi. Tanpa gengsi. Tanpa sesuatu yang bukan aku.
Aku meminta untuk temu. Memastikan apakah ada hal lain yang akan kupanjatkan setelah kedua kalinya.
Aku meminta untuk temu. Apakah aku telah menjadi salah satu dari bagian yang mengharapkan temu denganmu? Tidak masalah. Kamu menyenangkan. Kamu menenangkan.
Aku meminta untuk temu. Siapa aku? Aku juga sedang entah, aku yakin kau tahu. Mungkin. Aku hanya sepotong episode 9.5 jam mu pada suatu selasa malam hingga rabu pagi. Aku hanya perempuan-yang-baik (-katamu) yang terpesona pada ekstrovertmu.
Aku meminta untuk temu. Perempuan yang baru sekali bertemu yang terasa seperti bertemu dengan teman lama. Aku mengaku sekarang.
Aku meminta untuk temu. Toh kamu juga sudah tahu, aku bukan perempuan yang anggun. Aku harap percakapan kemarin bukanlah sebuah kebohongan. Aku terlalu polos hingga sulit membedakan kamu.
Aku meminta untuk temu. Padamu. Teman dalam perjalananku.
Yang ingin ditemukan, 11082015
P.s 15% fiksi
A Letter for A Friend
Sayangnya, ada beberapa orang baik yang kita lewatkan.
.
Sebuah Kisah Dari Kata "Pernah"
Kita ini apa? Teman bukan, musuh pun bukan. Aku mengenalmu, kau mengenalku. Kita tak biasa, masa lalu kita indah dimataku. Ingatkah kau bahwa kita pernah bersama? Ingatkah kau bahwa dulu kita pernah akrab? Sangat akrab. Ya. Sekarang, sadarkah kau bahwa kita sudah tak saling tegur? Bahwa kita sudah tak saling berbagi senyum? Teman… Aku rindu ketika kita bercerita hingga senja hampir tiba. Aku rindu. Aku rindu gelak tawa yang kita ciptakan berdua. Aku rindu ketika kita masih bisa saling memotret diri kita. Aku rindu ketika kita masih bisa berpose berdua didepan kamera. Kau tahu teman, aku memang tak mahir dalam merangkai kata. Maaf jika tulisanku ini membosankan. Aku hanya mencoba mengabadikan kebersamaan kita yang dulu pernah ada. Agar tua nanti aku bisa ingat bahwa dulu aku pernah memiliki seorang teman seperti dirimu. Teman yang selalu setia dalam suka maupun duka. Teman yang membawa diriku menuju perubahan yang lebih baik. Teman yang secara tidak langsung mengajariku untuk tidak cepat menyerah melalui lomba-lomba yang kita ikuti bersama. Jujur saja, ada saat dimana aku berharap aku bisa kembali ke masa-masa itu. Terkadang rinduku akan hadirmu dalam hari-hariku begitu menggebu. Aku tahu itu tak akan mungkin terjadi, dan membayangkannya hanya membuat hatiku pedih bagai tergores sembilu. Ah sudahlah… Aku memang bodoh karena telah merindukan orang yang belum tentu merindukanku. Aku tak lebih dari seorang wanita cengeng yang terlalu mendewakan ego dan perasaan. Jika aku bisa mencegah, tak akan kubiarkan perpisahan ini terjadi. Dua tahun terlalu singkat bagiku, yang aku inginkan adalah selamanya. Ya, selamanya begitu. Namun pada akhirnya, perpisahan ini bisa membuat mata kita -mungkin hanya mataku- bisa segar lewat air mata, hati menjadi peka lewat gelombang besar yang menerpa dan menumbuhkan cinta yang lebih lewat orang yang menyentuh hidup kita. Maka biarkanlah aku luluh dalam lautan urusan yang tak tahu kapan akan berlabuh. Bagaikan kembang api yang meluncur merobek angin buncah, meledak pada waktunya, seindah malam ini. Seindah skenario sempurna-Nya hingga waktunya tiba. Ketahuilah teman bahwa aku akan selalu ada. Karena kita sama-sama mengerti bahwa seindah apapun huruf terukir, dapatkah ia bermakna apabila tak ada jeda? Dapatkah ia dimengerti jika tak ada spasi? Bukankah kita baru bisa bergerak jika ada jarak? Dan bukankah kita baru bisa menyayang bila ada ruang?
[LIFE TIPS] : Tips Cara Menjaga Hubungan Baik Dengan Teman Lama
[LIFE TIPS] : Tips Cara Menjaga Hubungan Baik Dengan Teman Lama
mbojosouvenir.net– Kita semua tentu punya teman yang beragam dengan berbagai macam karakter dan kekhasan, terbukti bahwa karakter kita juga dibentuk dari teman terdekat kita. Kita bisa mendapat teman dari mana saja dan dengan cara apa saja. Kita mengawali pembicaraan disuatu Cafe ataupun diperpustakaan juga bisa menciptakan suatu pertemanan. Begitulah kita, makhluk social yang terus berinteraksi…
View On WordPress