Semakin dipikirkan, tetap saja tidak ada kata yang bisa mewakilinya
Gemuruh yang terasa menyentuh
Semakin kita menyadarinya, ia semakin lembut
Pancaran yang katanya menyilaukan, terasa begitu hangat
Apakah selama ini kalian para indra telah berhianat?
Kalian kemanakan kepekaan yang selama ini selalu kuimpikan
Semakin kupikirkan, entah kenapa perkataan kasar itu begitu menggetarkan
Seperti rasa yang tak tersampaikan, seperti noda yang tak pernah disadari selalu ada menemani
Kemana emosi ini selalu bersembunyi?
Mengapa tak ingin mencoba untuk paham, bahwa itu kepedulian
Tidak! Tentu saja tidak seperti itu
Itu hanya panggung agar terlihat lebih baik dari yang lainnya
Hujan tak pernah membawa satu kabar saja
Selalu ada sisi lain yang menyakitkan
Mengalirlah, temukan celah tersebut
Di tempat itu, dititik terendah, merupakan ujung dari segala arah
Temui dirimu yang tak memiliki kesemua indra ini
Hembuskan dengan perlahan, luka itu mungkin mengering
Percayalah, meskipun sulit
Tidak ada yang bisa mengobatinya selain kau seorang
Yah, tentu saja hal itu juga diperlukan
Ia benar benar selalu ada
Kepatuhan memang sangatlah sulit
Meski begitu nyata, tetap saja sulit
Menyakitkan, apakah kita terkunci?
Apakah semua keindahan ini berniat buruk?
Ataukah ini kutukan, untuk selalu berkata sulit? Untuk selalu mencari pembenaran?
Tolong katakan perlahan saja
Pelangi saja begitu menyukai keheningan
Katakanlah ini akan berakhir
Makhluk lainnya mulai berkicau
Akal ini masih saja mengacau
Meski terik enggan berlalu
Dengan berat hati daun lainnya berguguran
Bertahanlah, terus bertumbuh
Seperti seharusnya? bebas untuk menanggung?
Tidak! Tetap saja tak ada kata yang bisa mewakilinya.