—tentang Februari ku yang tak bersuara
ini masih dengan cinta mu, juga harapan itu, dan aku kalah.

seen from Nepal
seen from Malaysia

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from India
seen from South Korea
seen from United States

seen from Malaysia
seen from United Kingdom

seen from Malaysia
seen from Finland

seen from Türkiye
seen from Italy
seen from United States
seen from China

seen from Brazil

seen from United States
seen from Hong Kong SAR China
seen from Malaysia
—tentang Februari ku yang tak bersuara
ini masih dengan cinta mu, juga harapan itu, dan aku kalah.
Ah, setampan apapun dirimu, apa yang bisa kulakukan jika cara berdoa saja kita sudah berbeda.
satu dan selamanya
Teruntuk yang terkasih.. yang sedang berjuang saat ini
Aku hanya ingin berterima kasih
Terima kasih sudah mau menerima segala kekuranganku
Terima kasih sudah tetap berjalan disampingku
Terima kasih sudah mau bersamaku hingga saat ini
Terima kasih sudah sabar menghadapi segala sifat ku yang sering berubah ubah
Selamat..
Selamat karena kamu orang pertama yang dapat memasuki dunia tak berwarnaku ini
Sehingga kamu bisa leluasa mengisi seluruh kota di dunia ku dan mewarnainya
Kamu, selalu ada dipikiranku, di doaku, dan di setiap hembusan nafasku.
Kamu, ku harap kamu yang terakhir untukku.
Aku rindu kamu.
Semangat berjuang ya ganteng, disini aku menunggumu disertai dengan seluruh doa baikku.
Jika kau berbicara tentang akan, aku berbicara tentang sekarang. #indonesia #syamssajdah #blora #untukmu #terkasih
Open Order 🎨🎨 Buat kamu yg bingung mau kasih hadiah apa ke pasangan, orang tua, teman, sahabat.. Yuk kasih yg spesial 🎁 *Pencil sketch *Digital painting *Digital illustration More information contact me at bio👧 #sketch #openorder #bandungpunya #digitalpainting #digitalillustration #hadiah #specialgift #terkasih #pencilsketch
Hari "Bahagia"nya
Entah apa yang kau rasakan saat ini Entah apa yang ada di hatimu saat ini Entah apa yang ada di pikiranmu saat ini Kasih, masih terlintaskah tentang aku di antara kesibukan menjelang hari "bahagiamu"? Benar memang akulah yang pergi darimu, dan ternyata aku pula yang tersayat serpih rindu akan dirimu, senyummu, candamu, tawamu. Pelukan hangat juga kecupan selamat malam. Cukup saja aku yang mengalami. Kau, boleh tak harus tahu. Aku tercabik rindu! Baik baik saja hanya kata kata. Menginsyafi diri bahwa yang dulu ada, tiada lagi kini. Karena aku. Aku yang tak pernah kembali. Atau hanya kembali untuk sekedar menengok kenangan. Memastikanmu baik baik saja dengan bahagia yang semoga. Berjalanlah, kasih, menggenapkan separuh agama. Aku ingin kau tahu bahwa hal sakral, bukan untuk permainan. Usaikan sudah bermain main, katakan itu pada pendamping hidupmu, yang katanya lugu, lagi sholeh. Ketika nanti kau menatapku, baik sengaja maupun tidak, tersenyumlah. Aku tak ingin air mata merusak bahagia yang semestinya. Dengan kau tersenyum, itulah yang membuatku bersyukur, bahwa pernah memiliki anugerah terindah dari ciptaan Tuhan. Setelah semuanya, jika kau mau, aku akan meredupkan api ku. Api perasaan yang masih membakar batas nalar pikiran manusia. Atau jika memang kau ijinkan, akan kujaga tetap membara sebuah rasa yang pernah tercipta dari kau dan aku, kita. Dan jika harus meneteskan air mata, itu harusnya aku, bukan kau. Kau harus bahagia, kau pasti menemukan caranya. Jika kau mau, aku pun akan membantumu mencipta bahagia, dengan kadar aku bukan lagi siapa siapa. Namun kau masih berarti bagiku, dalam keadaan munafik sekalipun. Kau masih mendominasi segalanya. Dalam keegoisan tanpa penyangkalan, kau, masih kekasihku. Entah apa yang kau rasakan saat ini Entah apa yang ada di hatimu saat ini Entah apa yang ada di pikiranmu saat ini Tersenyumlah... Danang Adi Putra, Solo, 10052015