Dengan segala kepedihan hidup yang kita alami dan kita rasakan, membuat kita sadar mengapa adanya syurga.
Ya... itu kabar gembira dan hadiah buat hambaNya yang selalu sabar.
Jadi mau kah untuk terus bersabar?
seen from Russia
seen from China
seen from United States

seen from United States

seen from Australia

seen from Serbia
seen from China

seen from United States

seen from Thailand
seen from Yemen
seen from Thailand
seen from China
seen from China
seen from United States

seen from United States
seen from Chile

seen from Switzerland

seen from United States

seen from Thailand

seen from Malaysia
Dengan segala kepedihan hidup yang kita alami dan kita rasakan, membuat kita sadar mengapa adanya syurga.
Ya... itu kabar gembira dan hadiah buat hambaNya yang selalu sabar.
Jadi mau kah untuk terus bersabar?
Kelahiran Adalah Hadiah Bagi Orang Tua
Lahirnya seorang manusia ke muka bumi adalah anugerah yang luar biasa. Sembilan bulan lamanya ia berada di kandungan sang ibu, lalu perjuangan ibu melahirkan, menyusui, merawat, membesarkan. Tak lupa pula sang ayah yang juga berjuang mencari nafkah untuk keberlangsungan hidup keluarganya, juga bergantian dengan ibu dalam menjaga dan merawat buah hatinya.
Seiring berjalannya waktu, sang anak mulai bisa berjalan, berbicara, makan makanan yang beragam, berinteraksi aktif dengan kedua orang tuanya, bermain dengan benda-benda di sekitarnya, bertanya hal ini dan itu. Mulai memasuki usia sekolah, bertemu dengan teman sejawat, berkawan dengannya, seterusnya hingga masanya ia masuk dunia perkuliahan, lulus, bekerja, menikah, membina rumah tangga. Tentu dengan berbagai macam ujian dan tantangan yang dihadapi sepanjang menjalani hidupnya.
Di balik itu, hari ulang tahun menjadi momen yang sangat berharga bagi semua orang. Tiap dari kita punya cara sendiri untuk memaknai hari ulang tahunnya. Misal, saat kecil – mungkin sebagian dari kita – suka dibuatkan pesta kecil-kecilan di rumah, undang semua teman-teman, potong kue, makan bersama, dikasih kado yang banyak. Mungkin juga sebagian dari kita suka sekali dengan hal itu, hingga kadang bisa merengek bahkan merajuk jika ultahnya tidak dirayakan. Saat sudah besar pun, merayakannya bersama teman-teman, tidak jauh dari saat kita kecil. Mungkin juga sebagian kita yang lain memperingatinya dengan lebih khidmat, berdoa, berbagi dengan sesama, makan di rumah bersama orang tua. Dan sebagainya.
Semakin besar, perlahan mulai sadar kalau hari ultah bukan hanya sekedar ultah. Ada hal urgen, yang itu sayangnya seringkali terlupakan. Berterima kasih kepada kedua orang tua. Sadar tidak sadar, kita lahir karena jasa kedua orang tua. Karena cinta kasih merekalah, kita lahir dengan sehat dan selamat. Kita bisa merasakan betapa nikmatnya hidup lewat tangan asuh mereka. Kita bisa mendapatkan berbagai macam jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang kita lontarkan sejak kecil, itu karena berkah ilmu dari keduanya. Kita dibimbing untuk dapat membedakan hak dan bathil, berperilaku baik dan menjauhi yang dilarang, itu juga karena arahan beliau berdua.
Lalu, sudah pernahkah kita ucapkan rasa terima kasih kepada keduanya? Kalau belum, lakukanlah mulai dari sekarang. Aku yakin sekali, beliau berdua pasti sangat senang mendengar ucapan rasa itu dari kalian, dari kita, walau mereka tak menunjukkannya. Kalau sudah pernah, Alhamdulillah, mudah-mudahan setiap tahunnya kita bisa melakukannya untuk mereka.
Orang tua, adalah orang pertama yang wajib menerima rasa terima kasih itu, sebelum orang lain. Beliau berdua, adalah pahlawan dengan tanda jasa yang paling luar biasa, yang tak bisa tergantikan oleh apapun. Sampaikan rasa terima kasih itu, di hari lahir – walau pastinya setiap hari kita harus berterima kasih kepada keduanya – khusus di hari itu. Sampaikan bahwa kita sangat bersyukur lahir dari keduanya, dan kita tidak akan jadi apa-apa tanpa belaian cinta dan kasih mereka.
Hadiah terbaik adalah apa yang kamu miliki, dan takdir terbaik adalah apa yang sedang kamu jalani.
Masuk begitu saja dan begitu berkaitan dengan kondisi setiap orang yang hidup dalam pengharapan dan keinginan yang banyak.
Apa yang sedang kita miliki adalah apa yang bisa kita nikmati saat ini. Tak perlu mengeluhkan apa yang tidak ada. Sedang yang ada saja, sudahkah kita mensyukurinya?
Apa yang sedang kita jalani adalah takdir yang terbaik yang dipilihkan Allah. Ada begitu banyak takdir yang lain dan mudah bagiNya membelokkan cerita. Tapi Allah menghendaki takdir ini yang terbaik karena Allah lebih mengetahui kebaikan untuk kita dibanding kita sendiri.
Berandai-andai pada takdir yang lain, seperti membuka pintu godaan untuk tidak bersyukur atas apa yang dimiliki dan dijalani saat ini.
Dan untuk apa yang ada dan berjalan sekarang betapa kita perlu mensyukurinya.
Apresiasi diri
tanpa sadar sekecil apa pun sesuatu yang telah dilakukan perlu di apresiasi.hmm kadang lupa juga ya buat kasih reward ke diri sendiri. sepanjang tahun ini sebenarnya sudah banyak yang dilewati. sedih, canda, tawa, kebahagian bahkan keberhasilan yang sudah berhasil dilewati. coba deh di ingat-ingat lagi sudah belum sepanjang tahun ini kasih reward ke diri sendiri? jangan terlalu sibuk dengan segala aktivitas dan kegiatan sampai melupakan buat diri sendiri. sekecil apa pun suatu yang telah berhasil dilewati sebagai bentuk untuk penghargaan ke diri sendiri. berhasil jadi orang yang disiplin, sabar atau perbaikan hal positif yang sudah berhsil dilakuin, nabung buat beli barang yang penting dengan hasil usaha sendiri, mengerjakan segala bentuk tanggung jawab di pekerjaan jadi tidak buat susah tim sebagai bentuk prestasi loh. coba masih banyak lagi yang tidak disadari kadang sudah banyak merubah kehidupan diri sendiri dan orang-orang sekitar. membangun habit baru untuk merubah kesalahan di masa lalu. memaafkan kesalahn orang lain dan berusa berdamai dengan masa lalu sebagai prestasi.
The Prophet (ﷺ) said, "It is charity to utter a good word."
Kita udah berusaha memberikan yang terbaik, orang lain menganggapnya cuma biasa aja.
Kita udah capek-capek ngasih yang kita bisa, tapi kesannya apa yang kita lakukan seperti engga penting.
Padahal menurut kita penting.
Kadang berharap ke orang lain semenyakitkan itu. Karena bahasa cinta kita seringkali emang beda.
Pengorbanan kita ke orang lain, pengorbanan orang lain ke kita, seringkali bentuknya engga pernah sama.
Jadi ya wajar aja kalau kita sering merasa engga dihargai.
Karena kita engga terbiasa mengapresiasi pemberian orang lain, jika yang diberikan bukanlah sesuatu yang kita mau.
Kalau kita ngasih sesuatu, kita maunya orang lain juga membalas dengan perlakuan yang sama ke kita.
Padahal mungkin sebenarnya cuma beda persepsi aja tentang apa yang menurut kita berharga.
Padahal mungkin kita cuma beda sudut pandang aja tentang apa yang menurut kita penting.
Kita kecewa, karena yang kita terima engga sesuai dengan harapan kita sendiri.
—ibnufir
*Follow IG @ibnufir_
Kembali
Pemberian yang dilakukan sebab kasih sayang, takkan membuatmu kehilangan apa pun. Setiap pagi di depan pintu, pada mangkuk-mangkuk daun, udara sejuk akan tersaji untukmu.
Hadiah.
Hari menemui gelapnya lalu berganti dengan tenang. Ia mendekapmu dengan suara-suara malam yang mengusir jauh gelisah dan apa-apa yang entah.
Hadiah.
Kemudian sepiring nasi dan telur rebus yang ditaburi sedikit garam, yang berjodoh dengan tangan telanjang dan perut keroncongan. Lauk lain yang sedang di pasar, sementara biarkan. Esok mungkin berbeda.
Pemberianmu, akan jadi bahagia bagi yang lain. Malih menjadi tenaga untuknya berusaha dan do'a. Maka udara sejuk, malam yang tenang dan nasi serta telur rebus menjadi hadiahmu. Takada yang hilang. Nikmatnya bahkan kembali menjadi tidak terhingga-kali.