Mereka, yang terkenang
Kita telah banyak menjajaki beberapa tempat. Kita telah berpetualang kesana kemari melakukan banyak perjalanan. Kita telah menemui beribu, beratus, bahkan berjuta kepala, di usia kita saat ini. Kita tentu punya masing-masing cerita, kisah, tentang tempat yang kita kunjungi, tentang orang-orang yang kita temui. Hingga akhirnya, hati kita memberi instruksi pada memori ingatan kita, untuk menyeleksi, mana yang ingin kita buang dan mana yang ingin kita rekam lama dalam ingatan, hingga pada saatnya nanti, seiring waktu, tanpa kita pinta, ingatan kita akan perlahan pudar.
Silahkan kenang masa-masa yang menurut mu paling mewarnai sejarah perjalanan kehidupan mu. Termasuk, mengenang orang-orang yang Allah takdirkan untuk hadir dalam kehidupan kita. Mereka-mereka, yang secara tidak langsung membentuk diri kita hari ini.
Mereka, yang menjadi perantara perubahan-perubahan dalam diri kita hari ini. Mereka, yang ikut andil dalam setiap perubahan yang ada pada diri kita saat ini. Mereka, mungkin iya saat ini memiliki lingkungan yang baru, memiliki lingkaran pertemanan yang baru, dan tentu kita juga. Namun, setiap apa yang mereka lakukan, setiap yang mereka ucapkan saat masih bersama-sama dengan kita dalam satu lingkungan itu lah, yang kita sudah rekam dalam memori kita.
Rekaman itu, yang membuat kita ingat, bahwa mungkin iya raga nya sudah tidak dapat membersamai hari-hari kita. Mungkin iya, saat ini kita bukan lagi prioritas sapaan nya. Namun, mereka, sama sekali tak pernah kita hapus dalam memori kita, karena mereka adalah sesuatu yang kita syukuri hadir dalam hidup kita. Terhaturkan do'a dan sejuta cinta teruntuk mereka, semoga dimanapun selalu dilingkupi cinta dan barokah dari Allah SWT.
Mereka, yang terkenang ...
Bandung, 09 Oktober 2017















