Aku pernah mendengar kalau Allah akan menguji kita dengan apa yang paling kita cintai. Tapi di sini aku sedang dalam titik dimana aku diuji bukan karena itu, tapi untuk menguji niatku. Apakah aku benar-benar bisa Istiqomah untuk berubah atau akan berhenti di tengah jalan. Dan jujur itu berat banget, penuh dengan konflik batin.
Hari ini aku sedang tidak baik-baik saja, pikiran dan hatiku sedang tidak tenang. Berkecamuk. Kepala dan dadaku rasanya berat. Sudah sebulan ini aku memutuskan untuk berubah, aku sadar kalau habitku itu buruk. Kadang aku masih berada di lingkaran setan, rasa malas, mager dan ketakutan yang tidak berkesudahan. Aku ingin keluar dari lingkaran itu, aku mencoba semampuku. Aku berdoa agar bisa berubah, tapi kenyataannya tidak semulus itu. Pasti ada saja hal-hal yang ngedistract saat menjalani masa transisi itu. Mungkin benar bahwa aku harus memperbaiki niat dan strategi yang lebih kuat lagi, but how?
Ketika masuk di usia kepala dua, dan baru sadar untuk berubah. Aku sedang berada di fase dimana aku merasa kembali menjadi anak kecil lagi, sadar bahwa banyak hal harus diperbaiki, tertinggal banyak hal dari yang semestinya, tidak bisa melaksanakan tugas2 dengan baik, dan banyak pemikiran yang menusuk kepalaku secara bersamaan. Aku berpikir bahwa dunia ini udah gilaa, aku udah ga tahan lagi, aku gakuat dan rasanya pengen tidur terus dan kaburr. Ya Allah, aku ini makhluk kecil yang skillnya belum cukup untuk menghadapi dunia ini, aku takut, aku merasa kecil dan hampa. Aku merasa tidak berguna. Rasanya udah give up luar dalam. Aku ingin menyetop waktu tapi gabisa, rasanya ingin bilang "dunia pliss stop bentar aja sampe aku siap dan baik-baik saja". Tapi ya begitulah, waktu harus tetep berjalan entah kita siap atau engga. Dan hanya ada dua opsi, hadapi atau kabur. Dan hari ini aku memilih untuk kabur, ya, aku memang pengecut. Aku akui aku sedang berada di fase terburuk secara mental, rasanya semua pikiran negatif masuk aja ke kepalaku. Entah yang mikir takut lah, menyalahkan diri sendiri lah, merasa gagal lah, putus asa lah, dan masih banyak lagi. Semua itu membuat aku jauh dari kata tenang, dimana kata Allah tenang itu adalah kenikmatan yang paling-paling hakiki. Tapi hari ini aku drop, mental dan fisik. Rasanya jadi ga fit lagi. Bahkan untuk melakukan semua aktifitas pun rasanya lelah, bahkan tidur sekalipun. Rasanya tidur itu bukan istirahat lagi.
Dan yah, aku berharap segera baik baik saja, tidak ada waktu lagi untuk beristirahat. Besok harus kembali bekerja dan banyak kerjaan yang harus dilakukan. Walaupun aku ga yakin gimana cara ngerjainnya. Cukup sekian ya dunia, aku mau prepare dulu untuk menghadapi kamu, aku gaboleh kabur lagi, semoga aja bisa menghadapi kamu, entah gimana caranya.