Halo Tumblr. Lama tidak bersua... Fahada kedua sedang menyiapkan ujian nasional, hingga lupa dengan dunia tumblr sejenak...
Malem ini mau mengabadikan moment dulu...
Tumblr, titip ya. Biar suatu saat kalo futur bisa inget lagi, semua sudah diatur sempurna sama ALLAH. Tentang waktu kapan dikabulkannya doa, tentang kapan terwujudnya harapan, tentang kapan usaha sampai ke tujuan, bahkan, tentang kapan aku dan kamu bertemu menjadi kita. Hehe.
"Nilai kita besok tu udah ketulis di Lauhul Mahfudz, tinggal gimana usaha kita." Kata Mbak Wid, H-1 TO AIPKI.
Kalimatnya cukup sederhana. Sesuatu yg sudah sedari lama kita semua tahu dan yakini, tapi terkadang butuh seseorang untuk membuat kita kembali mengingatnya.
Singkat cerita, kemarin Sabtu pagi, tetiba Ayahanda memintaku untuk pulang ke Wana Mukti, menemani Abangda tercinta jalan-jalan. Which is hari Minggunya, TO Aipki. TO yang batas nilainya menjadi syarat didaftarkan Ukmppd.
Hari Sabtu selepas Briefing, aku hendak pulang. Sedikit sedih, saat dimana teman teman di tanah Tembalang akan belajar kelompok, aku harus pulang. Dan entah pukul berapa aku bisa mulai belajar. Karena Abangda tercinta di rumah sudah hendak ingin diajak jalan-jalan.
Tetiba Mbak Widy bilang, "aku temenin belajarnya ya? Aku ikut turun ke bawah."
Ku jawab dengan jawaban, "ndak." hingga tiga kali pertanyaan dan tiga kali pula ku jawab dengan jawaban yang sama.
Hingga pertanyaan ke sekian, ku ajukan pertanyaan balik, "yakin mau ikut ke bawah? Di bawah zona tidak nyaman. Kita ga langsung bisa belajar. Aku harus ngajak jalan jalan Mamas dulu."
Hingga kalimat manis itu pun keluar.
"gapapa aku temenin. Nilai kita besok tu udah ketulis di Lauhul Mahfudz, tinggal gimana usaha kita." kata Mbak Widy yg ga sampai semenit kemudian, ku katakan "yaudah ayo turun"
Aku kembali diingatkan sama ALLAH. Akan jaminan rizki yang sudah pasti disiapkan oleh Nya. Kadang semua keadaan hanya tentang bagaimana mengubahnya menjadi ladang amal.
Alhamdulillah Aipki selesai, selain kemudahan dalam mengerjakan dan nilai yang cukup untuk ikut ujian nasional UKMPPD batch Feb 2020, moment Aipki kemarin kembali menamparku. Bahwa pada apa apa yg sudah dijamin di depan sana, tugas kita hanya berjuang dan berdoa.
Tapi, diantara semua ikhtiar, barangkali ada ladang amal yang tersebar. Membantu kawan dalam belajar misalnya. Atau sesederhana menemani kawan belajar. Bahkan sesederhana turut mendoakan kawan yang sedang ujian.
Kita bisa saja berfokus dengan diri kita sendiri. Dengan tujuan kita sendiri. Tapi, bisa jadi dengan kita turut serta memudahkan atau menunaikan hajat orang-orang disekitar kita, sebut saja bisa jadi hajat Ayah/Ibu/Kakak/Adik atau bahkan hajat Kawan disamping sisi kanan kiri kita, ALLAH langsung yang akan memudahkan dan menunaikan hajat kita. Bukan kah, lagi lagi perkara rizki sudah terjamin?
Jadi, hajat siapa yang malam ini, hari ini akan kita tunaikan?
Fadhilah NF// Senin, 13 Januari 2020 // 20.20 // masih di rumah Ayah, (mungkin tahun depan di rumah Suami, atau di rumah Mertua nulis tumblrnya).