Teruntuk jiwa yang sedang dirundung kabut, kalut yang rasa rasanya tak kunjung redup, Apakah terlalu sukar untuk mengemban? Ketika tubuhmu bahkan tidak lagi kuasa untuk menahan. Segala kemelut yang merobek-robek rupa dan ragamu, Sudah berapa lama puan meniti sembilu? Dalam terjalnya badai yang tidak kunjung reda? Ketika raung tangismu bahkan telah mengering. Kan jatuh rintik gemas kian menundukkan kepalanya menyuarakan apa-apa yang menjadi terbitnya pilumu. Cantik, segalanya tidak apa, Apakah kau bersedia untuk bangkit? Seluruh tau sakit, tapi apa seluruh tau rasanya bangkit? Ketika batinmu meloroh panjang di malam-malam tanpa bintang. Kepalamu isinya sekat-sekat di luar batas logika. Kian atmamu menjerit entah sudah berapa lama nyawamu tertinggal, Sayang, tidak apa. Semesta akan menggenggam cantiknya dirimu Biarkan roda-roda Tuhan yang bekerja meniupkan sembuhmu. Tidak akan lama, tidak akan lama bersemayam lagi segala sendumu. Semoga yang sedikit ini bisa mengobati kegaduhan batinmu, manis. (at Tangerang) https://www.instagram.com/p/B4u4dD8BLxC/?igshid=4o6kwu0x2kna












