Bahasa Cinta.
Sebagaimana tertulis di dalam Alquran,
“Katakanlah (Muhammad): ‘Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.‘ Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. Ali ‘Imran: 31)
Cintailah Allah, sebagaimana Allah ingin dicintai. Bukan dengan caramu sendiri.
Begitu pun setiap individu memiliki bahasa cintanya masing-masing. Bahasa cinta digolongkan menjadi 5, menurut Dr. Gary Chapman:
Words of affirmation atau kata-kata positif. Seseorang yang memiliki bahasa cinta demikian merasa dicintai dengan diberikan kata-kata positif atau yang bersifat suportif bagi dirinya. Sesederhana dikirimi pesan, “Jangan lupa makan siang.” di tengah kesibukannya; misalnya.
Quality time atau waktu yang berkualitas. Seseorang yang memiliki bahasa cinta demikian merasa dicintai apabila kamu memberikan fokus terhadapnya tanpa gangguan. Sesederhana, kamu memberikan perhatian penuh saat dia bercerita dengan menatapnya, tanpa menyambi gadgetan; misalnya. Tipe ini lebih mengedepankan, “Quality over quantity.”
Physical touch atau sentuhan fisik. Seseorang yang memiliki bahasa cinta demikian merasa dicintai dengan sentuhan-sentuhan fisik. Sesederhana, tiba-tiba dipeluk dari belakang ketika sedang menyiapkan makanan di meja makan; misalnya.
Acts of service atau bantuan yang tulus. Seseorang yang memiliki bahasa cinta demikian merasa dicintai melalui aksi nyata. Sesederhana, dibantu membereskan rumah atau dibawakan barangnya; misalnya.
Receiving gifts atau menerima hadiah. Seseorang yang memiliki bahasa cinta demikian merasa dicintai dengan menerima hadiah. Hadiah tidak melulu harus mahal namun usahamu pun telah meninggalkan kesan untuknya meski sesederhana, membuatkan hand lettering bertuliskan, “I miss you.”; misalnya.
Dengan mengetahui bahasa cinta masing-masing maka kamu bisa mencintainya sebagaimana ia ingin dicintai, bukan sebagaimana kamu ingin dicintai sehingga menambah kadar kecintaan dengan tepat sasaran.
Hal demikian bisa mengurangi drama-drama, seperti kurang dimengerti atau kamu sudah berusaha melakukan ini dan itu namun ia seolah tidak puas dengan segala usahamu.
Rupanya, hal tersebut dikarenakan usahamu tidak tepat sasaran sesuai yang ia harapkan. Ibarat seseorang yang didiagnosis penyakit A tentu harus diberikan perlakuan atau obat yang sesuai agar ia segera pulih.
Sudah tahu bahasa cintamu? Jika belum, bisa melakukan tes yang diberikan gratis melalui situs resmi 5 Love Languages.















