Bujuk Rayu Semu
Pandang terlarung pada denyut ibu kota Dituntunnya ribuan langkah tergesa Menuju mimpi entah milik siapa
Meski malar terasa asing Memilih pulang tak lagi berarti Memutar waktu apalagi
Namun, di kala malam beradu Dan tangis mulai pilu
Bujuk rayu masa lalu Hadir bagai deru
Dibawa bersamanya Rindu Semu Yang terasa palsu
"Ayah, kita jadi ke pantai hari ini, kan?"
Kidung masa lalu Selalu terasa semu Haru rindu ayah ibu
Ah, sial
Lantas usai dengan tangis bisu.












