"Choice is less about what happens than it is about how we deal with it."
"Pilihan bukan tentang apa yang terjadi, tetapi tentang bagaimana menanganinya."
-Amanita, Sense8 Season 2 Episode 11
EXPECTATIONS
★
Doug Jones
h

pixel skylines

shark vs the universe
official daine visual archive
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
noise dept.

#extradirty
No title available
The Stonewall Inn
The Bowery Presents

❣ Chile in a Photography ❣
NASA
todays bird

bliss lane
KIROKAZE
Monterey Bay Aquarium
Fai_Ryy

seen from China

seen from France

seen from Belgium
seen from Thailand
seen from Argentina

seen from United States
seen from Germany
seen from Malaysia

seen from Brazil

seen from Brazil
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
@afindahushus
"Choice is less about what happens than it is about how we deal with it."
"Pilihan bukan tentang apa yang terjadi, tetapi tentang bagaimana menanganinya."
-Amanita, Sense8 Season 2 Episode 11
This is the definition of Chaotic Evil.
KSKSKSKSKSK I LAUGHED SO HARD AND SCREAMED "MAMPUS"
[TEASER] 마마무 (MAMAMOO) - AYA (visual ver.)"
I don't want to forget this moment so i'll reblog my reason of goosebumps in 2020
why are birds so cursed
A Non-Comprehensive List of Birds That Piss Me Off
1. Dracula Parrot. This thing pisses me off like, a bunch
2. King Vulture. the felted craft project equivalent of a haunted ventriloquist dummy
i will never not resent this bird
3. Jacana Bird. This is the most unnecessary cursed nonsense. i deserve an apology for having to look at this. I can feel its fingers stroking my ears
No it does not have SIX FREAKING LIMBS. it’s carrying its stupid creepy spawn under its wings. A+ parents but still, piss off. even the normal 2 legged version isn’t much better
put those AWAY.
4. The Shoebill, which i’m sure we’re all sick of hearing about. this thing is the epitome of a crappy photorealistic cgi disney villainy. i despise this bird.
also this is what they look like standing up. i just feel like i shouldn’t have to deal with that, i really do.
5. Inca Tern. truly, hipsters ruin everything
6. Tragopan. it looks like a star wars species, which i dislike on principle
7. The Secretary Bird. it wears yoga pants.
also i’m uncomfortable with the length of its eyelashes
8. finally, i really dislike this one specific parakeet
in conclusion, these birds exist to haunt me and this knowledge is a burden. birds exist to observe our sin; always watching, they are filled with malice. flee from them
I love all of these birds for the very reasons cited against them.
The King Vulture looks like what happens when you try to finish a craft project with the stuff you have left over.
The Secretary Bird looks like George Washington going for a walk.
I hate you it DOES
@elodieunderglass horrible birds with legs… and other horrible things.
The fucking shit is this shit
No but they are all so cool???? But not the SHOEBILL it's SCARY SCARY
This one works all the time!
What have been your favorite readings so far?
Or movies. Dramas. Musicians. Anything, really.
Awet atau Tidak Awet?
Nggak jelas banget, mepet-mepet jam 10 malam malah tiba-tiba kepikiran, “Kok kayaknya aku awet banget ya kalo makai barang?”
2:6:2 Rule
Kalian tau nggak teori tentang 2:6:2?
Aku nggak bisa ngejelasin juga sih, jadi langsung ku kasih contoh aja ya.
Contoh 1: Misalnya kamu mengumpulkan 10 orang random buat ngobrol sama kamu, 2 orang akan suka sama kamu, 6 orang akan biasa aja, dan 2 lagi akan nggak suka sama kamu.
Contoh 2: Misalnya kamu mengumpulkan 10 orang random di hadapanmu, kemungkinannya 2 orang adalah orang pintar, 6 orang adalah orang yang average, dan 2 orang sisanya akan melakukan hal bodoh.
Aku tau rule ini dari idolaku yang tau rule ini dari drama.
Sebenernya aku mau ngebahas apa sih? Aku pun nggak tau. Aku cuma mau pamer kalo aku dapat ilmu pengetahuan dari idolaku, haha.
Intinya sih, tetaplah bersikap baik sama siapapun walaupun nggak semua orang bakal suka sama kamu.
Cobalah bersikap tenang kalau menghadapi orang yang ngeselin, biar diri sendiri tidak terlihat seperti badut 🤡.
solarsido is just a channel dedicated to all yeba moments
The love of my life :')
a very serious duet
I miss angel line :( they're the funniest line ❤️
“People should be able to discover your good qualities without your help.”
— Abdulbary Yahya
World Happiness Report
Aku benci mengawali sebuah tulisan tanpa basa-basi, tapi aku juga tahu bahwa tidak enak rasanya kecewa dipermainkan artikel panjang, yang ternyata tanpa inti.
Tulisan ini terbentuk secara instant 3 detik yang lalu setelah aku mencerna ranking dalam link ini
https://en.wikipedia.org/wiki/World_Happiness_Report#2018_report
Cukup menarik melihat ranking itu, terutama saat mengetahui Indonesia ranking 96, tepat di bawah Vietnam. Cukup menyedihkan.
Sebelumnya, kujelaskan dahulu bagaimana skor itu terbentuk. Jadi, sampel dari beberapa negara ditanya mengenai tingkat kepuasan hidup mereka, 0 tandanya hidup mereka sangat sengsara, 10 tandanya hidup mereka adalah yang terbaik. Selain skor ini yang menjadi patokan utama, faktor kehidupan seperti harapan hidup, kemungkinan seseorang menjadi koruptor, social support, etc, menjadi faktor yang juga diperhitungkan.
Kalau hanya melirik pada rankingnya, tidak cukup jelas terlihat, tapi melihat persebarannya pada peta, aku menemukan suatu hal yang cukup menarik.
Di barat wananya cukup gelap ya. Semakin gelap warnanya, semakin bahagia, selain Venezuela, yang kalian sendiri tahu mereka sedang seperti apa. Negara-negara Amerika lainnya terlihat cukup gelap, dengan Kanada yang sangat gelap.
Di Eropa (utara Afrika, barat Asia, timur Amerika Utara), juga terlihat warna gelap yang mendominasi, bahkan Finlandia menjadi negara yang mendapatkan predikat negara terbahagia.
Poin menariknya, bagiku. Negara-negara di Timur Tengah, kok warnanya, muda ya? Selain Thailand, Malaysia, UAE, Singapore, Qatar, dan Saudi Arabia. Negara-negara Timur Tengah, tingkat kebahagiaannya cukup mengkhawatirkan.
Poin itu yang memotivasiku sekarang menuliskan sebuah opini yang tidak populer (unpopular opinion) di Indonesia. Unpopular opinion artinya dibandingkan opini ini, kebanyakan orang lebih setuju pada sebuah opini lainnya pada tema yang serupa.
Singkatnya, dibandingkan opini yang populer :
“Kebahagiaan hakiki hanya bisa diraih apabila kita menjalankan agama yang benar dengan benar, karena Tuhan yang menentukan kebahagiaan.”
Aku lebih setuju pada :
“Kebahagiaan, & kemajuan suatu kelompok lebih ditentukan oleh kondisi Geografis tempat tinggal kelompok itu, dibandingkan agama, ideologi, atau budaya yang mereka anut.”
Dulu awalnya opini ini terbentuk, aku hanya berpikir bahwa kondisi geografis yang menentukan musim, jadi dengan musim yang lebih ekstrim, rakyatnya juga akan terseleksi alam. Hmm, dan juga bukankah musim salju itu romantis dan membahagiakan?
Tapi ternyata tidak sesederhana itu. Aku baru menemukan sebuah buku berjudul “Gun, Germs, & Steel”, meski belum kubaca karena masih mencari diskon import, intinya, buku itu juga mencakup opini bahwa kemajuan suatu suku dipengaruhi oleh kondisi geografisnya. Bukan ras, maupun agama.
Bahkan, ideologi, budaya, dan agama, bisa jadi merupakan salah satu konsekuensi geografi.
Islam dengan slogan agama yang keotentikannya terjaga cocok untuk negara-negara timur tengah yang daerahnya tandus, panas, dan punya budaya mengingat nasab.
Barat yang lebih mengedepankan filsafat, pemikiran yang mendalam, kebebasan berpikir, dan ilmu yang terus diperbaharui, lebih menyukai science, dan agama-agama moderat yang sekuler, kristen sekuler, yahudi sekuler, etc.
Ibadah harian yang jadwalnya ditentukan oleh waktu seperti sholat, akan lebih cocok untuk daerah dengan zona waktu stabil (equator), sedangkan ibadah mingguan lebih cocok untuk daerah dengan variasi musim & waktu. Selain dapat mempersiapkan event tiap minggu menyesuaikan musimnya, juga karena tidak ada perbedaan hari. Winter seminggu 7 hari, summer seminggu juga 7 hari.
Yah, memang pada dasarnya christmas itu akan lebih berasa di daerah 4 musim, dan berpuasa sebulan penuh lebih berasa di daerah tandus & panas.
Ho, malah jadi bahas itu.
Memang rasanya tidak enak ya, membaca sebuah opini yang bertentangan dengan opini yang sudah dibiasakan dalam komunitas. Tapi justru karena itulah opini-opini ini enak untuk didiskusikan. Tidak enak untuk didengar, tapi enak untuk didisuksikan.
Seperti yang sudah kamu duga, aku tidak akan melanjutkan postingan ini lebih jauh lagi, takutnya ada salah kata, malah repot. Tapi, jika kamu tertarik untuk membahasnya lebih lanjut, bisa kok kita lanjutkan ngobrol di ruang private saja.
Mungkin kamu tidak ingin mendiskusikannya, tapi hanya ingin mengetahui lebih lanjut, coba deh baca “Guns, Germs, & Steel”, atau kalau belum menemukan buku itu, seperti aku, yang sepertinya akan terpaksa membaca terjemahannya, coba deh baca dulu resensi yang udah di tulis salah satu staff zenius di link ini
https://www.zenius.net/blog/3080/guns-germs-steel-bedil-kuman-baja
Ohya, salah satu buku yang mirip ini sepertinya adalah “Sapiens”, tapi buku sapiens tidak terlalu membahas faktor penyebab kemajuan suatu komunitas, melainkan manusia secara umum. Dan buku ini juga lebih menekankan pada sejarah perkembangan pemikiran Homo Sapiens, dari hewan sampai sekarang menciptakan banyak variasi agama-agama baru (liberalisme, humanisme, kapitalisme, etc). Aku sudah baca Sapiens, dan itu adalah salah satu buku yang membuatku menyelesaikannya dalam waktu kurang dari seminggu. Sangat-sangat kurekomendasikan.
Duh, niatnya penutup malah keasyikan. Oke-deh. Sekian.
“What we so often forget is that God has honored the woman by giving her value in relation to God—not in relation to men. But as Western feminism erases God from the scene, there is no standard left—except men. As a result, the Western feminist is forced to find her value in relation to a man. And in so doing, she has accepted a faulty assumption. She has accepted that man is the standard, and thus a woman can never be a full human being until she becomes just like a man. When a man cut his hair short, she wanted to cut her hair short. When a man joined the army, she wanted to join the army. She wanted these things for no other reason than because the “standard” had it.”
— Yasmin Mogahed
What advice would you give someone who has a celebrity crush, is it wrongful? (for extra info I don't have any sort of personal hopes surrounding this like meeting the person in real life - although I do daydream about the person sometimes, nor do I expect whoever I end up with to be like this person.)
We cannot always control our attachments to people, so as long as you carry out your duties, work to maintain a close relationship with God, and you do not let it cause you to sin then that is what matters.
Ayo ngidol~~~ kkkkkkk. Makasih lho anon udah nanya beginian kkkkkk
honeymoon is an interesting term because an actual moon made of honey would imply space bees which is pretty horrifying
Just...... Imagine.......
I got catcalled today
So I get home, right? My phone goes off and the caller id shows it’s my manager. I’m not… entirely happy about this (see: “I literally just got home”). I answer anyway, and there’s some weird static? I can’t get my manager to answer me and I start to worry.
I text her instead.
Her cat was fucking sitting on her phone and butt-dialed me. The ‘static’ I heard was him purring.
the only kind of catcalling that’s acceptable, quite frankly.
My favorite thing about this post is how so many people were ready to fucking throw a punch at catcallers (of the despicable sort). I’m proud of u all.
Lollll