Joke explained:
seen from China

seen from United States
seen from Romania

seen from Canada
seen from United States

seen from United States
seen from Türkiye

seen from Ecuador
seen from Romania
seen from United States
seen from Belarus
seen from Türkiye

seen from United States
seen from Cambodia

seen from United States

seen from Germany
seen from Germany
seen from Canada

seen from Latvia
seen from Türkiye
Joke explained:
Kontroversi Perihal “Good Looking” di Ranah Masyarakat
Kita tidak asing dengan kriteria yang menyebutkan suatu syarat yang harus dipenuhi oleh setiap calon karyawan atau pegawai. “Minimal good looking atau berpenampilan menarik.” Alih-alih, pada akhirnya orang yang tidak mencukupi kriteria itu menjadi putus asa dan mengeluh, sering kali kita temui di media sosial, tentang keluhan bahwa menyesali karena dirinya tidak mempunyai kelebihan itu. Padahal, sebenarnya perlu atau tidak kriteria ini harus dimiliki
Bukan hanya dalam ranah pekerjaan, hal ini sering kali kita temui di setiap lini kehidupan kita. Baik mereka yang memiliki penampilan yang menarik, baik itu paras wajah, kondisi fisik, gestur tubuh sangat mempengaruhi. Mereka yang memilikinya, acap kali dipandang lebih baik nasibnya, bisa dipertaruhkan, dan kehidupannya lebih menjamin, lebih didahulukan dan diutamakan. “Sekarang apa-apa mandang fisik, ya? Apalah daya wajahku pas-pasan begini?” Sering mendengar, atau bahkan kita adalah pelakunya.
Padahal, menjadi good looking bukan hanya tentang paras wajah, keindahan bentuk fisik dan cerahnya warna kulit. Jangan menyerah dulu ya, Kawan!
Begini. Secara psikologi, menurut narasi yang dikutip dari jurnal Evolutionary Psychology, dikatakan bahwa ”Basically seeing something beautiful can make us happy and fresh again. This is because activities that seem to have no benefit, can improve memory and motivate yourself.” Atau pada dasarnya melihat sesuatu yang indah bisa membuat kita bahagia dan segar kembali. Ini karena aktivitas yang sepertinya tidak ada manfaatnya, dapat meningkatkan daya ingat dan memotivasi diri sendiri.” Saat seseorang melihat pemandangan atau sesuatu yang indah untuk dipandang, maka akan menambah efek bahwa seseorang bisa menyegarkan fikirannya kembali, menjernihkan fikirannya yang keruh, -walau di waktu yang singkat. Itulah sebab, mengapa mempunyai kriteria good looking sangat dibutuhkan dalam dunia pekerjaan, karena bisa meminimalisir sesaknya fikiran dan suasana dunia pekerjaan saat itu.
Lalu, bagaimana nasib kita yang ditakdirkan tidak memiliki paras indah? Kita hanya menonton saja?
Tidak. Kita tidak patut untuk berkecil hati. Juga tidak pula putus asa atas takdir yang menjadi anugerah luar biasa. Walau good looking menjadi sebuah tuntutan, tidak berarti kita menjadi insecure dan putus asa. Good looking bukan hanya ditinjau dari indahnya wajah, kebagusan fisik, baju yang mahal, dan dandanan yang melirik mata. Salah satu bentuk manifestasi dari good looking sesungguhnya adalah good value dari seseorang tersebut. Adanya pilihan good looking sebenarnya adala suatu opsi yang ditawarkan untuk menilai seberapa sehatnya fisik seseorang. Karena dipastikan bahwa, orang yang berpenampilan baik, ia memiliki kondisi fisik yang baik, kemampuan berfikir dan nalar yang baik, akhlak dan adab yang baik. Walau, dari semua itu tidak bisa kita dapatkan saat pertama kali bertemu. Tetapi, seseorang berhak untuk punya penilaian di awal perjumpaan. Indah tutur kata, fikiran yang rasional, akhlak yang mulia memang tidak ditentukan dari penampilan. Ada banyak orang yang tampil dengan jas parlente tetapi akhlaknya di bawah rata-rata. Maka, perlu mengubah standar. Good looking bukanlah menjadi titik penting dalam penilaian seseorang. Good value lebih bisa diterima di masyarakat, di semua kalangan.
Berpenampilan menarik tidak hanya bisa dinilai dari paras wajah. Sesungguhnya keindahan terletak dari keserasian. Kesesuaian kita dalam berpakaian, dengan tempat dimana kita ada, dengan siapa yang kita temui, dengan topik apa yang akan dibahas. Seharusnya, kita bisa lebih dewasa dan mengerti tentang hal itu, dan mulai membiasakannya. Saat kita bisa mulai membedakan dan menyesuaikan, siapapun dan dimanapun kita berada akan lebih bisa menerima dan menghargai keberadaan kita. Karena, ada banyak orang yang berpenampilan menarik, tampan dan cantik, tetapi acap kali tidak dihargai karena tidak mempunyai karakter yang baik, keserasiannya dengan pakaian yang ia kenakan.
Kalau seseorang kehilangan uang, sebenarnya ia tidak kehilangan apapun. Karena uang bisa didapatkan dengan mudah, hari ini. Kalau seseorang kehilangan kesehatan, ia bisa saja kehilangan sesuatu yang penting dalam hidup. Tapi, jika seseorang kehilangan karakter dalam dirinya. Ia kehilangan segalanya.
Cantik
Aku meragu saat kamu memulai obrolan tentang kecantikan perempuan. Aku masih belum percaya, kamu ternyata sangat memihak tentang itu. Sedikitnya kamu menyinggungku di tengah perbincangan. Tentang idealnya berat badan dan bersih atau tidaknya muka seorang perempuan.
Aku hanya terdiam. Ternyata kamu tidak ada bedanya dengan laki-laki yang aku temui, dahulu dan juga sekarang.
Dulu, aku begitu kagum dengan cara berpikirmu. Caramu meluaskan pendapat dan juga memahamkan orang lain. Menjelaskan tentang luasnya ilmu pengetahuan dan juga bagaimana membangkitkan semangat untuk bermimpi. Bahkan aku tidak pernah mengira bahwa kamu akan mengatakan hal yang paling membuatku ingin meluluhkan kepercayaan dan juga rasa hormat kepada seseorang.
Tidak lagi istimewa.
Kamu hanya tidak tahu betapa besar upayaku dalam meraih kecantikan yang kamu maksud. Tidak juga tahu betapa banyak air mataku yang terkuras saat aku harus dibandingkan dengan perempuan lainnya.
Usaha-usaha yang tidak mudah, tapi aku sadar bahwa terkadang itu juga penting.
Terima kasih telah menunjukkan cara berpikirmu yang sebelumnya tidak pernah aku tahu. Kamu hanya mengingatkanku tentang payahnya harapan ini. Tentang kisah masa lalu yang ternyata belum selesai, masih sulit untuk aku percayai dengan laki-laki yang mementingkan fisik dari segalanya.
"Sudah sejauh mana persiapannya chi?"
Persiapan apa dulu nih, yang terlihat secara fisik atau persiapan mentalnya? Kalau persiapan teknis yang terlihat hasilnya dalam bentuk fisik sudah satu per satu diceklis. Nah, persiapan mentalnya?
Sejauh ini aku masih belum sepenuhnya siap. Kalau mau dipersenkan nih, baru sekitar 30%. Sisanya? Masih berusaha dikumpulkan keping demi kepingnya. Tidak semudah itu.
I mean, iya di awal tahun aku menargetkan akan menikah tahun ini, tapi ga secepat ini juga. Eh tapi bulan Mei juga ga awal tahun banget juga tapi prosesnya tuh..... dimulainya terlalu cepat rasanya. Aku belum ada persiapan sama sekali. Dimulai dari 0.
Aku mempunyai bentuk pernikahan ideal di kepalaku sampai beberapa waktu yang lalu. Memunculkan berbagai keraguan di hati. Tapi kita memang tidak selalu mendapatkan apa yang kita inginkan. Mungkin inilah yang terbaik.
"Kak udah muncul rasa ke abang tu kak?" Jujur, belum. I dont thing I have fallin in love. Ya ga segampang itu juga rasa itu muncul. Sebenarnya ini yang membuatku ragu. Whyyy... Apakah ini wajar adanya apa orang yang prosesnya secepat ini? Yang menguatkanku sejauh ini adalah melihat bagaimana keluarga excited karena aku, finally, akan segera menikah. Pusing mikirin ini itu tentu saja. Tapi excited nya itu loh. Bagaimana mama menyukai abang ini, bagaimana keluarga mendukung proses sejauh ini.
Orangnya baik, penyayang, lembut, terlihat menghargai perempuan, bertanggung jawab, I love it. I love those traits of him. But not him as a person, yet. Hati ini belum sepenuhnya jatuh. Aku, sebagai orang yang sangat meromantisasi the feeling of fallin in love, belum merasakannya. Sepertinya inilah alasan terkuat mengapa aku masih ragu.
Apakah aku akan siap menjalankan hari-hari bersama nantinya dengan orang ini? Apakah aku sudah siap menahan egoku untuk hidup berdua dengan orang yang baru aku kenal? Apakah aku sudah siap untuk itu semua?
Belum.
Tapi tak apa. Masih ada waktu dua bulan lebih dikit. Menikah bukan berarti kita dikekang kok chi. Bicarakan bersama. You can do it. Semangat, calon pengantin! :)
CARI TAU PENYAKIT ANDA DAN OBATI DENGAN CARA INI OLEH DIRI ANDA SENDIRI 1. #Maag Bukan hanya diakibatkan karena kesalahan pola makan yg tidak teratur, Akan tetapi justru lebih didominasi karena "stress" coba untuk lebih Fress dan memerdekan Diri. 2. #Hypertensi Bukan hanya diakibatkan oleh terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang asin, Daging tapi lebih dominan karena kesalahan dalam memanage "emosi" Jadi Coba dengan cara mengatur Emosi Dan Rasa. 3. #Kolesterol Bukan hanya diakibatkan oleh makanan berlemak, tapi rasa "malas berlebih" yang lebih dominan menimbulkan lemak, Jadi coba perbanyak Gerak Dan Tingkatkan semangat hingga Seluruh organ dapat bergerak. 4. #Asthma Bukan hanya karena terganggunya suplai oksigen ke paru-paru, akan tetapi Dikarenakan sering merasa "sedih" yang membuat kerja paru-paru tidak stabil, Jadi Coba Terus Membuat suasana Hati riang dan Refresing 5. #Diabetes Bukan hanya karena terlalu banyak konsumsi glucousa, yang manis manis, tapi Bisa saja sikap "egois dan keras kepala" yang mengganggu fungsi pankreas, Coba Ikhlas Dan Rela Dalam segala Hal. 6. Penyakit #liver Bukan hanya karena kesalahan pola tidur, tapi sifat "ngrasani" orang lain yang justru merusak hati kita, Coba Untuk Membuat hati kita tenang Dan Damai. 7. #Jantung koroner Bukan hanya diakibatkan oleh sumbatan pada aliran darah ke jantung, tapi kita jarang sedekah atau memberi yg membuat jantung kita kurang merasakan ketenangan, sehingga detaknya tidak stabil Presentase Indikator penyebab munculnya penyakit adalah karena masalah : #Spiritual 50% #Psikis. 25% #Sosial. 15% #Fisik. 10% Jadi kalau kita ingin selalu sehat, perbaiki : #Diri kita #Pikiran kita terutama hati kita dari segala jenis penyakit. Hati-hati #Hindari : Dari Rasa iri, dengki, pendendam, fitnah, benci, amarah terpendam, sombong, pelit, egois, keras kepala, sedih, malas, dan lainnya, karena itu sumber penyakit. #SARAN Perbanyaklah Doa dan jadilah orang yang mudah memaafkan, Lembutkan hati dan ikhlaskan yang sudah terjadi, Banyak Banyak bersyukur dan nikmati kebahagiaan sekecil apapun Jalin persaudaraan yang mengajak dan selalu mengingatkan dalam kebaikan #obat #maag #penyakit #jantung https://www.instagram.com/p/CQk2qCUNotX/?utm_medium=tumblr
tentang daya tarik
barusan nonton film Imperfect dan, ya, filmnya oke banget!
intinya sih sederhana ya, nyeritain ke-insecure-an cewek soal bentuk tubuh dan lika-likunya buat dapetin definisi cantik dan bahagia dari kacamata yang beda. bukan mau bahas sinopsisnya sih, tapi lebih ke pesan yang disisipkan cerita ini. soalnya selama nonton berhasil dibikin baper. bukan cuma karena akting pemeran utama pria sih tapi karena ditarik korelasi dengan kondisi gue saat ini.
kalo boleh jujur, gue lahir dengan rasa percaya diri yang hampir bisa dibilang minus. apalagi terkait dengan daya tarik fisik. secara definisi cantik bagi kebanyakan orang adalah tinggi, putih, langsing. dan gue ga masuk satu pun di kategori itu. satu-satunya yang masih bisa gue banggakan adalah kemampuan menulis gue, meskipun emang ga seberapa sih. tapi gue masih bangga.
'versi terbaik gue' kalimat ini diutarakan oleh pemeran utama wanita dan boleh dibilang agak menohok karena gue belum pernah merasa ada di titik ini (ini lagi-lagi bicara soal fisik). even beberapa orang terdekat sudah mengatakan bahwa gue udah banyak berubah dalam definisi yang positif. tapi, ya, lagi-lagi enggak percaya diri.
lalu tiba-tiba ada cowok yang mengutarakan kalimat ketertarikan soal fisik, bikin gue hampir enggak bisa percaya. bahkan sampai detik ini, dengan status udah jadi istri, gue masih sering tanya kenapa bisa suka sama gue, apa ada daya tarik fisik yang melekat di diri gue, dan lainnya. dia selalu kasih jawaban yang meyakinkan dan sama. bahkan dia ga bosan jawab pertanyaan konyol itu berkali-kali.
dan setelah nonton film ini gue malah jadi ngerasa bahwa sebenernya definisi orang soal sempurna itu beda-beda. orang punya kacamata yang enggak sama untuk menentukan klasifikasinya sendiri. jadi, cantik atau ganteng itu mungkin enggak ada nilai bakunya. ya, mungkin di saat kita enggak pede sama diri sendiri, ternyata ada yang liat dari sudut pandang yang sama sekali berbeda.
dan, ya, selama ini gue kadang ngerasa ragu sama pernyataan soal jatuh cinta pada fisik yang dilontarkan suami. gue selalu pikir, he's just being polite. dia suka karakter gue dan enggak mau ngehina fisik gue. dan, ya, berkat film ini, gue tau kalau mungkin dia punya kacamata cantik yang beda. dan gue beruntung karena dia punya radar sendiri, bahkan berusaha ikutin radarnya buat sampe ke gue.
Aku rindu gagasanmu, bukan dirimu sebagai pribadi. Aku merindukan pelukan, makanan, jalan-jalan di taman dan banyak lagi kenangan yang aku coba hapus. Aku menghindari berpikir tentang kenangan yang tidak begitu menyenangkan. Saat kita berdebat, dan saat kamu diam karena kita berdebat yang mana itu sangat menyakitkan. Ketidakpastian yang kamu berikan membuatku tidak pernah merasa dihargai atau diperhatikan. Aku merindukanmu secara fisik, bukan emosional.
K