Nanti, bila saatnya sudah tiba.
Jiwa sudah selesai melepas cangkang sementaranya.
Maka setelah apapun yang tersisa bisa dimanfaatkan.
Mohon jadikan saja abu sisa jasad ini.
Kembalikan serpihannya pada tanah dan aku harap kamu sempat menanamkan benih pohon yang akan tumbuh mengakar untuk mengikat sisa dari tubuh itu.
Atau dihempas ke udara yang sedang melintas samudra mungkin!?
Agar bahkan dalam ketiadaan pun aku tetap bisa menyebar dan bertaburan mengikuti iringan alam.
Karena sejauh perjalanan apapun sampai saat ini.
Tidak ada kepastian yang bisa membawaku jelas keberadaannya.
Belum juga sampai. Atau tidak akan pernah?











