Dari segala hal yang pernah Aku yakini, tidak ada satupun yang tersisa dan tertinggal untuk pembuktian bahwa berharap itu fungsinya ada. Realitas nyata tentang perih dan kenaifan manusia itu yang jelas nyata terbukti valid. Sedangkan harapan serta gambaran tentang probabilitas yang terjadi itu adalah ilusi.
Beberapa menyatakan bahwa harapan adalah hal yang akan terus membuatmu bertahan hidup. Bagiku tidak. Justru harapan yang selalu membuatku selalu berfikir untuk mengakhiri hidup. Bila dapat dituangkan pada kanvas, bisa jadi seluruh nuansa yang terbentuk cenderung tergambarkan layaknya akar serabut tak terurut dan rumit untuk diurai. Untuk menyelamatkan sang utama bukanlah lagi menjadi tujuan. Karena tidak mungkin mempertahankan kehidupannya tanpa memangkas banyak sumber lain untuk menopang. Lagipula sudah terlalu banyak sel mati memadat sesak penuhi ruang gerak pikirannya. Pilihannya hanya berjuang untuk dapat terus bertumbuh tanpa harapan untuk dapat berkembang.















