Bergerak atau tergantikan.
Dengan berjumpa, jadi pilihan tepat.
Saling menyalurkan energi yang tidak biasa.
Untuk rapatkan barisan, yang biasanya hanya berbincang lewat udara.
Tak cukup olah fikiran, yang memperkuat pergerakan.
Hati, juga jadi mesin utama.
Butuh mengolah rasa. Untuk menjadikan setiap gerak, tak hanya sebatas angka.
Karena jalan masih panjang. Perlu untuk terus berjalan.
Tak hanya perlu satu, lima, lima puluh, lima ribu langkah saja.
Akan tetapi seterusnya.
Terjal pasti ada, angin kencang, kadang badai, basah karena hujan, atau petir menyambar.
Yang mengharuskan kita menepi sebentar.
Istirahat, memberikan kita waktu diam untuk sejenak dan berpikir akan bagaimana perjalanan kita selanjutnya.
Karena hati menjadi penggerak.
Maka meskipun tubuh lelah dan perlu rehat sementara.
Perjalanan akan diteruskan.
Sering kali dengan langkah berat , atau dengan langkah ringan karena kebersamaan.
Maka terus berjalan, tidak lah mudah.
Seringkali orang bisa berlari jauh, kemudian berhenti.
Langkah bukan penentu.
Tak masalah seberapa jauh melangkah.
Karena yang penting tetap berjalan, daripada diam dan memilih menyerah di tengah.











