Ritual Semu
Pemerintah resmi menetapkan 1 Syawal 1436 jatuh pada 17 Juli 2015 dan tentu saja keputusan ini disambut gembira sebab tak ada lagi perbedaan hari perayaan Idul Fitri di Indonesia. Tak ada lagi yang lebih dulu salat Id dan bagi ibu-ibu keputusan ini tentu saja menyenangkan karena mereka telah menyiapkan hidangan lezat untuk anggota keluarga. Bayangkan saja jika tidak sama, wajah para ibu akan kesal seperti beberapa tahun yang lalu. Berbicara Idul Fitri, berbicara juga hal-hal yang selama ini hanya ada pada Idul Fitri. Saya tak membicarakan lezatnya ketupat opor dan rendang, tidak pula warna-warni kue yang tersaji dengan toples-toples menarik. Yang saya bicarakan adalah sebuah ritual yang menjadi hal wajib pada Idul Fitri, yakni saling memaafkan. Memang memaafkan bisa dilakukan kapan dan di mana saja, tapi akan lain jika saat Idul Fitri. Bayangkan saja, jika kamu mempunyai beberapa grup dan ratusan kontak di ponsel, akan membuat ponselmu nge-hang untuk sementara akibat broadcast yang diposting bergantian antar satu kontak dengan kontak lainnya. Hal semacam ini tidak akan terjadi di luar Idul Fitri. Saya menjamin hal ini. Ritual lain adalah permohonan maaf yang disertai janji, baik secara langsung atau tidak langsung, contoh "Pak, Bu, maafkan aku karena setahun ini aku jarang nelepon, suka gak dengerin, dan banyak lainnya." Contoh lain, "Bro, maafin gw ya karena sering bully lu, suka telat kalau janjian, dan kadang bikin lu sedih." Kemudian, apakah janji tersebut ditepati. Nah loh, dosa lagi dong kita! Agak menjengkelkan memang, terlebih lagi dengan seseorang yang meminta maaf disertai wajah sedih karena menyesal atas perbuatan yang telah diperbuat. Tak lama berselang, orang tersebut melakukan lagi kesalahan yang sama. Lantas, ke mana janji yang diucapkan dengan tangisan tersebut? Bro, Sis, saya gak menyalahkan cara permintaan maaf seperti itu, lagipula siapa saya sampai beraninya menyalahkan hal itu. Saya hanya sedih, jika Idul Fitri yang katanya suci justru disertai dengan janji-janji dan wajah-wajah semu. Sebab itu, jika memohon maaf, yuk kita catat janji apa yang kita ucapkan kepada orang lain agar jangan sampai janji tersebut diucapkan kembali pada Idul Fitri berikutnya. Bukankah hari esok harus lebih baik daripada hari kemarin? :) Taqaballahu minna wa minkum Selamat Idul Fitri 1436 H Adik Apriliyadi









