nada
cukup keras ombak itu menerpa kami, bahkan berkali-kali terucap ragu dari mulut ini. namun tidak dengan suara hati yang masih dengan lantangnya meyakinkan segenap jiwa raga tuk kembali mencintaimu anisa. kini kusadar perjuangan nya ialah menjaga kebahagianmu, perlu ku garis bawahi bahwa itu bermuara kepada diri ini tuk melangkah tegar meninggalkan segala kisah di hari lalu. engkaulah nada dalam semangatku, telah lama kudambakan datangnya. semoga maaf ini masih bisa kau terima dengan ikhlas walaupun ku tau berat melupakan curiga yang menyakitimu.
perjalanan pun masih panjang, baiknya ku cerna kembali semuanya dalam diam sebelum semua terlambat. terimakasih untuk sudi ada dan menjadi labuhan hatiku.









