Harga Sebuah Lepas
Mengikhlaskan kehilangan bukan berarti hati harus rela dalam sekejap. Selalu ada ruang sesak di dada yang menolak untuk langsung melepaskan.
Ada kecewa yang tertahan, ada marah yang menjerit diam, karena rasa kehilangan tak pernah ringan, meski kita mencoba menghibur diri dengan kata-kata bijak.
Bahkan memberi uang dalam jumlah besar kadang membuat dada terasa berat, apalagi melepas barang berharga, apalagi merelakan seseorang yang pernah menjadi pusat semesta. Namun, perlahan kita disadarkan: bahwa apa pun yang hilang memang sudah bukan milik kita lagi.
Perlu waktu, untuk percaya pada bisikan hati, bahwa semesta tak pernah lalai mengembalikan sesuatu meski wujudnya tak persis sama dengan yang pernah kita genggam.
Tak lagi sama jumlahnya, tak lagi sama bentuknya, tak lagi sama sinarnya, tapi kelak, kita kan paham apa yang datang adalah yang lebih tepat kita butuhkan.
Hilang tak selalu terganti serupa, justru diganti dengan hal yang menyelamatkan dari luka yang lebih dalam.















