Nyesek sekali rasanya.
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year

@theartofmadeline
art blog(derogatory)

祝日 / Permanent Vacation
ojovivo
YOU ARE THE REASON
Jules of Nature

Product Placement

Origami Around
taylor price

roma★
wallacepolsom
Stranger Things

blake kathryn
Not today Justin

izzy's playlists!

titsay
Sweet Seals For You, Always
styofa doing anything

PR's Tumblrdome

seen from Malaysia

seen from United States
seen from Singapore
seen from United States

seen from Switzerland
seen from United States
seen from United States
seen from Brazil
seen from Netherlands

seen from Poland

seen from Malaysia

seen from Malaysia

seen from United Kingdom
seen from Türkiye
seen from Brazil
seen from United States

seen from United States
seen from Italy

seen from T1

seen from Malaysia
@coldkoalakid
Nyesek sekali rasanya.
Can we just casually talking?
apa kabar?
Sekarang memang sudah ga ada ya teman yang benar-benar hanya ingin berkabar saja? Kebanyakan yang menghubungi saya, ya pas butuh. Kalau ga butuh ya pasti tidak menghubungi saya. Sedikit banyak saya pun jadi memperlakukan teman seperti itu, saya hubungi kalau butuh saja. Hidup ini simbiosis mutualisme, kan?
--yah.
sudah aku katakan.
Hey, diriku. Sudah ku katakan berkali-kali kan? Jangan pernah berharap dengan manusia. Lelah aku menasihatimu.
--yah.
pernah tidak?
Pernah tidak sih kalian merasa lelah tanpa alasan? Sampai tidak ingin melakukan apapun karena energi seolah terkuras habis, padahal tidak.
--yah.
terima kasih.
terima kasih telah masuk ke kehidupanku.
senang mengenalmu, mendengar celoteh humormu.
aku tahu, tidak sedikit pun kau memikirkanku.
tapi, terima kasih.
karenamu aku bisa merasakan apa yang disebut 'butterflies in my stomach'.
sebelum aku patah, aku harus mengakhirinya sekarang.
sekali lagi, terima kasih.
karenamu aku sadar berharap pada manusia hanya akan menumbuhkan kekecewaan.
dan sekarang aku tahu, itu salah.
--yah.
Tahukah kamu? Aku sekesepian itu.
--yah.
insecurity
Belakangan ngetren sekali istilah insecurity ini. Saya pun saat ini sedang mengalaminya, apalagi insecure terhadap fisik sendiri. Tiap hari saya scroll timeline twitter, berniat mencari cara agar insecurity itu berkurang dengan membaca twit dari akun-akun yang saya follow. Apa hasilnya? Saya malah tambah insecure. Hah.
Banyak-banyak bersyukur aja, diriku.
--yah.
so, today..
I got a news from my high school friend. She told me that she got a master scholarship to Taiwan. I was so surprised yet felt so proud of her. Envy? No, definitely not. Allah has given me what I want right now. It is very ungrateful if I ask for more.
Someday, I will make it too. I will get my master scholarship abroad and I hope I'll get to London School of Economics and Political Science. Amin ya robbal alamin...
--yah.
ikhlas
Iya, diuji lagi kadar keikhlasan saya. Semoga bisa melaluinya dengan perasaan ikhlas yang sebenar-benarnya. Bismillah.
--yah.
dan aku
Tahu tidak, apa yang menghantuiku selama ini?
Bukan kamu, bukan dia, bukan kalian, bukan mereka.
Lalu?
Aku sendiri.
Klise ya?
Iya, klise jawabannya.
Yah, paling tidak aku sudah berusaha jujur karena memang demikian adanya.
Insecurity. Lebih tepatnya. Entah kapan istilah itu mulai ngetren.
Insecurity is not a joke, tho.
Maybe, I put too much attention on what people do, then ended with me cursing my self "mereka sudah kemana-mana, sudah sukses, dan aku? masih gini-gini aja."
Lalu aku berpikir,
"Jangan menaruh harapan terlalu besar pada dirimu."
Salah ya pola pikir ini?
Tak ada yang salah, ini realistis, bukan idealis.
--yah.
semusim (bagian 1)
Seorang wanita berusia awal dua puluh tahunan duduk diam di sudut sebuah kafe yang temaram. Di depannya tersaji sepiring eclair dan secangkir teh hangat yang menemani menyambut turunnya salju pertama tahun ini. Sepi. Hanya ia yang ada di kafe itu. Pun hatinya juga sepi.
Ia menghela napas, mengambil secarik kertas dari dalam tasnya, membaca tulisan di kertas itu sekali lagi.
"Aku benci kau, Liana".
Satu kalimat sederhana, namun ia tak mengerti maknanya. Meski tanpa nama, ia kenal persis dengan tulisan tangan itu. Tulisan Lara, sahabatnya. Mengapa Lara mengirim surat itu padanya? Ia merasa tidak pernah melakukan sesuatu yang salah. Tentu saja ia sudah mencoba menghubungi Lara, namun nihil. Tak ada hasil.
"Cih, hidup tidak sebercanda ini, Lar."
tbc.
---yah.
kata kita.
Aku bicara kita, bukan aku, kamu, dia, atau mereka. Satu kata saja, kita. Jangan dipecah, jangan dibelah. Kita jangan jadi barang pecah belah, yang pecah dan terbelah sulit disatukan.
Miris. Seperti yang terjadi baru-baru ini di negeri sendiri. Semoga kita bisa terus menjadi kita agar kata kita lestari.
--- yah.
after effects
apa yang terjadi setelah ini, saya takut.
---yah.
mission one : accomplished.
Special thanks to my mind, my heart, my soul, and my body, or in short my self. Thank you for the willingness to survive on this past four years of college life. Thank you, thank you, thank you. I love you.
---yah.
rindu
Tersadar bahwa di tanggal ini tepat empat bulan kepergianmu.
Selama dua minggu ini kau datang dalam mimpiku dua kali, yang pertama di tanggal 20 Juni, tepat sehari setelah ulang tahunmu. Dan yang kedua tadi malam, tepat di tanggal kau meninggalkan kami semua, empat bulan yang lalu. Dua kali itu pun kau datang ke mimpiku sambil tersenyum. Senang melihatmu tersenyum, semoga kau benar-benar bahagia di sana. Aku hanya bisa mengirim doa-doa dan berharap kau sering mendatangi mimpiku. Maaf jika tangisku malah memberatkanmu, aku akan mencoba untuk tidak menangis. Seperti katamu dulu, ‘senyumin aja’.
---yah.
me to my self
You did well, you did well. Please, say to me ‘you did a great job’ from the bottom of your heart.
:(
—-yah.