I love myself but,
I like me better when I'm with you
art blog(derogatory)
No title available
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ

roma★

No title available
Today's Document

shark vs the universe
dirt enthusiast
styofa doing anything
Claire Keane
Sade Olutola

JVL

Andulka

@theartofmadeline
we're not kids anymore.

⁂
Stranger Things
i don't do bad sauce passes

★
wallacepolsom

seen from United States
seen from Brazil

seen from Italy

seen from Türkiye
seen from United States
seen from United Kingdom
seen from United States
seen from Malaysia

seen from United States

seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from Egypt

seen from Chile

seen from United States
seen from Germany
seen from Germany

seen from Türkiye
@dyngdonk
I love myself but,
I like me better when I'm with you
hai, aku rindu menulis. terutama menulis tentangmu.
This is my book for June 2020.
Empat buku untuk empat minggu. Sekedar ikut tantangan membaca buku demi motivasi menyelesaikan (sebagian kecil) tumpukan buku yang tak selesai terbaca. Ada yang sudah nyari empat tahun tak kunjung selesai, ada yang dua tahun, dan ada yang beberapa bulan. Hanya dibuka sampulnya, dibaca bab pertamanya, atau sekedar dibolak-balik melihat seperti apa isi buku itu.
Akan ku tulis reviewnya setiap minggu, dimulai dari buku paling atas, semangat!
BUKU MINGGU PERTAMA
"Muslimah Teladan Sepanjang Sejarah"
Buku pemberian seorang teman lama disela-sela pertemuan sangat singkat kami ketika dia transit di Makassar dalam perjalanannya ke Surabaya beberapa tahun lalu, buku yang istimewa karena tidak pernah menyangka akan menerima buku seperti ini dari seorang pria beda keyakinan.
Buku ini awalnya sempat ku baca hingga bab pertama kemudian "hilang" dari rak buku ku, dipinjam ibu dan adikku yang juga ingin membacanya. Mengapa hanya bab pertama? Bab pertama yang berkisah tentang Khadijah Binti Khuwailid cukup bikin saya merinding, butuh jeda waktu sangat lama hingga akhirnya saya memutuskan untuk lanjut membacanya melalui tantangan ini. 21 bab yang membahas sejarah singkat dari 21 muslimah teladan yang berada di sekeliling Nabi Muhammad SAW semasa hidup. Wanita tersebut adalah para istri beliau, bibi-bibinya, serta ibu asuh yang beliau kasihi.
Buku ini adalah pengetahuan baru bagi saya, untuk pertama kalinya saya bisa mengetahui dengan lengkap nama sebelas istri Rasulullah serta para wanita yang mengasuhnya sejak bayi serta sejarah mereka. Tiap bab tidak lewat tanpa merinding mengetahui keistimewaan mereka. Imajinasiku bekerja membentuk bayangan masa-masa awal Islam diperkenalkan, bgmn rasanya berada pada jaman tersebut, serta berusaha memahami kalimat yang sarat akan makna hingga ribuan tahun setelahnya.
Buku ini adalah buku sejarah yang sangat tipis jika membahas tentang agama Islam namun rangkuman yang sangat berguna bagi seorang wanita muslim jaman sekarang dengan pengetahuan agama yang masih sangat cetek yaitu diriku sendiri. Oh iya terima kasih ya teman lama, bukunya bagus dan akhirnya bisa ku selesaikan membacanya!
This is my book for June 2020.
Empat buku untuk empat minggu. Sekedar ikut tantangan membaca buku demi motivasi menyelesaikan (sebagian kecil) tumpukan buku yang tak selesai terbaca. Ada yang sudah nyari empat tahun tak kunjung selesai, ada yang dua tahun, dan ada yang beberapa bulan. Hanya dibuka sampulnya, dibaca bab pertamanya, atau sekedar dibolak-balik melihat seperti apa isi buku itu.
Akan ku tulis reviewnya setiap minggu, dimulai dari buku paling atas, semangat!
Anggap saja merayakan (lebih dari) satu dekade pertemanan! Sebuah tulisan yang nampaknya akan cukup panjang, untuk teman yang tidak pernah ku prediksi akan ku miliki hingga saat ini dan nanti. Bahkan sebelum memulai tulisanku, ku ingin kamu berjanji kita akan selalu baik-baik saja, oke?
Kita sama-sama tahu, aku tidak ingat persis seperti apa awal kita bisa saling mengenal, yang ku ingat hanya waktu itu adalah tahun terakhirku berseragam putih abu-abu. Tenang saja, sejak menyadari tidak punya ingatan jelas tentang waktu itu, aku akan menyimpan dengan baik ingatan-ingatan lainnya tentangmu.
Menjadi yang paling ku cari ketika ingin berpetualang ke gunung atau ke laut dan menjadi yang paling kamu cari ketika ingin berkeliling kota, ku rasa cukup adil untuk pertemanan kita. Menyenangkan menjadi yang paling dibutuhkan satu sama lain. Dan menyebalkan jika terkadang merasa tidak butuh siapa-siapa lagi, mengingat kita adalah makhluk sosial. Tentu saja, kita punya banyak teman, temanku tidak bisa ku hitung, tapi rasanya begitu malas untuk menjelaskan berulang-ulang tentang diri sendiri jika sudah ada yang tahu segalanya.
Kita sudah melalui banyak waktu bersama, cukup banyak untuk mengatakan aku mengenalmu dengan sangat baik, tapi tetap saja selalu ada bisikan jika aku belum mengenalmu dan kamu belum mengenalku. Kita bisa ribut mendiskusikan kehidupan melalui perspektif masing-masing, kita bisa saling diam dan asik dengan pikiran masing-masing, kita bisa sangat hemat dalam berkata-kata hingga rasanya kesal jika tidak menemukan jawaban yang detail tapi diwaktu lain bisa saling memahami tanpa banyak kata, bahkan tiba-tiba bisa tanpa kabar selama berbulan-bulan, berpikir masing-masing cukup tahu melalui postingan sosial media.
Hei, apakah cuma aku yang merasa aman jika berjalan bersamamu? Atau cuma kamu yang begitu malas mencari teman jalan yang lain? Kita tahu kita bisa bertanggung jawab terhadap diri masing-masing, tapi juga tidak bisa tidak peduli pada yang lain, selalu ada waktu untuk memastikan satu sama lain baik-baik saja. Untuk itu, ku katakan aku merasa cukup punya satu orang teman sepertimu.
Kamu selalu bertanya, seperti apa dirimu di tahun awal kita kenal? Ku pastikan ku beri jawaban sebanyak yang bisa ku ingat, bukan untuk membuktikan bahwa aku memang mengenalmu sejak lama, tapi sebagai bukti bahwa kamu bertumbuh menjadi pribadi yang semakin baik, kaku sekali ya kalimatnya haha. Karena sudah mengenalmu belasan tahun, kamu bilang aku satu-satunya makhluk di bumi yang tahu segalanya (tentangmu), menyenangkan mengetahuinya. Yang kamu anggap paling tahu dirimu pun kadang masih merasa belum cukup mengenalmu.
Seperti yang ku tulis di awal, kadang rasanya seperti tidak butuh siapa-siapa lagi. Rasa yang melahirkan sikap posesif yang sering kita tunjukkan satu sama lain. Apakah teman memang seperti itu? Kurasa wajar untuk teman yang selalu ada selama beberapa belas tahun. Akan kesal jika yang satu terlalu sibuk hingga mengabaikan yang lain. Akan bersikap menyebalkan jika tidak saling memberi waktu. Akan bertanya lebih banyak terhadap setiap orang yang mendekati. Rasa saling memiliki yang tinggi, kita harus belajar dari sini, belajar memahami bahwa setiap manusia adalah makhluk sosial yang akan (selalu) butuh manusia lainnya.
Tulisan ini sepertinya sudah terlalu panjang. Apa lagi yang ingin ku tulis untuk satu dekade ini? Katamu tidak usah takjub karena ini baru awal, tunggu hingga 40 tahun lagi. Jika memang begitu, ingatkan aku untuk menulis setiap 10 tahun, lalu akan kita baca bersama 40 tahun kemudian. Masih sanggupkah kita membaca diusia 50 tahun pertemanan? Yap, tugas kita adalah memastikan kita baik-baik saja hingga nanti.
Peluk, wid.
Tulisan ini untuk Gio L. Endriani Muchlis.
"semoga setelah semua berlalu, kita masih saling mengenal"
"kau adalah canduku beberapa tahun ini..." ucap seorang wanita pada lembaran kertas di depannya. ia sedang membaca, sebuah catatan tentang perasaan lama yang tak pernah sampai.
pikirannya terdampar di suatu masa ketika ia sedang berharap pada seseorang, harapan yang seringkali mengendap menjadi mimpi ketika ia terlelap. memori-memori itu terbuka tiba-tiba, seperti kertas-kertas di atas meja yang berjatuhan tertiup angin dari jendela kamarnya.
pikiran dan memori yang mengantarkan tangannya membaca catatan lama, tentang candu yang akhirnya bisa ia ikhlaskan saat ini, meski rasa rindunya masih menyapa sesekali.
“To die is nothing; but it is terrible not to live.”
—
“Aku penasaran, jika suatu hari kamu menemukan tulisanku, akankah kamu mengetahui tulisan itu semuanya tentang kamu?”
—
A.W.
9 Juni 2017.
(via surat-pendek)
ingin ku tanyakan padamu.
Menjauh
Akan tiba saatnya kita akan berhenti mencintai seseorang, bukan karena orang itu tidak menyukai kita lagi. Melainkan kita sendiri yang menyadari bahwa orang itu akan jauh lebih bahagia ketika tidak bersama kita.
Beberapa orang benci ketika ucapan selamat tinggal itu tidak mampu terucap dan seseorang pergi pada saat yang tidak tepat.
Barangkali melepaskan seseorang tidak pernah seburuk itu. Aku tidak sepakat bahwa tidak ada perpisahan dengan baik-baik, pun aku tidak pernah setuju bahwa tidak ada pamit dalam sebuah perpisahan. Selalu ada berpisah dengan cara yang indah, terlihat membahagiakan, meski hati tetap saja menjerit kesakitan karena tidak sanggup merelakan.
Apabila masih berharap silahkan menunggu, toh jika memang takdir maka pasti akan kembali. Kalau memilih untuk melupakan lalu menjalani hidup ke depan, itu lebih baik.
Perpisahan tidak selalu buruk. Sebab barangkali, ketika sedang dijauhkan dari seseorang, kita hanya sedang didekatkan kepada yang lebih baik. Dan kita malah menganggapnya itu adalah perpisahan yang menjauhkan.
Padahal, Allah hanya sedang menampakkan sebuah kasih sayang.
Jogja, 22 Juni 2018 | Seto Wibowo
“I am both worse and better than you thought.”
—
Untuk seseorang disana:
Aku ingin menjadi pilihan jawaban yang tepat diantara pertanyaanmu dalam munajat.
Selamat istirahat diantara sibuknya hari, semoga besok bisa menjadi teman dudukmu diantara penat.
Sending failed , hanya bisa di ketik di laman biru tua.
Sekuat apapun ditahan yang pergi akan tetap pergi, jika tidak pergi mungkin ia akan mati karena kau mengikatnya keterlaluan.
Jashujanmu
Penyesalan
Melakukan kesalahan itu mudah, memperbaikinya yang susah. Jangan kamu pikir kamu tidak akan pernah sampai di titik sadar.
Barangkali saat ini kamu masih merasa biasa-biasa saja dengan kesalahanmu. Kamu masih bisa melakukan apapun tanpa berpikir panjang tentang sesuatu hal yang akan terjadi nanti di kehidupanmu.
Suatu hari saat kamu sudah mulai menyadari, kamu akan menyesal saat kamu bertemu kembali dengan seseorang yang pernah kamu lukai. Kamu akan menyesal atas sikap dan perbuatan yang banyak merugikan dirimu sendiri.
Suatu hari saat kamu sudah mulai menyadari, kamu akan memahami betapa berharganya waktu, betapa berharganya perasaan seseorang, betapa berharganya menjaga sikap dan perbuatanmu sendiri.
Penyesalan memang selalu datang terlambat. Pun memperbaiki selalu butuh waktu yang tidak sebentar.
—ibnufir
self reminder
“Just be honest with me, I’ll respect you way more.”
—
Menangislah Jika Itu Menenangkan
Perkara hati adalah perkara yang tak mudah diprediksi. Seorang lelaki gagah pun bisa saja tiba-tiba menangis karena kehilangan. Seorang lelaki parlente pun bisa saja berkali-kali menangis karena ditinggalkan. Rupanya hati tak pernah bergantung pada rupa, predikat, pekerjaan, kekayaan, dan kedudukan. Hati adalah alam sendiri yang bisa bahagia dan sedih semaunya.
Menangislah dan jangan berhenti jika itu menenangkanmu meski hanya untuk sesaat. Menangislah dan resapi jika itu mengurangi dukamu meski tak lama. Tangisan bukan tanda kelemahan. Menangis adalah tanda hatimu masih hidup meskipun redup, tanda masih bisa berharap dan membuat pilihan dalam hidup. Bersyukurlah karena rindu nan sendu itu berhasil membuatmu menangis, bahkan berkali-kali. Hatimu lembut. Jangan salah, yang menangis hari ini belum tentu akan terus hidup dalam sedu-sedan di masa depan.
Jika kamu adalah orang yang kehilangan, ditinggalkan, atau telah menyia-nyiakan kesempatan atas sebongkah hati manusia, sekalipun susah tapi bersyukurlah saja. Bersyukur karena kamu hanya kehilangan manusia, bukan kehilangan Allah. Bersyukur karena kamu hanya ditinggalkan manusia, bukan ditinggalkan Allah. Bersyukur karena Allah tak pernah berpaling dan selalu memberi kesempatan yang sangat luas sekalipun kamu terlalu sering menyia-nyiakan-Nya.
Jangan kamu tolak rasa sedih dan sendu itu. Kamu bisa jadikan itu energi untuk melawan balik. Bukan balas dendam, tapi untuk melanjutkan hidup dengan versi terbaik dari dirimu. Pengalaman pahitnya kehilangan adalah pengalaman yang berharga, yang mengajarkan kamu untuk menjadi pribadi lebih baik yang menghargai sesuatu dan kesempatan yang kamu punya.
Well, kehilangan memang berat. Tapi kita adalah orang-orang yang percaya. Yang percaya bahwa takdir itu ada, yang percaya bahwa jodoh itu ada. Saat kehilangan terasa begitu berat, bayangkan saja bahwa kamu akan dipertemukan dengan seseorang yang akan menyerahkan hati sepenuhnya untukmu. Jangan jadikan dia yang di masa depan itu menjadi sia-sia untuk yang kesekian kalinya, karena kamu berkewajiban memberikan hatimu padanya tanpa ada luka segores pun.
Barangkali kamu hanya butuh waktu untuk kembali pulih. Nikmati saja jika memang harus menangis. Al-Qur’an adalah obat dan penawar, cobalah sembuhkan hatimu dengan membacanya perlahan. Aku tak tahu kapan kamu akan pulih, tapi setidaknya percayalah bahwa Al-Qur’an adalah penawar hati yang luka. Tangismu itu akan lebih bernilai jika diiringi bacaan Al-Qur’an meskipun sambil terbata.
Jangan berhenti memikirkan masa depan. Masa lalu adalah bagian dari dirimu yang tak akan hilang, tapi kamu tak lagi hidup di situ. Dimensi tempatmu hidup adalah hari ini yang terus berjalan maju. Akan banyak sekali tempat yang kamu singgahi dan orang yang kamu temukan. Aku adalah orang yang sangat percaya, bahwa kelak kamu akan menemukan seseorang yang menjadi tempat pulangmu, yang akan membuatmu bersyukur memilikinya, dan yang akan menghapus penyesalanmu yang telah lalu.
Allah tak pernah meninggalkanmu, Sahabatku.
“Do not lose hope. Nor be sad.” (Surah Ali Imran: 139)
— Taufik Aulia
Jika Wanitamu adalah Aku
Pertama, kuucapkan turut berduka cita karena kamu mencintai wanita yang penuh dengan kekurangan dalam dirinya. Kedua, kuucapkan selamat karena kamu akan terus dicintainya dengan hebat.
Kelak, jika akhirnya kamu yang kupilih menemaiku, ketahuilah bahwa aku telah menerima seutuhnya dirimu. Kamu memang bukan yang pertama tapi kupastikan kamu adalah yang terakhir dari segalanya dan yang menempati satu tempat di hatiku dengan seluruhnya.
Aku tak bisa menjanjikan kamu akan bahagia tapi kupastikan aku akan terus berusaha membuatmu bahagia. Apa yang kamu rasa, aku tak ada kuasa. Kamu akan terus dan terus menemukan setiap kekurangan yang ada. Mungkin sesekali membuatmu jengah, tapi membiarkanmu pergi ke lain hati aku enggan sama sekali.
Jika kamu mendapatiku tersenyum saat kamu memujiku, ketahuilah saat itu aku sedang takut kamu akan kecewa. Jangan taruh ekspetasimu terlalu tinggi tentangku, karena aku tetap saja hanya manusia biasa.
Bahagiakan aku dengan hal-hal sederhana. Sesederhana mungkin aku membuatmu bahagia; dengan perhatian, dengan pijatan di kepala, dengan masakan-masakan uji coba, dengan menggandengmu kemana-mana.
Jangan berharap akan gadis anggun nan jelita, yang ada mungkin aku akan menganggapmu seperti kawan lama. Tertawa keras, berkata kasar sesekali, atau bahkan memukulmu saat kesal.
Kamu akan mendapati aku yang meledak-ledak. Setiap ledakannya akan berbeda tergantung suasana. Jangan kaget jika kamu mendapati aku tiba-tiba menangis tanpa sebab, bahkan hanya karena aku tak bisa mengungkapkan apa yang aku rasa.
Bisa jadi aku manja, merengek padamu seolah anak kecil pada ayahnya. Ketahuilah bahwa rengekan itu hanya kamu yang menerimanya. Bisa jadi aku dewasa, sehingga dapat memanjakanmu yang sewaktu-waktu berubah menjadi anak tk.
Sering kali aku akan banyak maunya. Meminta ini dan itu tanpa malu. Jangan kabulkan semuanya. Terkadang keinginanku hanyalah rasa penasaran yang berujung sia-sia. Kamu harus lebih pintar memilah yang terbaik untuknya.
Bersamanya kamu tidak akan pernah takut untuk ditinggalkan, kecuali jika Tuhan yang menginginkan. Bersamanya, kamu tidak akan pernah berjuang sendirian.
maka jika..