Profesor
Kata keramat yang telah ku simpan sejak belasan tahun yang lalu dan ku bawa kemana-mana, tentang dimana pertama kali aku mengenalnya, entahlah, yang jelas aku mengaguminya. Tak pernah ku ceritakan pada siapapun termasuk ibu dan ayahku, tidak juga guru MI di kampungku, sampai aku terpojok disini, tumblr, dan mencoba merayakan hidupku lewat tulisan, aku baru berani menampakkannya.
Kata keramat yang membuatku berani menerobos hujan dalam gelap malam dan terbang di atas ketinggian tiga ribu kaki untuk pertama kali, sendirian, meninggalkan keluarga dan teman-teman MIku di kampung, kemudian terdampar di kota hujan bertahun tahun, kota pertama tempatku mengenal banyak bahasa, dan tempat pertama aku mencari tahu bagaimana cara kereta api berbalik arah, aku ingat guru MI ku tidak menjawab ketika ku tanyakan padanya dulu, terang saja di daerahku hanya ada kereta kuda.
Kata keramat ini menjadi peletup semangatku untuk kembali terbang lebih tinggi lagi, melayang-layang tiga puluh empat ribu kaki di atas permukaan laut, terus kebarat melewati batas terluar zamrud khatulistiwa, dan terus menyusuri lautan awan yang terhampar luas diatas samudra hindia, sampai akhirnya aku kembali mendapati keberagaman bahasa dari bebagai pelosok bumi ini, dan membuktikan sendiri bagaimana ciri-ciri fisik peduduk suatu negara menurut yang pernah diajarkan guru MTsku dulu, aku telah tau sejak dulu ras yang tersebar di prmukaan bumi ini lewat buku, tapi kemudian kata keramatku mendorongku untuk menyaksikan sendiri kebenaran buku yang pernah aku baca tersebut. Dan yang paling berharga dalam perjalanku bersama kata keramatku adalah aku bisa menyaksikan sendiri sisa dan puing-puing sejarah dimana peradaban dunia mulai dibangun oleh orang yang paling mulia di permukaan bumi ini, dimana cerita heroiknya terekam dalam buku sejarah sejak seribu empat ratus tahun yang lalu.
Disni aku menempel kata keramatku agar aku bisa melihatnya setiap hari, aku tau ia masih berupa deretan huruf yang tidak berbentuk dan masih berserakan, aku ingin menyusunnya, dan membawanya pulang ke kampungku.















