Hanya karena aku yang memilih pergi, nggak berarti aku nggak merasa sakit.
$LAYYYTER

Kiana Khansmith

No title available
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
almost home
YOU ARE THE REASON

★
he wasn't even looking at me and he found me
tumblr dot com

izzy's playlists!
Sade Olutola
DEAR READER

Andulka

blake kathryn

Product Placement
No title available
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
art blog(derogatory)
trying on a metaphor
Cosmic Funnies
seen from Mexico

seen from China

seen from Slovakia

seen from France
seen from United States
seen from United States

seen from Australia
seen from United States
seen from United States

seen from Peru

seen from Malaysia

seen from United States
seen from United Kingdom
seen from United Kingdom

seen from Malaysia

seen from France
seen from Australia
seen from United States
seen from France

seen from Malaysia
@gadisnemo
Hanya karena aku yang memilih pergi, nggak berarti aku nggak merasa sakit.
Jangan sampai perbuatan buruk seseorang terhadapmu membuatmu pertanyakan kelayakan dirimu untuk dihargai, dihormati dan dicintai; Karena alasan seseorang berbuat buruk terhadapmu tidaklah ada di dalam dirimu, tapi ada di dalam diri dia sendiri.
©Fajar Sidiq Bahari (@fajarsbahh)
"Serumit apapun jalan hidup, selagi kita tahu arah kiblat untuk bersujud, yakinlah Allah pasti memberi petunjuk"
Saya kembali lagi. Setelah sekian lama fakum
Aku kehilangan seseorang yang bahkan belum sempat aku miliki sama sekali.
Katakan Saja, Lalu Aku Akan Pergi Selamanya
Katakan kamu tidak mencintaiku, lalu aku akan pergi selamanya. Tetapi, kata demi kata tak jua menderas dari bibirmu. Kamu membiarkanku tenggelam ke dalam kesunyian. Keterdiamanmu menjadi titik di mana aku mulai mempertanyakan segala. Atas keraguan yang mulai berdetak di dalam dada.
Dulu, kita begitu yakin bahwa jarak ialah sesuatu yang dapat kita ringkas dengan cinta yang utuh. Bahwa mencintaimu ialah perjalanan tanpa lelah, dan ke sanalah aku menentukan langkah masa depanku. Tetapi, aku salah. Ternyata, hanya aku seorang diri yang terus berjuang melipat jarak, sedangkan kamu hanya membeku seakan jarak kini telah menjadi batas tegas di antara.
Persetan dengan jarak, kataku. Terima saja jarak ini, katamu.
Perbedaan itu mencipta jurang di hadapan, seakan kini tanganku begitu enggan merengkuhmu. Seakan, segala bahagia yang kita susun bersama perlahan memudar. Aku terduduk di tepian pantai menunggui senja tiba, berharap kamu masih ada di sampingku menemani. Nyatanya, kini aku hanya seorang mendengar suara ombak yang begitu hebat menelan segala sepi.
Keraguan terus merambati ruang-ruang perasaan, melahirkan sesak-sesak; pun pertanyaan di dalam kepala yang kian penuh.
“Jika memang seperti ini, untuk apa aku bertahan di dalam kesakitan?”
Dan mungkin benar, perpisahan menjadi titik di mana aku harus mulai menapaki langkah yang lebih yakin dan mantap. Tidak terjebak di dalam ketidakpastian yang menikam perasaan bertubi-tubi.
Been in this situation👋
Jika suatu hari nanti ada saat di mana perpisahan adalah jalan terbaik untuk kita, aku harap kita bisa mengucapkan selamat tinggal dengan senyuman di wajah, bukan dengan air mata membasahi pipi.
Rumah, 25 Jan 2k20
Untuk Mama
Rasa-rasanya ucapakan terimakasih masih tak cukup untuk mewakili rasa bersyukurku karena kerelaan hati telah mempertaruhkan kehidupanmu untuk kehidupanku.
Karena berkurangnya istirahatmu untuk bangun ditengah pekatnya malam. Melangitkan doa-doa yang tak pernah aku dengar namun selalu aku rasa. Membumikan ikhtiar untuk hidupku yang lebih baik.
Karena tentu saja, aku yang sekarang bukanlah karena kerja kerasku. Boleh jadi karena sembabnya matamu yang memohon kebahagiaanku.
Ma, mengejar dunia itu melelahkan. Hidup diluar sana luar biasa letih. Namun jika teringat pulang, energi itu bangkit kembali. Bahwa dirumah akan selalu ada peluk paling hangat yang selalu aku damba.
Sajaksore
17 Desember 2020
“Tugasmu bukan memperbaikiku. Tugasmu adalah menemaniku ketika aku sedang memperbaiki diriku sendiri.”
— (via mbeeer)
Kadang muncul ragu, siapa saja yang kau hubungi selain aku? Siapa saja yang kau telfon selain aku? Berapa banyak wanita yang kau dekati selain aku? Tapi akupun tahu, kepercayaan diperlukan untuk setiap hubungan, terlebih untuk kita yang terpisah jarak. Maka, aku memberimu percaya, jangan pernah kau salah gunakan, aku tahu pasti, kau tahu apa yang akan aku lakukan jika aku tahu kau mengkhianati.
Sebuah Tawaran
Terserah padamu kini, karena sebelumnya aku sudah pernah dibuat sakit hati lebih dari ini. Namun, bila kamu berubah pikiran, mari berhenti membicarakan perasaan, ia taklebih dari sesuatu yang sementara, yang bisa membuat siapa saja bosan, termasuk kamu, berhenti bertanya aku cinta atau tidak, berhenti juga berkata maaf sudah mengecewakan, tapi mengulanginya berkali-kali. Kita mulai saja bicara tentang bagaimana caramu untuk tetap yakin dan bertanggungjawab atas segala sesuatu yang sudah kamu putuskan.
Tawaranku ini, semoga tidak kamu artikan macam-macam. Bagaimana pun, jika benar nantinya, kamu adalah imam: seseorang yang harus aku patuhi, seseorang yang juga aku percaya akan mampu melindungi. Maka, pada bagian sebelum perayaan, aku perlu memastikan, yang kupilih nanti adalah harus seseorang, adalah harus kamu yang taklagi banyak keraguan, dan bertanggungjawab pada setiap pilihan. Jika tidak, lebih baik jangan.
Takusah khawatir, selama denganmu aku belajar banyak hal. Sungguh jika kita tetap tidak bisa bersama, terima kasihku sudah seharusnya tidak terhingga. Hanya, setelah ini, pada siapa pun nanti, semoga kamu juga belajar sesuatu: bahwa salah satu musuh terbesar manusia adalah keraguan di dalam dirinya. Bahwa yang mampu mengalahkan itu adalah usaha untuk mau menguatkan hati, menerima baik dan buruk segala hal yang datang dari keputusannya.
Dengan segala bentuk ketidakpastian yang aku rasakan, banyak orang berkata tinggalkan. Tapi apa yang harus aku tinggalkan jika aku tidak sedang menunggu. Iya. Aku tidak menghitung ini sebagai penantian, melainkan masa-masa mendewasakan diri, mempersiapkan hati dan badan untuk soalan lain yang kuyakin lebih sulit. Bila di dalamnya masih ada cerita tentangmu, sungguh ia bukan rencanaku.
Akhirnya begini saja: semoga Allah senantiasa melindungimu, semoga Dia juga semakin menjauhkanmu dari iblis bernama ragu-ragu. Tolong sehat dan bahagia selalu, ada seseorang yang dengan segenap kealpaannya, tetap kuat mendo'akanmu. Jika tidak aku, pastilah seseorang yang lain.
“Biar Allaah yang tentukan jalan do'a kita.”
—
Agar kita tahu, betapa manisnya rasa menyerah dan menjadi hamba.. (via andromedanisa)
Biar Allaah yang tentukan jalan do’a kita. Agar kita paham, bagaimana berharap hanya kepadaNya saja tanpa takut untuk terluka,
“Terima kasih untuk segala tingkah lakumu yang lucu. Perlahan mengubah abu-abuku menjadi merah jambu.”
— Ah sepertinya aku tengah terjatuh. Bisa kau tangkap secara utuh?
Mulai mencari yang baik, bukan yang terbaik, yang pandai pulang, bukan yang pandai pergi, yang menerima kesalahan, bukan yang menyanggah kesalahan, yang menegur, bukan yang diam, yang menenangkan, bukan yang mengekang.
@ruangdanpena
“Bagaimana bisa aku menyalahkanmu karena telah jatuh hati padanya? Dia memang lebih pantas untuk bersanding denganmu karena dia memiliki segala hal yang tidak aku punya. Tidak heran jika kamu jatuh hati kepadanya. Yang aku sesalkan adalah sebelum bertemu dengannya, kamu sempat bersikap seakan benar-benar peduli denganku. Dan aku hampir percaya itu.”
—
You were just a dream that I took too far. // A.W.
Bandung, 3 Mei 2018.
Selamat Ulang Tahun Untuk Kamu
Mungkin kita tidak berakhir dengan tujuan yang sama, namun aku tidak pernah melupakan pada apa yang pernah kita rajut di waktu silam. Mungkin kita telah melewatkan ribuan detik untuk sekadar bicara perihal hari-hari yang kamu lalui; kenangan-kenangan buruk yang ingin dilupakan. Mungkin, kita telah begitu jauh untuk kembali dan berdoa agar realita berubah sehingga kita kembali bersama.
Hari ini; hari di mana aku mengingat dan memikirkan itu semua. Seakan tiada waktu yang tepat untuk mengatakannya padamu bahwa rindu itu selalu tiba tetiba, lalu menguap begitu saja. Di setiap hari ini, aku merasa ingin sekali lebih dekat satu langkah menujumu, menikmati kenangan lama—sesuatu yang begitu kusesali. Kita pernah begitu dekat tanpa menyadarinya satu sama lain. Jauh sebelum aku tenggelam pada perasaan-perasaan lain di waktu setelahnya. Kamu, ialah seseorang pertama yang menunjukkanku seperti apa rasanya mencintai.
Aku begitu sadar bahwa jarak telah membunuh perjalanan kita masing-masing. Bisa jadi Tuhan telah menutup segala kesempatan yang ada. Namun, entah kenapa, untukmu aku merasa selalu menemukan tujuan. Bahkan, ketika aku terus mengalami kekalahan sedangkan kamu terus menemukan kebahagiaan.
Hari ini, aku hanya ingin merayakan bertambahnya usiamu dengan mengingat segalanya kembali; mencari energi untuk mengatakan yang sesungguhnya padamu. Cinta terkadang memang rumit, karena tidak semua orang bisa menerima kepergian; tidak semua orang bisa menerima pilihan. Bersamamu, aku merasa begitu rumit karena aku telah rela dengan kepergianmu, tetapi sulit menerima realita bahwa kamu telah pamit dari perasaanku.
Aku menuliskan ini tepat 1 tahun 3 bulan yang lalu.
"Aku bisa membuatmu jatuh cinta kepadaku dengan kata-kata. Pun, aku bisa menikam dan membunuhmu, pula dengan kata-kata"
Jadi, pilih yang mana?