bayik ❤ https://www.instagram.com/p/CmWpRIWvSM9aevnJk-Kxpo6AP-ah0Pm-ZIPizk0/?igshid=NGJjMDIxMWI=
Show & Tell

#extradirty
Fieri Frames

oozey mess

No title available
No title available
Cosimo Galluzzi
The Stonewall Inn
h
sheepfilms

Love Begins

tannertan36

ellievsbear
Lint Roller? I Barely Know Her
Claire Keane
KIROKAZE

bliss lane

@theartofmadeline

Game Changer & Make Some Noise
macklin celebrini has autism
seen from Brazil

seen from Türkiye
seen from Italy
seen from Germany
seen from Nepal

seen from Italy
seen from Türkiye
seen from United States
seen from Canada

seen from Germany
seen from Ecuador
seen from United States
seen from United States

seen from Türkiye
seen from United States
seen from Burkina Faso
seen from United States
seen from Canada
seen from Türkiye

seen from Ukraine
@grahitasulistya
bayik ❤ https://www.instagram.com/p/CmWpRIWvSM9aevnJk-Kxpo6AP-ah0Pm-ZIPizk0/?igshid=NGJjMDIxMWI=
Alhamdulillah.. Anak kedua kami, bayi istimewa, lelaki kuat nan hebat. -Sa'ad- Bayi beruntung.. Lahir di dalam mobil, perjalanan menuju RS. Tubuh mungilnya ditangkap langsung oleh papanya. Melahirkannya pun nikmat tanpa trauma, tanpa jahitan. Seperti afimarsi positif mamanya. MasyaAllah. Alhamdulillah.. Allahu Akbar. Banyak ceritaa sebenarnyaa, tapi kali ini aku hanya ingin bnyak berdoa, bersabar dan bersyukur.. Sehat selalu anak lelakiku, selamat ya naak hari ini sudah sebulan ❤ #30haribercerita (at RSUD.Dr.Kanujoso Djatiwibowo) https://www.instagram.com/p/CY6h-3Yv9rH/?utm_medium=tumblr
sabarnyaa terus di uji, iman dan amalnya harus ditingkatin. Allah tau saat yang tepat dan akan mnjawab smua doa umatnya di saat-saat yang mungkin tak kita duga.
grahitaa yang makin hari makin berkurang usianya. 26 yo.
[Harap Tenang] . . "Panasnyaaa harinyaa.." "Duuh silauu.." "Iss.. keringatan.." "Huuuh.." . . . . Ssssst... sudaaah.. sudaah... jangan ngeluh terus yaa! . . . Harap tenang! saya mau tidur siang :D -GSR -2:25 PM- @30haribercerita #30haribercerita #30hbc1918 #30hbc19tenang https://www.instagram.com/p/BsxA0XYBYZU/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=10tvqsskoexv2
Hayooo... masih pagi lo! Siapa seseorang yang terlintas saat ngeliat gambar ini? Atau bahkan merindukan diri sendiri yang dulu, gara gara 10yearschallenge yang lagi ngehits akhir-akhir ini. . Merindukan sahabat. Merindukan moment indah bersama temen-temen. Merindukan badan dulu yang langsing. Merindukan kota rantau. Merindukan aaah yaah banyaklah.. Iyaa?? . Hmmm... Apapun itu, semoga cukup kita aja yang tau. Apa saja yang dirindukan. Cukup menyampaikan rindu melalui doa dalam diam. . Diam-diam saling mendoakan dalam kebaikan. @30haribercerita #30haribercerita #30hbc1917 #selfreminder https://www.instagram.com/p/BstxXUHhxZX/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=9voq0ckbxnpg
[#temansejiwa] "Makasih ya ayy buat hari ini. sampai ketemu lagi ya.. doain aku ya ay.", ucapnya sebelum kami mengakhiri pertemuan. . "Iya. Makasih ya ayy., tetep doain aku juga yaa.. ga tau lagi ini kita kapan bisa ketemu, padahal satu kota. Semoga kita ketemu lagi udah dengan keadaan baru yang berbeda ya.", ucapku masih sambil sesenggukan bahagia . "Dia pasti tau maksudku, tanpa aku jelaskan lebih panjang.", batinku. . "Aamiin. Hahaha. Apaan siih kamu cengengnya ga ilang-ilang. Ini ada tisu, di lap duluu." . . Perjalanan 20 km/jam hari ini masih tentang kisah cinta dan masa depan. Duduk santai sembari menenggak es kopi, berbagi kisah baru. Ditemani dengan mata sendunya yang berbinar, sesekali ia mengecek ponselnya sambil tersenyum. Aku s(t)enang. Balikpapan, 14 Januari 2019. @30haribercerita #30hbc1914 #30haribercerita https://www.instagram.com/p/BsnSoMUhrbL/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=baot8m8e37l8
Bagaimana jika ...... . . . . . . . . Heyy sudah.. jangan kbnyakan nglamuun! Yuuk bersyukur :) @30haribercerita #30haribercerita #30hbc19jika https://www.instagram.com/p/BsiPwv2hS8Y/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=3z5bocknzf5v
Pernah berjalan di atas batu-batu alam tanpa memakai alas kaki? Rasanya gimana? Sakit yaah. . Tapi sore itu aku liat banyak orang dengan berbagai rentang umur. Berpegangan di peganganan stainless yang telah disediakan. . Mereka tetap saja berjalan di atas batu kecil-kecil itu. "Buat terapi mba, pertama emang sakit tapi lama kelamaan enak kok klo udah terbiasa", ujar seorang perempuan yang usianya sudah cukup berumur. . "Okee. Aku coba!", gumamku. 3 menit.. 5menit.. Daah selesaii.. ga tahaan. *ambil sepatu* Duduk di bundaran. . Sekian. P.S : "Jaga kesehatan, jangan biasain tidur malam-malam lagi yaah!", pesan hati kepada diri. -GSR @30haribercerita #30haribercerita #30hbc1911 https://www.instagram.com/p/BsfvbVgBoTO/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=nuaywns5m7yn
10/30 . [Sepuluh] Suatu hari Pak Sur pulang kerja lebih cepat dari biasanya. Ia memang berniat menghabiskan waktu malam lebih lama bersama istrinya. . Setelah makan malam, ia langsung mengajak istrinya masuk kamar. Di atas kasur, mereka bercerita, kegiatan apa saja yang telah terjadi hari ini, seperti biasa. . "Gak kerasa ya paa, besok udah jumat aja. Bentar lagi Sabtu, Ahad. Eh iya, Ahad mamah pengen jalan. Kita jalan-jalan yaa!", ucap sang istri kepada Pak Sur. . "Boleh ma..ayook. pijitin papa duluu", balas Pak Sur manja. . "Berhitung duluuu sampai 10. Ini kan tanggal sepuluh", kata sang Istri. . "Iih.. mama ini, apa hubungannyaa.. iya deh. Satu. Dua. Tigaa. Empaat. Lima. Enam. Tujuh. Delapan. Sembilan. Cepuyuuuu....!!", ucap Pak Sur mengakhiri hitungan dengan mendaratkan bibirnya di kening sang Istri. . . . Rembulan pun ikut tersenyum di balik ventilasi kamar Mereka malam itu.. -GSR . @30haribercerita #30haribercerita #30hbc1910 https://www.instagram.com/p/BsdPNEwB2Ff/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=1dc673b6dnhks
9/30 [Hangat] . . (5:37pm) "Allahumma shoyyiban nafi'an.." Alhamdulillah sore ini hujan turun di Kota Balikpapan. Setelah beberapa hari matahari begitu terik, sinarnya sampai membuat dinding-dinding rumahku hangat. . Jadi ingat moment malam itu.. "Suka kopi taa?", ucap papa seraya menawarkanku secangkir kopi. "Enggak pa, sukanya bikinin kopi buat upi.. hhee", balasku sambil sedikit cengengesan. . "Coba yaa, ini rasain kopi racikan papa. Mau yang dingin atau hangat?" . "Wiii.. enaknya di bikinin. Boleh pa. Yang dingin aja." . "Upi mau juga?", ucap papa menawarkan kopi untuk suamiku. . "Upi bedua grahita aja pa." . Papa memang suka minum kopi, apalagi dalam dunia racik meracik. Papa senang sekali. Malam itu pertama kalinya aku rasa kopi racikan papa. . "Ini taa coba rasain.", ucap papa sambil memberikan cangkir kopi yang telah diracik beliau. . "Asiik.. Makasih pa udah dibuatin." *glek glek glek* aku langsung menghabiskan separuh cangkir kopi. . "Hahaha, Haus kah apa dek?", ucap suamiku sambil sedikit tertawa. "Nikmatin kopi itu sedikit demi sedikit. Klo sekali bnyak gtu mana terasa nikmatnya", ucapnya lembut, sambil mendekap memelukku. . "Keenakan.. campur penasaran sama rasanya juga", ucapku polos. . Seketika semuanya tersenyum lebar.. . Melihat senyum-senyum mereka, malam Ahad kali itu sungguh terasa hangat, walaupun kopi yang kunikmati dingin. Ditemani sinar lampu dari rumah dan secangkir kopi buatan papa. Kami melanjutkan obrolan santai di atas loteng rumah. . Sederhana itu bahagia, bahagia itu bersyukur sebanyak-banyaknya. -GSR. @30haribercerita #30haribercerita #30hbc1909 https://www.instagram.com/p/BsaLsxNBvXQ/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=k4ienat59gmw
8/30. [20km/jam] . . Dulu, ketika jaman putih abu. Saya sering sekali pergi dan pulang sekolah ikut bersama gadis bermata sendu @sabrinaasabr , dengan motor hitam abunya kami menikmati perjalanan. Saya digonceng terus, belum bisa naik motor. . Kami punya kebiasaan, bercerita tentang apa saja di atas motor. Mengenai kejadian di sekolah, kisah sehari-hari di rumah, kisah cinta sampai menghayal tentang mimpi kami untuk berkuliah bersama di kota Gudeg saat itu. . Padahal kami duduk bersebelahan di bangku sekolah. Tapi, entah mengapa lebih nikmat rasanya bercerita di atas kendaraan sambil menikmati suasana kota Balikpapan. . Entah kapan di ikrarkannya, pokoknya klo jalan berdua bareng kita menyebutnya dengan 20 km/jam. Walaupun memang mungkin kecepatan melewati angka itu. . Singkat cerita, kami lulus sekolah. Khayalan mengenai mimpi kami untuk kuliah bareng waktu itu lenyap. Ia kuliah di Jakarta dan saya di Samarinda. . Walaupun berbeda kota, kami tetap berkomunikasi, curhat tentang ini itu, tentang semuanya lewat ponsel. Pernah sesekali kami telponan sampai berjam-jam. . Orang rumah pun hapal kebiasaan kami ini, sama-sama cengengesannya klo ngbrol, sama-sama cengeng. Hihi . Lulus kuliah, kami satu kota lagi. Kembali di kota Beriman, kembali menikmati perjalanan 20km/jam sesekali dalam sebulan. . Hingga suatu bulan di akhir tahun 2017 ada sesuatu yang terjadi pada perjalanan 20km/jam kami. . Naik mobil berdua.. Kami di tabrak oleh sebuah motor hingga menghilangkan bekas luka pada tubuh putihnya.. sang mobil. . Naik motor goncengan berdua.. Kami menabrakan diri, menabrak sebuah mobil parkir. Saat itu saya yang mengendarai motor. Sepertinya itu pertama kalinya digonceng sama aku ya sab? Aku lupa... Yang aku ingat kita luka-luka, tapi kamu yang lebih banyak lukanya. Katamu kita terbang ke aspal kayak superman. Hahaha . . Sekian, Kisah perjalanan 20km/jam kami akan tetap bersambung.. Dengan berbagai cerita mimpi dan curhatan kami didalamnya. . Benar begitu kan ayy? @sabrinaasabr . Lama kita ga ketemu. Salam rindu, -GSR @30haribercerita #30haribercerita #30hbc1908 #30hbc19jalan https://www.instagram.com/p/BsYCsqrhO2m/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=j5p5k0nciahe
-Pulang- . . Kemarin sekitar jam segini, saya kembali diingatkan tentang kepulangan. Pengingat melalui tetangga dekat rumah saya yang meninggal. Iya. Pulang kepada sang pemilik segalanya. ALLAH. . Kematian memang tidak berbau, tidak berasa, tidak menunjukkan tanda tandanya bahwa kita akan dijemput oleh Malaikat pencabut nyawa. . Tiba-tiba. . . "Lalu, sudah siap bekalnya untuk pulang?", tanyaku pada wajah yang terlihat pada cermin. @30haribercerita #30haribercerita #30hbc1907 https://www.instagram.com/p/BsU_EbiBSQq/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=1wm26oaica9ej
-Rehat- . . Sebut saja ia Pak Sur. Seorang pekerja di suatu perusahaan swasta di ibu Kota. . Hari ini ia terlihat begitu lesu sekali tiada semangat, menyelesaikan satu persatu deadline tugas kerja, belum ditambah dering telpon yang daritadi tiada henti berbunyi, telpon dari berbagai rekan kerjanya. . Pikirannya kali itu hanya tertuju pada Rumah.. Kamar.. dan tempat tidurnya. Tempat untuk meluruskan badan dan melepaskan semua penat seharian ini lalu istirahat dengan memejamkan mata. . Singkat cerita, akhirnya jam pulang kerja pun tiba. Segera ia menuju rumah minimalis bernuansa abu dihiasi bunga bunga yang sedang bermekaran di depannya. . Sesampainya di dalam rumah. "Cekrek!", bunyi pintu kamar yang ia buka. Matanya terbuka lebar, terkejut dimana kasur yang rindukan di kantor tadi. Hanya ada bantal guling yang ia lihat. . "Mah.. liat kasur di kamar kita gak?", ucap Pak Sur lemas pada istrinya. . "Masa ga ada sih pa.. Mama seharian di rumah aja kok. Emang belum ada ke kamar lagi sih. Coba mama cek lagi. Tenaang dulu.", kata sang istri. . Perempuan manis tersebut pun masuk ke kamar dengan gesitnya.. menuju bantal dan guling yang tadi dilihat sang suami. Ia juga tak melihat kasur.. . "Ia pa. Kok ga ada yaa.." ucap sang Istri. . "Coba sini papa cek ulang.." diangkatnya bantal dan guling, kemudian dilepas sprei bermotif bunga matahari berwarna kuning itu. "Nah ini ada mah kasur kita.." Sepasang suami Istri tersebut pun tertawa renyah bersama, kemudian melemparkan tubuh ke Kasur.. . . Sudah malam, ayok merem! -GSR- @30haribercerita #30haribercerita #30hbc1904 https://www.instagram.com/p/BsN_yXIBifo/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=1jjxvvoaknznv
[3/31] . . Pagi itu matahari tak terik namun tak juga sembunyi di balik awan putihnya. Sepasang kekasih asyik menikmati perjalanannya, sambil bercerita di atas motor dengan kecepatan rendah. . "Enak kali ya dek punya banyak anak kayak nenek.. satu disana satu disini. Cucunya banyak. Ada aja yang dateng kerumah buat nengokin tiap hari sesekali. " . "Iya mas bener jadi ga kesepian pas masa tuanya, orang jaman dulu anaknya banyak ya, belasan." . "Kita punya anak banyak juga yok de!", seru sang suami dengan semangatnya. . "Ayok ayok! Boleh.. semoga kita di kasih kepercayaan sama Allah ya syg. Mas mau punya berapa emang? Tiga? Cukup tu mas, jadi klo satu di luar kota, satunya ikut dengan suaminya masih ada satu yang masih nemenin kita di rumah." . "Huumm... iya. Tigaa..belas.. gimana? . "Haa.. apaa? Ga jelas mas suaranya..", ucap sang istri berpura pura dengan menambah erat pelukannya. . Perempuan tersebut diam diam melangitkan doanya dalam hati, di tengah rintik hujan yang tiba tiba turun. @30haribercerita #30haribercerita #30hbc1903 https://www.instagram.com/p/BsLW29hBH7_/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=g73wgizo4p4s
[Mengabadikan Moment] . . "Mas, foto yok. Sini..", ucapku seraya mengarahkan kamera depan dihadapan kami berdua. . "Iss.. ade ini. Enggak! Udah tau mas ga suka foto-foto", ucapnya sedikit kesal tapi masih dengan nada rendah. . "Iya.. iya.. tapikan ade cuma mau mengabadikan moment berdua sama Mas. Mas juga kenapa sih jarang bakal ga pernah upload foto berdua sama ade gitu kayak orang orang." . "Kayaknya ade udah sering Mas sering kasih tau deh.. Ade lupa? Karena mas ga mau wajah ade di pelototin bnyak orang. Mas aja jarang pasang foto Mas. Karena Moment itu bisa disimpan di dalam ingatan, dalam hati de." . "Iyaa Mas. Foto kaki kita aja boleh yaa.." . "Yaudah sini." . . Seketika ada hangat yang terasa dalam hatiku malam itu. @30haribercerita #30haribercerita #30hbc1902 https://www.instagram.com/p/BsHzApuhbr3/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=msi3fbmz32fm
Rasanya...
Saat Tumblr kembali dibuka oleh kominfo, rasanya sebahagia itu. Sebahagia menelusur kembali tempat penuh kenangan. Kita hafal sekali aromanya, nuansanya, bahkan seperti ada getaran tersendiri saat kita datang lagi.
Menginjakkan kaki di lantainya, memandangi langit-langitnya, meraba dindingnya yang dingin, menikmati segala ornamen yang dipasang di sudut-sudut ruangnya.
Tumblr, hati ini pernah begitu membuncah saat mengunjungimu. Pun aku pernah menggugu sambil menyesap paragraf demi paragraf yang tertuang di cangkirmu. Aku tetap datang kala itu, sekacau apapun perasaanku.
Dan beberapa saat lalu aku merantau. Kau tahu kan merantau? Pergi sebentar. Mengunjungimu harus menempuh upaya tersendiri, takbisa sesering itu lagi. Tapi kini aku pulang! Dan tak ada yang lebih membahagiakan ketika mendapati bahwa waktu yang kupilih untuk pulang–ternyata bebarengan dengan kerabat dan sahabat.
“Asik bisa main lagi!” Benakku langsung membayang saat kita menerobos hujan maupun terik dan pergi ke tempat ini bersamaan. Ya, ke layar biru ini.
Dan rasanya, kenangan-kenangan itu terputar kembali…bedanya kini kita sama-sama lagi, dalam layar biru yang sama. Halo teman-teman, aku ketinggalan cerita apa? Main yuk!
Yuk!
Yey!
Sejenak menoleh kenangan yang telah tertuang dari tahun 2010 sampai saat ini.
My tumbee,
I'm homeey...
Hello my tumbee! Kita ketemu lagi :)