RepostBy @fuadbakh: "IG: @fuadbakh #fuadbakh . KIBLAT.NET, Bekasi – Petinggi Jamaah Ansharus Syariah, Ustadz Fuad Al Hazimi mengatakan negeri Syam merupakan tolok ukur kebaikan umat Islam di dunia. Bila kondisi di Syam rusak, maka akan berdampak kepada umat Islam secara umum. . “Standar kebaikan ada di Syam, bila Syam rusak maka semua umat Islam rusak,” katanya saat berbicara dalam tabligh akbar serentak di 28 Kota bertema “Bantu Suriah, Pertahankan Al-Aqsha,” di Islamic Center KH. Noer Ali, Bekasi, Ahad (15/11). . Ustadz Fuad menjelaskan, Syam pada hari ini adalah wilayah yang meliputi negara Palestina, Yordan, Lebanon, dan Suriah. “Dahulu kala semuanya dikenal dengan sebutan Syam. Semuanya hanya satu, yaitu Syam,” ujarnya. Namun, kemudian penjajah Inggris dan Perancis melalui Perjanjian Sykes-Picot membagi-bagi wilayah Turki Utsmani yang berhasil mereka rebut. . Kemudian, berlanjut dengan perjanjian Balfour. Dalam perjanjian itu, sekutu dan Perancis sepakat menyerahkan Palestina kepada Inggris. Lalu, Inggris menyerahkan Palestina kepada Israel. Dimana Israel menjadi satu-satunya negara berlandaskan agama yang diakui oleh PBB. . “Jadi, bohong kalau konflik Israel adalah konflik tanah. Nama Israel saja nama Nabi, yaitu Nabi Ya’kub,” cetus Ustadz Fuad. Makar Barat terhadap Syam tidak berhenti sampai di situ, Barat mendorong berdirinya negara-negara kecil yang mengelilingi Israel yang fungsinya untuk melindungi posisi Israel. . “Dr. Akram Hijazi mengatakan bahwa Suriah merupakan benteng Israel, bila Suriah hancur, maka kehancuran Israel sangat dekat,” terang Ustadz Fuad. Oleh sebab itu, tidak aneh bila Palestina saat ini dikepung dengan segala macam cara oleh negara sekitarnya. . “Maka Syam terus-terusan diuji agar dari Syam siap membangun Khilafah Islam sebenarnya,” . Kendati demikian, goncangan tidak akan terus menerus terjadi di Syam. Kemungkinan, Syam menjadi tempat terbongkarnya semua kebusukan hingga di Syam terbit sinar kemenangan Islam. . Reporter: Bilal | Editor: Rudy" )