Semoga selalu diberikan rasa cukup, kesadaran, dan kemampuan untuk menyelesaikan segala sesuatunya dengan cara yang paling baik—tanpa harus merasa kekurangan pada diri sendiri lagi.
Teruntuk aku, menangkan!
00.57 // Surabaya, 9 Mei 2022
Lint Roller? I Barely Know Her
Show & Tell
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
almost home
The Bowery Presents
Claire Keane

Love Begins

#extradirty
untitled
Cosimo Galluzzi

No title available
macklin celebrini has autism
h
Not today Justin

gracie abrams
Color Me Curious
The Bright Sessions
KIROKAZE

if i look back, i am lost
One Nice Bug Per Day
seen from Netherlands
seen from T1
seen from United States

seen from Venezuela

seen from Türkiye

seen from Malaysia

seen from Canada
seen from South Korea

seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from Malaysia

seen from China

seen from Switzerland

seen from Australia
seen from United States

seen from United States
seen from Australia
seen from United States

seen from Germany
@kepanikanbeng
Semoga selalu diberikan rasa cukup, kesadaran, dan kemampuan untuk menyelesaikan segala sesuatunya dengan cara yang paling baik—tanpa harus merasa kekurangan pada diri sendiri lagi.
Teruntuk aku, menangkan!
00.57 // Surabaya, 9 Mei 2022
Tidak ada seorang pun yang bisa merasakan apa yang sedang kamu rasakan, jadi jangan repot-repot mengungkapkannya pada orang lain. Sembunyikan dan adukan pada Tuhan, sebab masalah yang diumbar itu ujungnya membesar.
whatever it is you need good luck for, i wish you good luck. tests, job, home life, social life, mental health, physical health, love life. you name it. this post is wishing you good luck on all of that.
Ya Allah, jangan biarkan hatiku bergantung kepada apa pun melebihi ketergantunganku kepadaMu. Jika Engkau memberiku nikmat, jadikan aku hamba yang bersyukur. Jika Engkau mengujiku, jadikan aku hamba yang bersabar. Dan jangan pernah biarkan aku berjalan sendirian tanpa petunjukMu.
Sesedih apa pun kita saat ini, ingatlah ini hanya dunia. Sebahagia apa pun kita saat ini, ingatlah ini hanya dunia.
dari awal menjalin hubungan :
aku sama sekali tidak peduli apa pekerjaan orang tuanya, bagaimana ekonomi keluarganya, dll
yang aku sorot adalah dia bekerja, dia bisa ga bertanggung jawab atas hidupnya sendiri, aku sama sekali tak mandang kendaraannya, fisiknya, ganteng atau tidak parasnya aku rasa relatif,
dulu berpikir pengen punya pasangan yang bekerja.
sekarang aku sadar ga segampang itu, kerja aja ga cukup, maaf terlalu bodoh untuk cita2 itu, ternyata ga hanya itu, aku banyak shock tentang unek2 yg dia pikirkan, aku merangkumnya bahwa aku adalah satu faktor dia tidak maju dan berkembang. maafkan aku, aku sangat tidak bermaksud seperti itu, waktunya sangat membuat aku bahagia, tapi aku harus sadar waktunya itu mahal, ga bisa sering aku bisa meminta waktunya, ada hal yang lebih penting di banding aku. yaitu cita2nya, waktunya, olahraganya.
sadarkan aku , tolong ?!!!!?
hilangkan ekspetasi semua yang ada di kepalaku, aku ingin semua baik2 saja tanpa ada yang tersakiti.
untuk orang2 baik, makasih udah ada di sisiku.. aku sangat bersyukur, tutur katanya lembut, tidak kasar, disini aku sangat beruntung
pr aku adalah memahami, ya harus paham.
bismillah
ya allah ternyata aku adalah salah satu penyebab dia ga berkembang, salah satu beban hidupnya, salah satu orang yang selalu nuntut main, maafkan aku .. jika kebahagiannya tanpa aku bisa membuat dia maju, berkembang, aku bisa melepaskannya .. maaf yaa
Fire
Katanya, tak semua api harus dibiarkan menyala; ada yang harus dikecilkan, disimpan di balik abu, supaya ruangan tetap terasa tenang. Jadi aku belajar menjadi laut yang menahan badai di dasar, menjadi langit yang menyimpan petir tanpa suara. Dari luar mungkin terlihat tenang, padahal ada banyak gelombang yang sengaja tidak kubiarkan pecah.
Aneh rasanya ketika diam dianggap tak berdaya, ketika menahan diri dibaca sebagai kelemahan. Padahal tidak semua yang tidak melawan berarti kalah; kadang seseorang hanya sedang menjaga agar tak ada yang ikut terbakar. Tapi terlalu lama mengecilkan nyala juga melelahkan. Sesekali aku cuma rindu jadi rumah bagi diriku sendiri, tanpa harus terus meredupkan cahaya agar orang lain merasa nyaman.
maaf selalu kecewa dalam hal kecil apapun
maaf selalu kecewa kalo tidak sesuai rencana
maaf selalu kecewa...
Hidup kadang terasa aneh, seperti adegan di film. Kita bisa mempertanyakannya. Kita bisa menangis di tengahnya. Kita bahkan bisa merasa lelah menjalaninya. Tapi pada akhirnya, kita tetap diminta untuk terus memerankan peran yang dipercayakan kepada kita dengan seanggun, seberani, dan setulus yang kita bisa.
Mungkin itulah seni sesungguhnya dalam hidup. Bukan mengendalikan alur ceritanya, tapi belajar bagaimana menjalani karakter kita dengan bermartabat sampai akhir menutup mata...
Its a beautiful thing to meet souls that change you in the best of ways, who's Imaan and way of life inspires you, who's mindset you admire, a level of faith & kindness that you wish to reach. Its a beautiful thing when you meet someone who inspires you to become a better version of yourself in every way possible and above all a better servant of Allah's. May Allah bless you with such a person.
Aku sangat bersyukur atas rasa "bodo amat" yang Allah titipkan dalam diriku. Semakin bertambah usia, aku justru melihatnya sebagai salah satu nikmat terbesar yang Allah berikan.
Bukan "bodo amat" yang membuatku tak peduli pada orang lain, melainkan yang membuatku tidak mudah ikut campur dalam hal-hal yang memang bukan urusanku. Ada rasa malas yang ternyata begitu menenangkan: malas mengurusi hidup orang lain yang tidak ada kaitannya dengan hidupku, malas mempercayai cerita yang belum jelas kebenarannya, malas mendengar hal-hal yang hanya berdasarkan asumsi, dan malas menghabiskan energi untuk sesuatu yang tidak membawa manfaat.
Rasanya hidup jadi jauh lebih ringan. Tidak semua hal harus diketahui, tidak semua pembicaraan harus diikuti, dan tidak semua pendapat harus ditanggapi. Cukup fokus memperbaiki diri, menjaga hati, dan menjalani apa yang memang Allah amanahkan untukku.
Semoga Allah menjaga sifat ini agar tetap berada pada tempatnya—menjadikannya benteng dari prasangka, gibah, dan hal-hal yang sia-sia, tanpa menghilangkan rasa peduli pada sesama ketika memang dibutuhkan.
“All you need in this life is ignorance and confidence, and then success is sure.”
— Mark Twain
“Whatever you’re meant to do, do it now. The conditions are always impossible.”
— Doris Lessing
Di balik diamnya seseorang, mungkin sikapnya terasa berbeda, terasa seperti menjauh, mengasingkan diri dari sekitar. Kita tidak pernah tau bagaimana kehidupannya di balik itu. Bisa jadi hidupnya terasa sangat berat, bisa jadi ia sedang kehilangan harapan, bisa jadi ia sedang kebingungan, bisa jadi ia sedang berkecamuk dengan hidupnya yang rumit.
Semoga kita selalu bisa memberi udzur kepada orang lain :)
The Paradox: Choosing the One Already Written
Kalau berpegang pada keyakinan bahwa semua sudah tercatat dalam Lauhul Mahfuz, maka keberhasilan dan kegagalan sebuah hubungan—atau apapun dalam hidup—mungkin sudah ditetapkan. Kita memang melakukan ikhtiar (menjaga, komunikasi, memilih), tetapi tindakan ikhtiar kita itu sendiri bisa jadi merupakan bagian dari takdir yang sudah dituliskan.
Jadi, mungkin bukan kita yang sepenuhnya memilih, tetapi kita sedang menjalani takdir untuk berusaha.
Kita bertemu orang yang "tertulis" itu bukan hanya untuk berpisah jika kita lelah; bisa jadi, kekurangan pada orang tersebut justru "diciptakan" untuk memicu pertumbuhan dan kedewasaan kita. Begitu pun kita, yang tak sempurna, ditakdirkan untuk menjadi bagian penting dalam perjalanan pertumbuhan orang lain.
Namun, esensi ini tidak hanya tentang jodoh. Apapun konteksnya (pekerjaan, studi, hobi, atau duka), pesannya adalah penerimaan tanpa kepasifan.
Kita belajar untuk menerima bahwa ada garis besar yang tidak bisa kita ubah, seperti hasil akhir atau peristiwa-peristiwa di luar kendali manusia. Namun, di saat yang sama, kita tetap memegang kendali penuh atas kualitas karakter kita dalam menjalani garis tersebut.
Ini berarti, meskipun situasi atau pasangan kita tidak sempurna, dialah yang paling tepat (tertulis) untuk membantu kita tumbuh, selama itu tidak melampaui batas kewajaran. Jika sudah menyentuh aspek yang merusak seperti KDRT atau gaslighting, kita wajib melangkah pergi, karena pertumbuhan sejati tidak pernah menuntut kita untuk hancur.
Pada akhirnya, kita bukan sekadar penonton dari nasib kita sendiri. Kita adalah aktor yang memegang kendali atas kualitas peran yang kita mainkan.
Note: Fate writes the script, but we choose how to play the role.