Aku tidak mau bertemu denganmu di kebetulan manapun, tetaplah hilang dan jangan muncul.
Mari tetap asing sampai tidak mengenal lagi.
d e v o n
KIROKAZE
cherry valley forever
ojovivo
No title available
Lint Roller? I Barely Know Her

No title available
Stranger Things
The Bowery Presents

blake kathryn
Jules of Nature

roma★

Andulka
Misplaced Lens Cap
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ

titsay

oozey mess

if i look back, i am lost
One Nice Bug Per Day
he wasn't even looking at me and he found me
seen from United States

seen from Germany

seen from Malaysia

seen from United States
seen from France

seen from Spain

seen from Malaysia

seen from Malaysia
seen from United States

seen from China

seen from Colombia
seen from United States

seen from Malaysia

seen from Canada
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United Kingdom
seen from United States

seen from United States
@literasialam
Aku tidak mau bertemu denganmu di kebetulan manapun, tetaplah hilang dan jangan muncul.
Mari tetap asing sampai tidak mengenal lagi.
"Sawit kan Pohon"
Bak intan berlian bagi pihak tertentu, komoditi pertanian unggulan. Tanaman dengan nama latin (elaeis guineensis) adalah sumber utama minyak sawit, dan produk lain seperti biodiesel, makanan, serta kosmetik.
Berasal dari Afrika Barat, di daerah yang dikenal sebagai Guinea, Liberia, dan Sierra Leone. Di sana sawit tumbuh pada habitat hutan hujan tropis, di sepanjang aliran sungai, serta daerah lembab dan dapat tumbuh mencapai ketinggian 30 meter dengan diameter batang mencapai 50 cm.
Perdagangan dan Kolonialisme
Dibudidayakan selama ribuan tahun di Afrika Barat, kemudian dibawa ke Asia Tenggara oleh pedagang Arab dan Portugis sekitar abad ke-16, dan sampai ke Indonesia pada abad ke-19 pada masa pemerintahan kolonialisme Belanda, kemudian dikembangkan di Sumatra Utara dan Kalimantan sebagai komoditas pertanian. Sekarang, Indonesia adalah produsen minyak sawit terbesar di dunia dengan produksi lebih dari 40 juta ton per tahun.
Apa itu Deforestasi?
Deforestasi, kata yang sebenarnya sudah lama ada namun baru akhir-akhir ini banyak muncul di media. Berasal dari kata dalam bahasa Inggris "Deforestation", yang memiliki arti "penghancuran hutan" atau "penghilangan hutan", yang disebabkan oleh aktivitas manusia seperti pertanian, pertambangan, dan urbanisasi. Lalu, apa penyebab utamanya?
Pertanian adalah penyebab utama terjadinya deforestasi, terutama untuk industri sawit dan kayu dimana kayu hasil membabat hutan dapat dijual dan lahannya dapat ditanami sawit, menjadikan deforestasi bak peribahasa "sambil menyelam minum air"
Dampak
Dampaknya tentu sangat buruk bagi lingkungan, deforestasi merupakan masalah lingkungan serius di seluruh dunia. Menyebabkan banyak masalah, meliputi hilangnya habitat bagi flora dan fauna, berkontribusi terhadap global warming dengan menyebabkan peningkatan emisi gas rumah kaca, kekurangan air akibat hilangnya vegetasi, dan yang mematikan adalah hilangnya kemampuan tanah untuk menahan air mengakibatkan erosi, longsor juga banjir.
Hutan yang memiliki ekosistem seimbang didalamnya dan berfungsi dengan baik terdiri dari banyak spesies tumbuhan, bukan hanya satu spesies (itu mah kebon). Dimana akar-akarnya menjalar jauh kedalam bumi, menancap dalam kemudian menahan segala sesuatunya tetap terjaga.
Kebodohan
Pernyataan "Kelapa sawit juga pohon, ada daunnya kan, dia menyerap karbondioksida" seperti meremehkan isu deforestasi di sebuah negara yang digadang-gadang sebagai paru-paru dunia, dengan keanekaragaman hayati tertinggi di dunia. Seolah menutup mata terhadap kenyataan isu lingkungan yang terjadi saat ini, nampaknya ilmu pengetahuan alam tidak pernah masuk ke otak-otak mereka bahwa hutan alami masih lebih baik daripada sawit.
Menjaga alam sangatlah penting, sebagaimana alam menjaga kita. Namun bila kita berhenti menjaga alam, alam selalu tahu bagaimana cara membalas dendam kepada kita.
Senja yang indah tidak selalu bertahan lama dan rindu hanyalah spasi, jarak indah yang menghiasi puisi.
Bermain dengan optimisme hari demi hari, rasanya sangat mudah menerima semesta bersama segala gaya bahasanya. Terbangun lalu memilih bertikai di 15 detik pertama sembari menghisap hawa dingin dalam-dalam, lalu menghantam kasur empuk pada dipan lapuk, jatuh merebah saat pagi itu, melipat selimut penolak bala dari bunga tidur tanpa arti.
Berbohong itu Urusanmu
Dalam pandangan biologi, kebohongan adalah perilaku kompleks yang dapat dilakukan oleh berbagai organisme, baik yang memiliki kecerdasan tinggi atau rendah. Menjadikan kebohongan lebih terkait dengan adaptasi dan strategi bertahan hidup daripada kecerdasan.
Kebohongan yang merujuk pada perilaku menyesatkan atau memanipulasi informasi demi keuntungan suatu organisme. Ini bisa melibatkan pemalsuan sinyal, peniruan, atau menyembunyikan informasi merugikan. Sebuah strategi adaptif yang digunakan dalam persaingan dan interaksi sosial.
Makhluk hidup menggunakan kebohongan untuk melindungi diri, mencapai tujuan, menghindari konflik, menarik perhatian, atau memperoleh keuntungan. Adapun kebohongan menjadi bagian dari evolusi makhluk hidup sebagai mekanisme bertahan hidup dan reproduksi.
Ikan Mas dan Ingatan-nya
Manusia yang memiliki akal dan pikiran, sangat sering mengingat apa saja di masa lalu. Dari sana manusia bercerita, belajar, atau sekedar mengingat. Seberapa jauh atau mungkin seberapa besar cakupan manusia untuk mengingat.
Menurut para ilmuwan otak manusia memiliki kapasitas sekita 2,5 petabyte atau 1 juta gigabyte, bila diibaratkan seperti mesin penyimpan data super. Dengan kapasitas penyimpanan sebesar itu mengingat kejadian yang membekas bukanlah yang sulit.
Tapi seberapa jauh manusia mengingat, kenapa kita lupa tahun-tahun pertama kehidupan? Apakah peradaban manusia terbangun salah satunya juga karena ingatan?.
Ibaratkan otak manusia adalah buku harian, yang hari demi hari digores oleh sang pemilik dengan pena, untuk menuliskan kesehariaannya dari awal kehidupan hingga menjelang kematian. Waktupun berlalu, entah telah berapa hari, bulan, atau tahun sehingga buku harian menjadi tak terhingga banyaknya. Lalu ketika sang pemilik ingin mengenang masa indah di waktu mudanya, dia tak tahu buku yang mana, karena sudah terlalu banyak buku yang digunakan.
Rasanya dengan kapasitas penyimpanan yang sebegitu besarnya, masih tidak bisa membuat manusia ingat seluruh kehidupannya. Atau karena saat bayi, otak manusia tidak berkapasitas seperti saat dewasa, atau manusia adalah makhluk pelupa.
Diluar semua itu, ingatan manusia seperti indra tambahan. Apa yang seseorang kemarin kerjakan, siapa pacar pertamamu, dan semua hal yang bisa diingat oleh manusia. Ada didalamnya.
Pada akhirnya, tidak ada bahasan tentang ikan mas.
Hidup Seperti Larry
Hewan yang memiliki keabadian biologis, bagaimana bisa? Pada dasarnya kemampuan ini dapat terjadi apabila organisme dapat memperbarui sel tubuhnya. Jadi dapat dikatakan suatu individu hampir sepenuhnya hidup abadi secara biologis, hal ini dapat terjadi dengan bantuan enzim yang disebut Telomerase. Enzim Telomerase merupakan enzim yang berfungsi untuk mengatur telomere yang ada di ujung setiap kromosom. Telomere sendiri berguna untuk melindungi kromosom atau DNA dari degradasi.
Pada mahluk hidup umumnya seperti manusia, setiap kali sel Telomere ini membelah diri maka degradasi akan terjadi dan itu akan memburuk seiring bertambahanya usia. Telomere ini juga tidak akan bertambah.
Lobster terbesar yang pernah diketahui memiliki berat sekitar 20 kg (kilogram) dan ditemukan di Nova Scotia, Canada, dan diyakini masih ada lobster lebih besar lagi karena sifat keabadian biologis mereka ini.
Lobster hampir mencapai apa yang disebut dengan keabadian apabila tidak mengalami molting. Molting atau ganti kulit adalah hal umum di dunia, banyak organisme mengalaminya termasuk lobster. Pada waktu itulah, momen terlemah bagi lobster. Setelah molting, butuh waktu untuk cangkang baru menjadi keras, saat itulah predator dan bakteri dapat menyerang. Belum lagi kenyataan bahwa semakin sering molting, energi dan berat akan bertambah. Mati terjebak didalam cangkang dapat terjadi.
Selalu ada resiko dari setiap kemampuan atau keputusan, dianugerahi keabadian terlihat menyenangkan sebelum akhirnya melihat semua yang didapat dan sayangi lenyap karena ketidakabadiannya. Manusia tidak bisa menjadi Tuhan, karena kita adalah zoon politicon atau makhluk sosial yang dapat terbunuh oleh sesuatu bernama kesepian.
Harga Sebuah Umur Panjang
Paradoks Peto adalah paradoks dimana makhluk hidup yang lebih besar seharusnya memiliki risiko kanker lebih tinggi, namun pada kenyataannya tidak. Hewan-hewan yang berukuran besar seperti paus, jerapah, dan gajah justru memiliki risiko kanker yang lebih rendah.
Salah satu faktor yang dianggap memicu paradoks ini adalah evolusi. Gajah Afrika merupakan binatang yang berumur panjang tetapi tingkat reporduksinya rendah, jadi gajah Afrika harus memiliki mekanisme pertahanan diri lainnya. Gajah Afrika telah berevolusi dengan memiliki gen penghambat tumor. Gajah Afrika memiliki gen TP53 sebanyak 20 copy (40 allele), sementara manusia hanya memiliki 1 copy (2 allele) gen TP53. Hal ini menyebabkan manusia lebih mudah terkena kanker daripada gajah Afrika.
Faktor yang mempengaruhi pembentukkan sel kanker bukan semata-mata jumlah sel. Faktor yang mempengaruhi terbentuknya kanker adalah laju pembelahan sel pada organisme tersebut. Gajah Afrika memang memiliki jumlah sel yang lebih banyak daripada manusia, akan tetapi, gajah Afrika memiliki laju pembelahan sel kanker yang lebih lambat daripada manusia, sehingga memperkecil risiko pembentukkan sel kanker. Sebaliknya, tikus/curut memiliki laju pembelahan sel lebih cepat daripada manusia, tetapi, karena tikus memiliki umur hidup yang singkat, biasanya tikus akan mati sebelum terkena kanker.
Pada faktor evolusi, hewan berbadan besar mungkin mengembangkan gen penekan kanker menjadi lebih banyak dan efisien untuk melawan kanker. Sedangkan pada hipertumor, kanker tersebut mungkin bermutasi kembali menjadi kanker baru. Kanker baru itulah yang membunuh kanker pertama. Pertarungan seperti ini diperkirakan terus terjadi hingga tidak ada sel kanker yang dapat tumbuh besar dan berbahaya.
Dari Paradoks Pato dapat diketahui bahwa, manusia mungkin hanya punya 1 copy gen penghambat tumor sedangkan gajah dan hewan-hewan besar lainnya punya lebih dari 1 copy gen, tapi manusia dan banyak hewan bertubuh sedang hingga kecil, relatif memiliki tingkat reproduksi yang lebih baik dibandingkan gajah, jerapah, paus, dan hewan besar lainnya. Maka ada harga yang harus dibayar dari sebuah umur panjang.