Kadang aku berbisik bertanya pelan, bukan tentang kenapa aku selalu gagal. Namun kenapa setiap kali hampir sampai semesta seperti menarikku kembali dan bilang "belum waktunya".

oozey mess

@theartofmadeline

Origami Around
Claire Keane

Discoholic 🪩
Mike Driver

祝日 / Permanent Vacation
Monterey Bay Aquarium
Sweet Seals For You, Always

Love Begins
One Nice Bug Per Day

JVL

#extradirty
Three Goblin Art
Misplaced Lens Cap
Not today Justin
d e v o n

No title available

izzy's playlists!

JBB: An Artblog!
seen from Italy

seen from Germany
seen from United States
seen from United States
seen from Türkiye

seen from China

seen from Germany
seen from Netherlands

seen from United Kingdom
seen from United States
seen from United States

seen from Italy
seen from France
seen from United States
seen from United States

seen from Serbia
seen from United States
seen from Italy

seen from United States
seen from Malaysia
@miuuuuns
Kadang aku berbisik bertanya pelan, bukan tentang kenapa aku selalu gagal. Namun kenapa setiap kali hampir sampai semesta seperti menarikku kembali dan bilang "belum waktunya".
Dan ternyata kepergian tanpa alasan itu menyakitan, maaf aku bohong soal bersyukur atas alasan yg tidak pernah aku ketahui menganai kepergianmu. Nyatanya sejauh apapun kepergiannya aku tetap mencari alasan apa dan kenapa, agar aku tetap merasa layak.
Siapapun kamu, jika kamu harus selalu menjelaskan bagaimana kamu ingin diperlakukan dengan baik dan seharusnya, itu berarti kamu berada ditangan orang yang salah..
Sebab orang yang benar-benar perduli tak memerlukan buku panduan
Yang melelahkan bukan pekerjaannya, tapi perasaan tidak dihargai di tempat yang seharusnya saling mendukung.
Aku tidak sedang lemah. Aku hanya mulai sadar, tidak semua tempat pantas untuk kuperjuangkan.
Mungkin tak akan ada lagi keramahan yang selama ini menyambut orang-orang yang berlalu lalang dalam kehidupan, setelah keramahan ini sering kali disalah artikan. Kadang menjadi orang yang tidak ramah juga tidak apa-apa.
Kalau lagi deket sama siapapun itu, suka mikir, ini masih ujian ga ya? Allah kan suka bercanda. Ini bakal jadi asing ga ya? Berujung jadinya trying to not too close. Tapi jadinya jelek juga, karna gak rispek perasaan orang lain. Dianya excited, kitanya dingin, atau sebaliknya.
Emang paling bener tuh sendirian bergulat sama kerjaan, tiduran, dan nonton. Gak mesti mikirin perasaan orang lain.
You're so cold now, Din.
8 Februari 2025
Akan kuhadapi takdir pahit dariNya sambil nangis ngumpet-ngumpet.
Ya Rabb, gapapa kan? :”
Baru saja terjadi
Hidup semakin jauh lebih tenang, saat kita perlahan menerima bahwa tak semua orang harus sama dan sejalan dengan kita. Baik terhadap pemikiran, kebiasaan, dan juga nilai hidup yang dipegang. Karena setiap orang terbentuk dengan jalan dan caranya masing-masing.
Mari meluaskan penerimaan.
@milaalkhansah
Aku lupa bagaimana rasanya jatuh cinta. Rasanya kasmaran dengan hati yang meletup-letup bahagia. Wajah yang memerah dan menggelembung bulat. Juga gerakan patah karena tersipu malu dan salah tingkah.
Bagaimana rasanya? Aku lupa sejak terakhir kali aku jatuh cinta beberapa tahun silam.
Aku kini berusaha mengenangnya agar hati ini tidak mati rasa. Bukan tentang orangnya. Tapi tentang suasana perasaan yang menyenangkan.
Aku ingin merasakannya lagi dan lagi. Jatuh cinta lagi dan lagi. Tentang pekerjaan, tentang perjalanan, tentang kegiatan, tentang makanan, tentang kesukaan. Kuharap tidak menutup pada seseorang.
"Yaa Allah, tiba-tiba pengen ke Mekah"
Semoga segera terwujud, Aamiin
"Yaa Allah, aku ingin seperti orang-orang itu yang gemar sedekah tanpa bingung esok ia makan apa, uang darimana,"
Ya Rabb, Izinkan Aku untuk Kaya akan rasa Ikhlas, Sabar dan Bersyukur atas nikmat Mu yang banyak
Jangan-jangan selama ini aku lah yang toxic untuk lingkungan aku.
Tak apa, nikmati dulu
Oranglain melihat hidupmu sangat ideal, sempurna dan bahagia. Sedangkan kamu, melihat yang lainnya, hidup dengan penuh dengan pencapaian cita dan asa. Kamu merasa belum memiliki pencapaian layaknya mereka, lalu kau rendah diri karenanya. Lihatlah, ternyata hidup memang saling memandang satu sama lain. Tak apa, jika pemandangan itu menjadi titik yang akan membawamu menuju titik lainnya untuk membentuk sebuah garis nan indah.
Aku belajar untuk tidak denial terhadap perasaanku sendiri. Setidaknya aku bisa mengakui dan jujur terhadap diri sendiri tentang apa-apa yang aku rasakan.
Jalan yang Samar
Aku pun tidak tahu apa yang ada di depan. Aku pun bingung, tidak tahu bagaimana harus menghadapi sesuatu yang aku tidak tahu. Aku pun takut, dengan hal-hal yang ada di depan sana. Aku bahkan terus menerus meragukan keputusanku saat ini, apakah benar atau tidak.
Aku pun tidak bisa tidur memikirkan bagaimana ke depan, bagaimana nanti, dan juga hal-hal yang harus kuhidupi saat ini; keluarga, mimpi, dan juga hal-hal berharga lainnya. Aku pun didera rasa khawatir, kalau-kalau keyakinanku berakhir sia-sia.
Dan aku pun terus berusaha untuk melawan diriku sendiri, melawan pikiranku yang tak henti-hentinya berusaha membuatku ragu, dan juga melawan rasa takut yang sebenarnya tidak nyata, hanya ada di dalam pikiran.
Aku ingin mewujudkan hal-hal yang sudah kusimpan lama selama ini. Aku ingin mewujudkan mimpi yang sempat tak kupedulikan. Aku sadar jika jarak antara aku dan tujuanku adalah ketakutanku. Aku ingin mengalahkannya, membuat pikiranku tak lagi menyimpan ketakutan meski sebentar. (c)kurniawangunadi
Aku hanya berharap rasa yang tak semestinya tumbuh ini semoga segera layu, bukan tak berterimakasih akan anugrah terindah dari Allah SWT. Tapi kurasa ini tak tepat sebab ia tumbuh di lahan yang bukan pada tempatnya, jika di paksa untuk tetap tumbuh maka akan sangat menyakitkan akhirnya.
Sabar sebentar lagi semoga segera tumbuh di tempat yang semestinya tumbuh, jika sudah pada tempatnya maka akan ku rawat sepenuh hati.
Seindependennya aku, aku tetap ingin jadi wanita yg ngebekalin suami buat berangkat kerja, menyambut pulang dengan segelas air hangat, mengajarkan anak-anak ngaji selepas Maghrib.
Semandirinya aku, aku tetap butuh bahu buat bersandar, mendengarkan berbagai cerita, membagi isi kepala, mengeluarkan sisi yang hanya satu orang yang tahu.
Semampu-mampunya aku hidup sendiri, aku tetap ingin punya satu orang, yang bisa aku doakan banyak kebaikan datang di dalam hidupnya dan bisa menjadi tempat untuknya pulang.