Dalam psikologi hubungan, lawan dari cinta itu bukan benci atau kemarahan, melainkan apatis (tidak peduli lagi).āļøš»
untitled
hello vonnie
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year

Love Begins
š
I'd rather be in outer space šø

blake kathryn
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
he wasn't even looking at me and he found me
Game of Thrones Daily

titsay
Keni
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH

oozey mess

No title available
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
No title available
No title available
Monterey Bay Aquarium

Discoholic šŖ©
seen from Romania
seen from United States
seen from Australia
seen from T1

seen from France

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from T1
seen from United States
seen from United States

seen from United States
@rieschatzie
Dalam psikologi hubungan, lawan dari cinta itu bukan benci atau kemarahan, melainkan apatis (tidak peduli lagi).āļøš»
Ada perempuan yang tidak pernah benar-benar sembuh.
Ia hanya belajar terlihat baik-baik saja agar dunia tidak semakin gaduh di atas kepalanya.
Ia menelan kecewa seperti menelan obat pahit: perlahan, diam, lalu pura-pura tidak terjadi apa-apa.
Padahal setiap malam, ia masih merapikan hatinya yang berantakan sendirian.
Dan anehnya, perempuan seperti itu justru terlihat paling indah.
Karena setelah dihancurkan berkali-kali, ia masih bisa tertawa kecil dan tetap lembut kepada dunia yang pernah membuatnya patah.
Written by Aftansa
Dulu, keheningan adalah jiwaku. Namun ketika kamu hadir ia menjadi mahluk yg paling menyakiti.
Dulu, malas sekali menyibukkan diri, lebih indah mengisi kekosongan dengan angan. Namun ketika kamu pergi ia kujadikan sahabat karibku.
Malam, fase yang ingin kulalui dengan cepat saat ini. Tentu saja kamu tahu maksudnya.
Rabbii...
Ampuni keangkuhan diri. Hampir saja aku mati menahan rindu ini. Aku lemah ya Allah...š„ŗ, jaga hatiku untuk tidak menyimpulkan sesuka hati tentang apa yang menyibukkan dirinya.
Kutitipkan kamu bersama rindu yang terus membeku. Biarkan saja..., insha Allah masa itu akan tiba, ketika bongkahan rindu menjelma tetes yang menghangatkan, menumbuhkan benih cinta yg kelak bermekaran.
Selamat menabung bahagia belahan hatiku, keberkahan menyertaimu selalu. Aamiin.
mari mengundurkan diri dari hal-hal yang bikin kita berkali-kali mempertanyakan kelayakan diri kita.
Jangan terlalu dikejar, kalau emang jalannya pasti Allah perlancarā¦. Jangan terburu buru, semuanya sudah diatur Allah, tinggal tunggu waktuā¦.
Seseorang itu sering terlihat kuat, padahal hatinya gampang merasa sepi. Mau sebanyak apa pun orang di sekelilingnya, tetap akan kalah penting dibanding satu orang yang paling dia cintai.
Terutama Perempuan.
Karena bagi perempuan, tempat pulang paling tenang biasanya ada pada orang yang benar-benar dia percaya.
Kadang dia terlihat labil, emosinya naik turun, padahal sebenarnya dia cuma ingin dimengerti. Banyak hal yang dia pendam sendiri karena takut dianggap berlebihan, takut pendapatnya gak diterima, atau takut malah jadi masalah baru.
Akhirnya dia memilih diam, melamun, dan menyimpan semuanya sendiri..
Gituu terus sampai ladang gandum dibanjiri cokelat.š
Jeda yang terlalu lama, kadang lupa cara kembali.
Dianggap biasa, padahal hati tak lagi terpaut.
Sayangnya, ternyata bukan sedang diberi ruang mengejar yang tertinggal, tapi memang sedang dijauhkan.
tulis seseorang ŲŁŲøŁŲ§ Ų§ŁŁŁ
Lalu di ujung ceritanya tentang penuntut ilmu, ia menambahkan,
"Ilmu itu bener bener cahaya Allah, dia gak akan bertempat di hati yang Allah ga kehendaki ada disana."
Sebuah nasihat yang begitu clear, tentang bagaimana seharusnya kita serius dalam menuntut ilmu syari, jangan bermudah mudah mencari udzur untuk menunda atau berleha leha.
Ya Allah, mudahkan kami untuk istiqomah dan bersungguh sungguh menuntut ilmu. Aamiin
Manusia datang dengan dua wajah, satu untuk awal yang manis, satu lagi untuk hari-hari setelahnya. Kau akan melihat sisi terang dan sisi gelap dalam dirinya. Lalu kau dihadapkan pada pilihan, tinggal atau meninggalkan. Tapi jika sejak awal kau hanya mencari yang tanpa cela, mungkin kau terlalu naif. Sebab cinta bukan tentang menemukan yang sempurna, melainkan menerima yang tak sempurna dengan cara paling manusiawi.
ās.b
Ternyata, mencintai sendirian adalah matematika yang paling rumit; aku yang menjumlahkan rindu, kau yang membaginya dengan orang lain sampai habis tak bersisa.
āarsualas
Selain genangan, terkadang hujan juga mampu menghadirkan sebuah kenangan.
Ingatan-ingatan yang seringkali menciptakan banyak senyuman.
Kadang kesepian itu bukan krn ga ada orang, tapi karena ga ada yg bener² nyambung. right? Dan jawabannya bukan "keramaian", melainkan "kehadiran dari yg terasa nyata."
Karena yang hilang itu bukan teman, tapi keterhubungan.
āTugas istri bukan untuk menjadi menantu tersayangnya mertua, tapi membantu suaminya untuk lebih berbakti pada orang tua.ā
ā Mau mertua tahu atau gak kita baik sama mereka, yang penting Allah tahu. Allah ridho, suami ridho, kelar udah.Ā
āThe Quran is not just a book that mentions stories which are centuries old: it is a book that mentions the present. āWe have certainly sent down to you a Book in which is your mention. Will you then not reason?ā (Quran 21:10)ā
ā Babar Ahmad
Jika sandalmu hilang di masjid, itu sebenarnya ujian paling ringan. Tetapi jika sandalmu tidak pernah ada di masjid, itulah ujian yang paling berat.
ā Ichwayudi
* WANITA WAJIB TAU *
TIPS KEREN SEPUTAR DUNIA PERDAPURAN
1. agar telur rebus tidak susah dikupas, jangan lupa celupkan kedalam air es saat telur tersebut baru matang/masi panas
2. agar cabe tidak meletup-letup ketika digoreng, jangan lupa tusuk ato lukai sedikit cabe tersebut dengan pisau sebelum digoreng
3. saat mencuci kangkung, arnong/selada air ato genjer serta tanaman air lainnya jangan lupa dibilasan pertama bubuhkan sesendok garam lalu diamkan sejenak agar binatang-binatan kecil yang mungkin hidup dibatang dan daunnya mati .. biasanya yg hobi nongkrong disitu lintah, keong, ulat dan cacing air.. ( brokoli dan kembang kol juga sering ada ulatnya jadi jangan lupa pula gunakan cara ini
4. agar tahu awet ketika disimpan, cuci bersih dengan air, kemudian siram dengan air panas, setelah itu lap dengan tisu dapur, simpan didalam tupperware tutup rapat, kemudian letakkan didalam kulkas insya allah bisa tahan 1minggu
5. untuk mengetahui telur busuk atau tidak bisa gunakan tes apung air, jika mengapung diatas air tandanya telur busuk
6. ketika akan mengocok telur untuk berbagai macam kue, pastikan telur dalam keadaan suhu ruang (bukan dingin karena baru keluar dari kulkas, hal ini bisa membuat adonan tidak ngembang)
7. jika menyimpan sayuran di dalam kulkas, jangan pakai keresek tapi gunakan koran dan majalah bekas, sebab ini bisa mencegah air embun sayuran menggenang yang bisa mengakibatkan sayur cepat busuk
8. untuk menetralisir bau dalam kulkas belah kentang dan letakkan di rak kulkas, kentang bisa menghilangkan bau tak sedap dalam kulkas
9. agar ikan tidak lengket dipenggorengan, gunakan wajan yang khusus untuk menggoreng, jangan sekali-kali menggoreng ikan diwajan yang pernah atau sering dipakai untuk menumis, sebab sudah pasti ikan goreng akan lengket dan hancur ketika dibalik, bisa juga olesi sedikit garam ke wajansebelum dituangi minyak
10. untuk menghilangkan rasa panas ditangan akibat terlalu lama berkontak dengan cabe ato sambel, (kata orang jawa tangan wedhangen) bisa dengan cara cuci bersih tangan dengan sabun sampai 2 atau 3kali, kemudian lap dan masukkan tangan kedalam beras, benam dan remas-remas beras sebentar,, fiuuhhh dijamin rasa panas ditangan akan hilang
11. agar mata tidak pedih ketika mengiris bawang merah, letakkan wadah berisi garam disamping talenan, cara ini insya allah ampuh menghindarkan mata agar tidak pedih
12. agar beras tidak dikunjungi kutu beras, letakkan sebungkus plastik yg berisi beberapa sendok kopi bubuk, kemudian beri sedikit lubang plastiknya.. kutu beras tidak suka aroma kopi jadi insya allah dia tidak akan berani datang ke beras
13. jika peralatan masak kusam akibat noda dari bumbu yang berwarna seperti kunir, ato panci yang terlalu sering dibuat merebus air jadi kekuningan.. ambil sesendok baking soda beri sedikit air gosok-gosok ke panci.. diamkan sebentar, lalu bilas.. jika masih ada noda bisa diulang lagi
14. agar kembang kates, daun kates/pepaya dan pare tidak terlalu pahit ketika dimasak, baiknya sebelum ditumis .. rebus sebentar di air rebusan daun jambu biji .. (caranya, rebus air, ambil beberapa lembar daun jambu biji, tunggu hingga mendidih, masukkan daun jambu, tunggu 5menit, masukkan kembang/daun pepaya/pare) diamkan sebentar matikan api.. baru setelah itu tiriskan dan siap untuk dimasak sesuai selera.. (kalo daun pepayanya untuk kulupan, bisa direbus hingga matang bersama daun jambu)
15. agar tempe tidak mudah busuk, jangan simpan didekat garam
16. jika menyimpan daging di freezer, pastikan daging tidak keluar masuk freezer berualangkali karena hal ini bisa membuat bakteri berkembangbiak, jadi potong-potong dulu dagingnya sesuai dengan perkiraan kebutuhan per tiapkali masak dan simpan di plastik kecil-kecil secara terpisah sehingga ketika akan mengambil, bisa ambil seperlunya saja..
Semoga bermanfaat
copas dari grup sebelah,Ā
Wainii buat calon bunda dan otw bunda semoga bermanfaat yaaaak :3
wkwk pantesan sayur di kulkas cepet busukā¦
Nah ilmu kan ini, yaa #noted :3
Pria juga perlu tauĀ š *noted
ilmu perdapuran
Aw, yeah, thatās the good shit.
I love abandoned ruins so much
the world taken back by nature is my aesthetic
Kemandirian Anak: Usaha Memperkenalkan (Bagian 1)
Sabtu lalu, saya diminta oleh teman saya Andrian, untuk memberikan semacam penjelasan terkait kemandirian anak. Peserta kegiatan itu adalah guru-guru TK Pelita Insan Madani di kota Serang yang dimiliki oleh isterinya, @megandarii. Ndilalahnya, alasan Andrian meminta bantuan saya bukan karena latar belakang keilmuan (meskipun saya mendapatkan gelar sarjana dan master di bidang psikologi, peminatan yang saya ambil hampir tak ada hubungannya dengan anak dan pendidikan), tetapi lebih karena saya dalam beberapa tahun terakhir ini menjadi tukang potret di @sbmatahari (iya, sekolah yang sedang ada di situs kitabisa dan juga sedang open recruitment itu). Demi mengetahui alasannya itu sebenarnya menolak permintaannya, khawatir apa yang saya sampaikan nanti malah membawa kemudaratan, alih-alih manfaat. Akan tetapi ia terus mendesak juga. Akhirnya saya luluh juga. Atas nama ada embel-embel akan dibayar membantu teman saya setujui permintaannya.
Pengertian Mandiri
Jika kita melihat di Kamus Besar Bahasa Indonesia, āmandiriā berarti ātidak bergantung pada orang lainā. Dari keterangan singkat ini bisa kita maklumi bahwa yang dimaksud kemandirian anak tentu saja bukan berarti tidak membutuhkan sama sekali kepada orang-orang di sekitarnya, seperti orang tua. Akan tetapi, kemandirian yang dimaksud tentu saja harus disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak. Baik secara fisik, kognitif, dan juga psikososial.
Hal ini menjadi menarik, ketika saya coba googling tentang tema ini ternyata banyak artikel-artikel parenting berbahasa Indonesia yang telah membahas kemandirian anak. Hanya saja, sebagian besar artikel tersebut jarang mengupas dua hal penting yang justru harus diperhatikan sebelum membahas ābagaimana cara mendidik anak sehingga terlatih untuk mandiriā. Dua hal itu adalah level perkembangan anak dan emosi anak. Karena dalam konteks ini anak yang akan saya bahas adalah anak-anak pre-school, tentu saja perkembangan yang perlu diperhatikan adalah anak-anak di usia 3 hingga 6 tahun.
Perkembangan Anak
Agar pembahasan ini tidak terlampau teoritis, saya akan membatasi penjelasan mengenai teori perkembangan dari dua aspek saja: kognitif dan psikosial. Dilihat dari perkembangan kognitif, merujuk kepada teori yang dikembangkan Jean Piaget, anak-anak di usia 2-7 tahun sedang memasuki fase pre-operational. Masa ketika seorang anak sudah mengembangkan self-awareness dan kemampuan menggunakan simbol.Ā
Sementara jika ditengok dari sisi psikososialnya, dengan mengacu kepada penjelasan dari Erik Erikson, anak-anak di usia 3-5 tahun sedang berada pada fase usia bermain. Pada fase ini isu perkembangan yang menjadi perhatian mereka adalah iniative vs guilt. Perkembangan otot-otot tubuh di bagian kaki dan tangan, meningkatnya kemampuan motorik kasar dan halus, membuat anak-anak di usia ini makin tertarik untuk mengeksplorasi lingkungan sekitar. Hanya saja initiative ini seringkali dibatasi dengan kekhawatiran terhadap munculnya guilt (rasa bersalah). Rasa bersalah ini bisa muncul akibat respon negatif orang-orang di sekitar mereka. Sementara jika respon terhadap mereka baik, mereka akan mengembangkan keinginan untuk terus belajar dengan kreatif, menyenangkan dan memiliki purpose (tujuan).
Jika diringkas dapat kita simpulkan bahwa anak-anak usia pre-school sudah memiliki kemampuan simbolik yang biasanya mereka gunakan saat pretend play. Pura-pura sedang memasak, sedang mengendarai kendaraan, dan bahkan mengeluarkan jurus pamungkas saat menjadi pahlawan kesayangan. Anak-anak usia ini karena masih berada di perkembangan pre-operational, kemampuan memahami kausalitas belum memadai. Hal ini menjadi penting untuk dipahami orang-orang dewasa di sekitar anak-anak usia ini, terutama ketika hendak menjelaskan sesuatu yang bersifat sebab-akibat. Terakhir, pada usia ini anak-anak juga sedang mengembangkan self concept, self esteem, dan regulasi emosi mereka. Jangan sampai kealpaan terkait hal ini malah membuat usaha-usaha memperkenalkan kemandirian terhadap anak-anak malah berujung sebaliknya. Sebab, pembentukan self concept dan terutama self esteem pada periode ini sangat bergantung pada bagaimana orang-orang di sekitar mereka menilai mereka. Hal ini dapat dimaklumi karena mereka belum mengembangkan kemampuan refleksi diri untuk menilai secara mandiri diri mereka sendiri.
When kids donāt feel right, they canāt behave right
Ini adalah soalan kedua yang jarang dibahas di artikel yang saya baca. Bagaimana kita bisa berharap seseorang anak melakukan ini dan itu, ketika apa yang mereka rasakan tidak coba kita pahami. Oleh karena itu prinsip yang diperkenalkan oleh Adele Faber dan Elaine Mazlish tiga puluh lima tahun silam di buku legendaris mereka, How to Talk So Kids Will Listen & Listen So Kids Will Talk perlu digunakan, all feeling can be accepted. Ya, semua rasa bisa diterima.
Ketika anak-anak merasa baik, ceria, bahagia, orang-orang dewasa di sekitar mereka akan mudah menerima hal itu. Akan tetapi jika rasa yang sebaliknya yang terjadi, ouchhh sulit sekali untuk dimaklumi. Muncullah komentar semacam
Ah gitu aja nangis, ayo bangun. Ketika seorang anak jatuh.
Nangis terus ditinggal pulang nih. Ketika seorang anak tantrum karena tidak dibelikan sesuatu.
Gak boleh marah begitu. Ketika seorang anak mencoba memukul temannya yang mengambil mainannya.
Dan komentar-komentar sejenis lain yang menunjukkan penolakan terhadap apa-apa yang dirasakan oleh anak-anak tadi. Seperti disampaikan di bagian sebelumnya, anak-anak di usia pre-school sedang mengembangkan konsep diri dan juga regulasi emosi, penolakan terhadap emosi yang mereka sedang alami sedikit banyak juga berarti penolakan terhadap mereka (karena perasaan mereka adalah bagian dari diri mereka) dan tak mengajarkan apapun terkait regulasi emosi kepada anak-anak. Alangkah ruginya ketika ada momen seharusnya anak mendapatkan pembelajaran baru, mereka malah tak mendapatkan apa-apa.
Ketika seorang anak diterima emosinya, ia tidak hanya merasa diterima, ia juga sedang belajar tentang regulasi emosi. Pada saat emosinya sudah membaiklah ia bisa menyerap ide atau diperkenalkan perilaku baru. Mustahil memperkenalkan kemandirian, hal yang begitu rumit dan membutuhkan waktu untuk bisa menjadi suatu kebiasaan, jika anak sedang dalam kondisi emosi yang buruk. Ā
Karena secara instingtif kita memang akan berusaha menolak keberadaan emosi negatif karena memang emosi itu sama sekali tak menyenangkan, berikut Pertolongan Pertama yang bisa dilakukan:
1. Tahan respon
2. Pikirkan tentang emosi yang anak rasakan
3. Beri nama emosi itu kemudian masukkan dalam kalimat anda
Kunci rapat mulut ketika melihat atau mendengar apa yang sedang dirasakan seorang anak. Lalu coba perkirakan apa sebenarnya yang ia rasakan. Marahkah. Sedihkah. Kesalkah. Jijikkah. Menonton film Inside Out atau membaca artikel-artikel yang ditulis Paul Ekman tentang emosi dasar, saya kira bisa membantu. Lalu beri nama atas apa yang mereka rasakan itu.
Kamu sedang merasa kesal dengan temanmu.
Pasti sedih banget ya. Padahal kita sudah rencana makan es krim dari rumah.
Kamu pasti marah banget, temanmu mengambil mainanmu.
Kamu jijik kalau memegang lem.
Ada banyak hal yang menyenangkan dari mengapa kita harus menerima apa-apa yang dirasakan oleh anak selain yang telah disampaikan di awal. Menerima apapun yang dirasakan anak adalah suatu pertanda buat mereka, bahwa urusan mereka kita anggap penting. Jangankan anak-anak, kita sendiri, orang dewasa, ketika sedang menyampaikan uneg-uneg, kemudian mendapat respon yang berarti elaah gitu doang, pasti merasa diremehkan dan ditolak. Oleh karena itu sangatlah penting ketika menerima emosi dan menyampaikan apa yang menurut kita sedang mereka rasakan, perlu ekspresi emosi yang matching. Ketika mereka sedih nada suara dan mimik wajah kita pun seolah sedih. Ketika mereka kesal tentu nada suara dan ekspresi kita harus pula menyesuaikan. Sehingga mereka turut pula belajar membuat asosiasi antara ekspresi emosi dan nama emosi itu. Tentu saja, dengan ekspresi emosi yang tepat perasaan bahwa mereka dan apa yang mereka rasakan kita diterima, semakin kuat lagi. Ā
Kemudian memberikan mereka nama-nama untuk apa yang mereka rasakan membuat mereka pada waktu-waktu ke depan bisa mengekspresikan emosi mereka dengan lebih baik.
Aku marah, kamu mengambil mainanku. Bukannya meninju wajah temannya.
Aku sedih, aku mau beli permen yang itu. Bukannya berguling-guling di lantai sambil menangis.
bersambungā¦
Sukaaakkk
noted