Aku percaya bahwa “Hati yang baik, akan menarik hati yang baik.”
Allah Maha Baik🤍
ojovivo
🩵 avery cochrane 🩵
Noah Kahan
Lint Roller? I Barely Know Her
EXPECTATIONS
Interview Vampire Daily
h
d e v o n
hello vonnie

PR's Tumblrdome
No title available

No title available
NASA

Discoholic 🪩
Cookie Run:Kingdom Official!

No title available
Fieri Frames

Jimmy Eat World
Not today Justin
No title available
seen from China

seen from United States

seen from Malaysia

seen from India

seen from France

seen from Malaysia
seen from Russia
seen from United Kingdom
seen from Bangladesh
seen from Bangladesh
seen from India
seen from United States

seen from Malaysia
seen from India
seen from Pakistan
seen from United States

seen from United Kingdom

seen from Brazil

seen from Japan

seen from Spain
@rifirizkikas
Aku percaya bahwa “Hati yang baik, akan menarik hati yang baik.”
Allah Maha Baik🤍
Nak, jadikan dirimu dekat sedekat-dekatnya dengan Allah. Sehingga tidaklah mendekat kepadamu kecuali yang hatinya juga dekat kepada Allah. Karena telah Allah tetapkan fitrah bagi setiap ruh (jiwa), kecenderungan hati untuk mendekati yang sefrekuensi.
Pesan Ibunda tercinta, semoga Allah selalu merahmatinya.✨❤
@rizqan-kareema.
Hati yang sefrekuensi akan Allah tuntun untuk saling menemukan. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa salam; “Ruh-ruh itu bagaikan pasukan yang dihimpun dalam satu kesatuan. Jika saling mengenal di antara mereka maka akan bersatu, dan yang saling merasa asing di antara mereka maka akan berpisah.” (HR. Muslim, 6376).
Membacamu
Membacamu seumur hidupku, adalah tentang mencintai, menerima dan memahami tanpa henti.
Seperti cuaca yang berubah-ubah, sesekali kau menjadi teka-teki namun lebih sering kita sama-sama memaklumi.
Bukan tentang siapa benar dan siapa salah, lebih banyak diantaranya adalah tentang siapa yang mau lebih dulu jadi tenang dan mengalah.
Akan ada ingatan yang buruk, akan ada rasa ingin menghapus dan mengulangi, tetapi hidup sebagian besar adalah tentang sadar diri untuk terus berbenah dan memperbaiki diri.
Tak ada yang segalanya baik-baik saja, cemas seringkali seperti bayangan gelap yang menakuti langkah, tetapi prasangka baik adalah salah satu penguat hati untuk terus bertahan dan melanjutkan perjalanan..
Bahwa rejeki kita takkan tertukar, takdir kita telah di tetapkan, ujian kita sudah di takar sesuai kemampuan.. Semoga Allah selalu menjaga kita dalam rasa tentram karena-Nya, iman yang teguh dan cinta yang kokoh.. aamiin
Harapan, 11 Februari 2026 10.38 wita
Jangan urus yang bukan urusan kita,
"Di antara tanda kualitas agama seseorang, dia meninggalkan sesuatu yang bukan urusannya."
Jangan sibuk dengan urusan orang lain (hal negatif), yang tidak ada hubungannya dengan kita, urusan kita udah banyak. Ngomongin orang lain, jika itu salah berita, artinya fitnah, dan jika itu fakta, maka ialah ghibah.
Dan kaidah berita, itu lebih banyak bumbunya daripada faktanya. Makanya ustadz ustadz sepuh kita bilang
"Bedanya uang dengan berita adalah, uang itu semakin berpindah ke banyak tangan, akan semakin berkurang. Adapun berita, semakin berpindah dari satu orang ke orang lain, maka akan semakin bertambah"
Dan semua itu akan kita pertanggung jawabkan kelak di akhirat, dan itu ribetnya bukan main, susah.
Fokuslah pada diri kita, evaluasi diri kita, apa apa yang harus diperbaiki di diri kita, fokus pada meningkatkan pencapaian diri kita, lalu berbagi hal positif kepada orang lain, berikan nasihat nasihat baik kepada orang lain.
Jadi uruslah orang lain, dalam hal positif, bukan di hal negatif. Itu barulah orang orang yang bermain di level level tertinggi.
Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri hafidzahullah, Kajian Riyadhus Shaalihiin. 1944. Tips Bermain di Level Tertinggi.
Ada hari ketika aku bangun tanpa ambisi, hanya ingin hidup tanpa harus menang. Tanpa harus menjelaskan apa-apa kepada siapa pun. Tapi mereka menatapku seolah itu dosa. Seolah diamku adalah kemalasan, dan tenangku adalah kegagalan.
Lucu, ya. Kita diajarkan mencintai diri sendiri, tapi juga ditakuti agar tak terlalu nyaman dengan diri yang belum “jadi”. Kita disuruh menerima kekurangan, tapi juga diukur dengan hasil yang tak boleh kurang.
Rabb, meminta surga-Mu itu berat banget ya:”)
Rasanya… aku ingin menyerah ya Allah😭
Perempuan keras kepala ini ternyata membutuhkan sosok lelaki yang tenang dan bisa menenangkan, bukan lelaki yang jika aku ngambek dia bodo amat, atau jika aku marah dia juga ikutan marah atau bahkan sampai mencaci maki..
Aku anak pertama perempuan, ternyata memang membutuhkan sosok lelaki yang tidak sekeras diriku 😌
Ya Allah pertemukanlah 🥹🤲🏻
Mantra ajaib yang selalu diulang belakangan ini,
"Sebesar apapun effort yang telah kamu berikan, jika hal itu bukan untukmu maka selamanya tak akan menjadi milikmu. Begitu pun sebaliknya, seminim apapun perjuanganmu jika sesuatu memang ditakdirkan untukmu maka dia akan selalu menjadi milikmu. Selain berdoa, berusaha, berpasrah, kita pun harus belajar untuk menerima takdir terbaik dariNya."
Kantor, 7 Oktober 2025
Rajuami
“If you knew how hard it was, and how long it took, to rebuild my little universe of peace and happiness then you would understand why I’m so picky about who I allow in my life.”
— Weird People
“Being happy is a very personal thing and it really has nothing to do with anyone else.”
— Unknown
“If you get that gut feeling that something isn’t right about a person or situation, trust it.”
— Unknown
“In life you will realize there is a role for everyone you meet. Some will test you. Some will use you. Some love you. Some will teach you. But the ones who are truly important are the ones who bring out the best in you.”
— Unknown
Your greatest contribution to the world may not be something you do, but someone you raise.
Sebagaimana ibunda Imam Bukhari, beliau tidak menghasilkan Kitab Shahih Bukhari, tapi beliau melahirkan dan membesarkan penulisnya.
Atau sebagaimana Hannah binti Faqudz, ibunda Maryam salamun 'alaiha, yang mengira akan melahirkan bayi lelaki, sehingga bernadzar bahwa anak lelakinya kelak akan berkhidmat untuk Baitul Maqdis. Ternyata Allah karuniakan ia anak perempuan, lalu ia menamai anak perempuannya itu Maryam. Siapa sangka di kemudian hari, nama anak perempuannya Allah abadikan menjadi salah satu nama surah dalam Al Qur'an, dan Allah jadikan anak perempuannya ibu dari seorang Nabi.
Untuk segala sesuatu yang telah engkau ikhtiarkan sebaik mungkin namun takdir Allah berkata lain. Untuk do'a-do'a yang bertahun-tahun terus kau panjatkan dengan hati yang penuh baik sangka, tapi Allah katakan tidak sebagai jawabannya. Percayalah bahwa selalu ada hikmah di balik semua itu, dan skenario yang Allah pilihkan untukmu adalah yang terbaik bagimu meski hikmah-hikmahnya belum kamu tahu.
Kadang, Allah menempatkan kita di posisi yang jauh sekali dari ekspektasi yang kita impikan. Lalu dunia melihat kita sebagai barisan orang-orang yang gagal mewujudkan mimpinya. Padahal, di posisi itulah Allah sedang membesarkan peran kita, dan melibatkan kita untuk jadi jalan kebermanfaatan bagi sesama, lewat skenario yang paling diridhoi-Nya.
Maka, di mana pun posisi kita saat ini, selama kita berjalan di jalan yang Allah ridhai, peran kita selalu bernilai di mata Allah. Nilai kita di mata Allah, itulah yang terpenting.
Teruslah berbaik sangka pada-Nya. Sebab tidak ada ikhtiar yang sia-sia. Tidak ada do'a-do'a yang diabaikan begitu saja. Skenario-Nya memang tidak selalu mudah untuk kita mengerti, namun suatu saat nanti, hikmahnya akan sangat kita syukuri.
Ukhtukum fillah, @rizqan-kareema .
Menjalani Takdir
Makin dewasa, makin kerasa kalau ternyata beriman pada rukun iman yang ke-6 itu ternyata nggak gampang sama sekali dalam praktik kehidupan. Apalagi setelah kita bertemu dengan realitas pasca selesai dari dunia perkuliahan, harus menghadapi dunia dewasa, pekerjaan, mencari uang, mengumpulkan tabungan, pernikahan, mikir beli rumah, biaya pendidikan, dan berbagai macam takdir yang kita temui di masa dewasa.
Perasaan yang naik turun, polemik kehidupan bermasyarakat, politik, ekonomi, macem-macem. Pikiran kita riuh sekali setiap hari, bahkan kita mempertanyakan mengapa ditakdirkan jadi WNI.
Sekarang, menuju usia 40 yang masih 5.5 tahun lagi. Badai krisis di usia pertengahan 30 ini ternyata mengantarkanku pada hal yang selama ini kupertanyakan, takdir. Kini mulai bisa membaca dengan lebih jelas, mengapa takdirku bertemu dengan berbagai macam orang kemarin, mengalami kejadian yang tak menyenangkan, mengalami kegagalan dalam berbagai urusan baik itu bisnis - percintaan - pertemanan, dan semuanya bermuara pada apa yang sedang kujalani sekarang.
Muara yang aku tahu, ini bukan ujungnya. Bisa jadi perjalanan ini sebenarnya baru dimulai, yang kemarin itu baru mukadimah saja. Baru hidangan pembuka. Menu utamanya justru di samudera luas kehidupan yang akan kutemui setelah ini. Sebuah tugas dan peran yang aku tahu, di sinilah tempatku akan mengabdi, menimba pahala, mengoptimalkan potensi diri.
Sesuatu yang bisa menjadi bekal nanti di kehidupan berikutnya. ******* Pernah nggak kamu merasa nggak berguna, merasa nggak bisa apa-apa, nggak punya keahlian yang menonjol. Kamu merasa kalah dari siapapun, merasa tidak berada di level yang sama dengan teman-temanmu yang lain. Lantas, kamu ditempa dengan berbagai macam masalah, berbagai macam kejadian yang akhirnya mengantarkanmu pada kesadaraan saat ini.
Dunia yang kamu jalani saat ini memang tidak bergelimang harta, tidak banyak sorot kamera. Tapi di sinilah kamu merasa tenang, merasa punya tujuan, dan kamu bisa menjadi dirimu yang paling kamu senangi.
Serta tak ketinggalan, kamu merasa yakin bahwa dari sini, kamu bisa memupuk bekal kehidupan akhirat.
******* Takdir yang kita jalani, tidak semuanya tentang menjadi kaya raya dan terkenal. Berada di tempat-tempat yang gagah gemerlap. Bisa jadi takdir kita berada di tempat-tempat jauh yang bahkan orang tidak pernah bisa mengetahuinya tanpa melihat peta. Bisa jadi, takdir kita berada di kehidupan orang yang cukup, tidak berlebih-lebihan. Bisa jadi takdir kita justru menemani keluarga yang sedang sakit-sakitan. Atau bahkan, kita yang justru sakit-sakitan dan harus merelakan hal-hal menyenangkan di dunia ini. Beriman pada takdir di umur dewasa ini, masihkan terasa berat untukmu? Apa yang sedang berkecamuk di pikiranmu atas takdir yang sedang kamu jalani, meski kamu tahu ini belum sampai ke ujung jalannya? (c)kurniawangunadi
Fase apa ini?
Buat kamu yang sekarang lagi mengalami fase dinamika yang kayaknya tanpa arah dan ujung. Kunci satu-satunya adalah, jalani sebaik mungkin. Mungkin 5-10 tahun mendatang, kamu baru akan mengetahui kenapa kamu harus melewati hal yang kamu lalui sekarang ini. Memang nggak nyaman, tapi itu worth-it banget :)
@kurniawangunadi
Fase apa ini? umur 30an jobless, belum menikah, merasa takdir tidak berpihak, lalu lewat lah tulisan mas Gun, benar adanya. Yang bisa aku lakukan saat ini jalani sebaik mungkin, dengan diam, dengan yakin dan percaya Allah lah sebaik-baik nya rencana. Hanya bisa jalani sebaik mungkin, dengan sabar dan dengan ridho menjalani nya.
Allah tau yang aku butuhkan,
Jadi ya Rabb...
رَبِّ إِنِّى لِمَآ أَنزَلْتَ إِلَىَّ مِنْ خَيْرٍۢ فَقِيرٌۭ
Rabbi inni lima anzalta ilayya min khayrin faqir
"Ya Tuhanku sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku".
[28 : 24]
Berteduh adalah seni melindungi diri dari derasnya hujan, sedangkan bersabar adalah seni melindungi diri dari derasnya ujian.