Kepada ; Pasangan Hidupku Kedepan
Dengan hati dan pikiran yang tenang aku menuliskan ini.
Teruntuk engkau yang saat ini sedang berada di dekapanku. Tak perlu aku sampaikan sapaan “hai” atau “hallo” bukan?
Kamu pastinya juga sudah tidak asing dengan posisiku dalam keluargaku selama ini bukan. Yaapp, aku adalah anak terakhir dua orang bersaudara. Aku tumbuh dan dibesarkan oleh kedua orangtuaku dengan penuh kasih sayang.
Tulisan ini aku tulis pada saat usiaku tepat 24 tahun 10 bulan 0 hari. Sifat sikapku? Jujur aku memiliki sifat pendiam kepada orang lain yang belum terlalu aku kenal dengan baik. Tetapi aku yakin jika saat ini dimana kamu sudah sangat mengenalku secara mendalam, justru kamu menemukan jika aku berbanding terbalik dengan apa yang orangorang lain pikirkan.
Impian terbesarku saat hubungan kita (aku dan kamu) yaitu dapat di agungkan dengan cara melewati acara Pernikahan. Tatkala pada saat acara itu kita kedepannya hanya satu kata saja, yaitu kata “saling”. Aku selalu menginginkan acara tersebut dimana didalamnya kita “saling” bekerjasama. Kita adalah dua orang yang “saling” berjuang untuk mendapatkan tujuan yang sama, rasa BAHAGIA.
Aku tau bahwa kamu adalah orang yang memiliki banyak trauma. Setauku, kamu adalah orang yang memiliki rasa trauma tentang rasa “percaya”. Mungkin toxic yang kamu punya adalah kamu tau bagaimana caranya mencintai, tapi kamu tidak mengetahui bagaimana kamu bisa mempercayai jika oranglain mencintai dirimu. Aku tau, trauma yang kamu alami ini juga merupakan tanggung jawabku untuk menyembuhkannya. Tetapi jika kamu mengingikan sedikit bantuan kepadaku, yaitu tolong untuk menyakinkan dirimu setiap waktu dan setiap hari bahwa aku mencintai dirimu. Kamu pasti akan mendapatkannya, aku yakin.
Di mataku, kamu bukan seseorang yang selalu mengekang tentang segala hal. Kamu boleh bertemu dengan temantemanmu. Aku dan kamu juga bukan seseorang yang pencemburu. Kamu selalu menghargai apa pun yang aku lakukan, begitu pula sebaliknya. Selama kita (aku dan kamu) tidak menutupi hal apa pun yang seharusnya aku dan kamu ketahui dan kita saling tahu apa itu arti batasan.
Aku senang mempelajari hal baru, aku senang bertanya tentang banyak hal kepadamu. Aku harap kamu adalah seseorang yang dapat aku ajak berdiskusi tentang banyak hal di semesta ini. Tidak perlu berdebat, cukup sampaikan apa yang ingin kamu sampaikan atau hal yang mungkin kamu ingin ketahui, dan aku akan sebisa mungkin akan menjawab apa yang kamu ingin ketahui tadi. Pada penghujung diskusi, aku ingin kita tutup dengan pelukan yang hangat dan tertawa bersama satu sama lain.
Aku menyukai hal hal yang sederhana, sesederhana kita nantinya saat sudah melewati jenjang pernikahan. Dimana nantinya kita dapat menikmati teh hangat di kala hujan turun serta menghirup bau petrichor yang sangat menyejukkan, saling tertawa satu sama lain membicarakan hal konyol, atau teristimewa lagi kita sambil bernyanyi di atas motor. Kamu boleh untuk ikut serta, akan aku kenalkan kau pada hal hal baru atau nan sederhana yang ada di alam semesta dunia ini.
Terakhir, aku ingin mengucapkan rasa terima kasih. Dari banyaknya seseorang di dunia ini, terima kasih kamu sudah memilih aku dan membuat aku yakin untuk memilihmu, walaupun saat ini aku masih mencoba untuk membentuk dan membangun hubungan ini semakin dekat dengan acara Pernikahan kita berdua.
Marilah kita “saling” bekerja sama demi mewujudkan hubungan sehat dan dimana nantinya kita dapat melangsungkan Pernikahan aku dan kamu. Mari kita saling berbahagia hingga ke Surga.
— Yogyakarta, 26 Desember 2022