#5 — Bonus Keteguhan
Butir kesakitan biarlah bersemi dalam setiap langkah. Jerit kekecewaan tak melulu berakhir penyesalan. Merayu kesyukuran perlu konsistensi agar rasa cintaNya tak lagi ternodai. Jerih payah akan berbuah di saat yang tepat. Percayalah dengan terus bertahan!
Untukmu yang sedang berjuang. Tak cukup menjadi orang baik. Kita perlu menjadi orang gila, berani mengatakan tidak dengan tegas dan mengiyakan dengan penuh kecurigaan. Prinsip diri sebagai pegangan, bukanlah standar orang banyak. Dunia yang semakin menodai nurani terkadang menggerus setianya pada kebenaran.
Tidak enakan dalam menolak, bukanlah tanda sebagai orang baik. Karena, orang baik tahu dengan pasti bahwa dia sedang tidak baik-baik saja. Bedakan antara mendahului orang lain dengan mengorbankan diri sendiri. Kita hanya perlu mengutamakan orang lain setelah diri sendiri. Mengukur kesanggupan perlu dijadikan landasan. Kekuatan dan kelemahan ya hanyalah dirimu yang tahu pasti.
Apa yang kita jadikan output ya berupa porsi bukan sepenuhnya iya-iya aja. Banyak hal yang bukan jadi tanggungjawab kita. Tugas kita adalah menjadi orang baik. Namun, menjaga perasaan orang lain, memastikan perlakuan mereka ke kita, mengharapkan balasan yang setimpal dan sebagainya, itu diluar dari kehendak kita sepenuhnya.
Apapun input yang kita terima, entah pengkhianatan, penghinaan atau prasangka buruk. Tetaplah bertahan! Mungkin terkesan pahit tapi itulah ujianNya untuk memastikan bahwa kamu benar-benar makhluk Allah yang baik.
Tulusmu tak perlu dibuktikan ke mereka, cukuplah Allah sebagai standar ketulusanmu. Apa yang berkobar dalam hati dan pikiranmu namun disalahartikan oleh makhlukNya, tak apa. Jadikan itu sebagai acuan bahwa Allah adalah satu-satunya yang paling percaya dan memahamimu.
Pahamilah, terbatasnya indera kita sebagai manusia. Membuat hal-hal yang luput sering disalahpahami. Jeritan kebaikan yang bersemi dalam hatimu akan bermuara di saat yang tak disangka-sangka. Bisa menjadi jalan rejekiNya, diperlancarnya urusan, asupan hidayahNya atau kejutanNya yang selama ini kamu nantikan. Jika belum dalam waktu dekat, itu semua akan terakumulasi dan meledak dalam kesyukuranNya. MasyaAllah!
Layaknya nasehat dari Imam Syafi'i, "Keridhaan semua manusia adalah satu hal yang mustahil untuk dicapai, dan tidak ada jalan untuk terselamatkan dari lidah mereka, maka lakukanlah apa yang bermanfaat untuk dirimu dan berpegangteguhlah denganNya."
[c] Muhammad Sarifin | @muhsarifin


















