He will suffer.
seen from Germany
seen from Germany
seen from China
seen from China
seen from United States

seen from China

seen from Germany

seen from Germany
seen from Hong Kong SAR China

seen from Germany
seen from Ireland
seen from China
seen from United Kingdom
seen from China

seen from Japan

seen from United Kingdom

seen from Germany
seen from China

seen from Australia

seen from United States
He will suffer.
Apa yang kita kira kebetulan, hanyalah riak kecil dari arus takdir yang lebih besar. Semua sudah digariskan, kita hanya sedang belajar percaya bahwa setiap pertemuan, kehilangan, tawa, hingga air mata, punya alasan yang jauh lebih indah dari yang mampu kita pahami hari ini.
Maid day by かるう@karumoimoiiii
You aren't a true Ultraman Leo fan if you haven't gotten your ears blown out by Gen just SCREAMING "LEEEEOOOOOO" for every transformation. I hope his mic got some damn good hazard pay
Ft. The beginnings of Astra's Primary Line
Their mom's design is based on an old magazine that I embellished like crazy to where she's basically just my oc now. I call her Bahmet, I cherish her greatly and have many thoughts about her. May post more of her later
explain the girl voltron thing im curious
okay so im rewatching voltron and in season 1 episode 3, they meet arusians (aliens living on arus, the planet where the castleship is located in the start). They meet one arusian that is their bravest fighter and has been sent to check why the lion-goddess is upset at them. Allura tells them she voltron is there to protect them and everyone else in the universe.
tldr: The arusians see voltron as goddess and they say ‘she’ when talking about the giant robot. Aka. voltron is a woman.
Also, here are some LGBTQIA+ head canons!
Larmina is a lesbian and a Demi girl.
Vince and Hunk are gay.
Allura is pansexual. Pidge is pansexual and aromantic, also known as aro/ace(?).
VLD!Allura is omnisexual. Teen Titans 2003!Starfire is omnisexual and genderfluid.
Keith and Daniel are bisexual. Ashton Ketchum is bisexual and genderfluid.
Sedimen
Pikirkan dirimu bukan sebagai sebuah sungai yang mengalir, tapi sebagai dasar dari sungai itu.
Setiap hari, setiap pengalaman, setiap kegembiraan dan kekecewaan, adalah butiran-butiran pasir dan lumpur yang dibawa oleh arus waktu, lalu mengendap di atasmu.
Saat kau muda, arusnya deras. Semua hal terasa baru, dan sedimen yang mengendap masih tipis. Kau masih bisa merasakan dasar batumu yang asli.
Tapi waktu terus berjalan. Arusnya melambat, dan sedimen itu terus menumpuk, lapis demi lapis.
Lapisan dari hari-hari yang membosankan. Lapisan dari malam-malam yang penuh kecemasan. Lapisan dari tawa yang sudah kau lupa suaranya. Lapisan dari wajah-wajah yang datang dan pergi. Semuanya mengendap. Semuanya memadat.
Hingga suatu hari, kau menyadari sesuatu yang mengerikan.
Kau tidak lagi bisa merasakan dasar batumu.
Kau mencoba menggali ke bawah, mencoba menemukan kembali siapa dirimu di awal, tapi yang kau temukan hanyalah lapisan-lapisan dari dirimu yang kemarin, yang minggu lalu, yang lima tahun lalu.
Dan kau sadar, kau tidak lagi bisa berubah dengan cepat. Kau tidak bisa lagi menjadi apa pun yang kau mau. Karena untuk mengubah arahmu sekarang, kau tidak hanya harus melawan arus yang ada, tapi kau juga harus mengeruk ribuan lapisan sedimen yang telah mengeras menjadi batu di dalam dirimu sendiri.
Roni. | 24 Agustus 2025