DO’A
Tuhanku. Aku memohon kepada-Mu untuk membentukku menjadi putra yang tangguh dan manusia yang cukup kuat untuk menyadari manakala aku lemah, cukup berani menghadapi dirinya sendiri manakala aku takut. Jadi juga aku manusia yang memiliki rasa bangga dan keteguhan dalam kekalahan yang telah menungguku di kemudian hari. Buatlah diriku menjadi rendah hati dan jujur dikala aku mendapatkan kemenanganku.
Tuhanku. Tolonglah jangan bimbing aku pada jalan yang mudah dan lunak. Biarkanlah aku di bawa oleh-Mu dalam gelombang dan desak kesulitan agar aku menjadi seseorang yang tahu rasanya perjuangan. Bimbinglah aku Tuhanku supaya aku mampu berdiri tegak ditengah badai serta berwelas asih pada orang-orang yang memerlukanku.
Tuhanku. Jadikanlah aku manusia yang memiliki hati bening dengan cita-cita tinggi, juga berani mewujudkan semua impian dan cita-citanya. Buatlahlah juga aku menjadi seorang yang mampu memimpin dirinya sendiri sebelum memimpin orang lain. Akupun ingin Tuhan menjadi manusia yang mampu meraih masa depan yang sangat indah tapi jangan buat aku melupakan masa lampau.
Tuhanku. Maafkanlah aku atas keegoisanku. Aku yang hanya manusia biasa ini mengharapkan seseorang untuk hadir di halamanku. Kumohon berikan padaku cara agar ia dapat kudatangkan untuk melengkapi do’aku. Jadikan aku seorang yang bijak agar aku tidak menyesal di akhirnya. Berikan pada wanita yang kumau keluluhan hati agar kita dapat bersama sampai semua angan dan cita-citaku tercapai.
Setelah apa yang kuminta pada-Mu menjadi milikku, lengkapilah aku dengan hati yang ringan untuk selalu bergembira. Hingga aku dapat bersunggun-sungguh berusaha agar do’aku pada-Mu menjadi nyata. Namun jangan sekali-kali Kau membembuatkan menjadi berlebih-lebihan. Agar aku menjadi orang yang cukup tanpa kesedihan dan kesenangan yang berlebihan.
Dan pada akhirnya, berikan kepadaku kerendahan hati, kesederhanaan dan keagungan yang hakiki. Tolong lukislah pikiranku Tuhan dengan cerah dan terbuka bagi segala sesuatu sumber kearifan dan kelembutan dari kekuatan yang sebenarnya. Sehingga aku takkan takut, berani dan bangga berkata, “HIDUP DAN CINTAKU TAKKAN SIA-SIA.”










