Pengertian Tasawuf Hidup.
Tasawuf Hidup adalah melakukan tapa tetapi tidak menyendiri (tidak perlu masuk hutan atau goa) dimana manusia di dalam melakukannya tidak meninggalkan kodrat manusianya untuk mencari nafkah, tetap melakukan aktifitas pekerjaannya secara normal. Tidak terlihat secara fisik bahwa ia sedang menjalankan tapa, yang membedakan adalah amal dan perbuatannya yatu dengan membawakan cinta kasih sehingga nafsu dirinya bisa dikuasai.
Jika seseorang melakukan Tasawuf Kehidupan secara benar maka ia sudah memasuki Ilmu Suhud dan ini terlihat dari amal perbuatannya. Tetapi di dalam kehidupan bermasyarakat orang seperti ini seringkali mendapat celaan karena hampir tidak pernah terlihat menjalankan kewajiban agamanya, misalnya Shalat karena bagi dia yang terpenting adalah melakukan cinta kasih dan menguasai nafsu dirinya. Shalat sendiri bertujuan agar orang tidak sempat berbuat negatif dan selalu ingat kepada Allah dengan cara membuat waktu antar shalat sempit / pendek selang waktu-nya.
Jadi sebenarnya tujuan Shalat sama dengan tujuan Tasawuf Kehidupanya itu selalu berfikiran dan berbuat yang positif. Orang yang melakukan Tasawuf Kehidupan akan membawakan cinta kasih dan menguasai nafsu dirinya, ini berarti ia selalu berfikiran positif dandengan amal perbuatannya ia menjadi berharga di mata Allah. Salah satu tasawuf hidup adalah Tapaning Ngahurip.
Pengertian Tapaning Ngahurip.
Tapaning Ngahurip merupakan langkah awal untuk dapat menggerakkan daya-daya yang ada pada manusia bagi kebaikan. Perincian Tapaning Ngahurip / Bertapanya orang hidup / Tasawuf Hidup termasuk zakat yang harus dilaksanakan :
a. Anorogo : Memelihara dan menjaga dirinya agar selalu simpatik dimanapun berada, di depan siapapun dan selalu membawakan sikap kepribadian yang ramah kepada semua orang. b. Ulah Pedamelan Sae : Melaksanakan pekerjaan dengan baik dan jujur, mengerjakan segala sesuatu dengan sebaik mungkin dan mengupayakan supaya hasilnya membawa kebaikan bagi banyak orang.
2. Tapaning Manah Lan Budi.
a. Nrimo : Bisa menerima segala cobaan dan nikmat Allah dalam keadaan apapun dengan tidak mengeluh atau menyesali suatu keadaan dirinya. Dalam peristiwa menyenangkan atau dalam kondisi sulit selalu mengingat dan bersyukur atas apa yang diberikan Allah.
b. Sabar Lan Binangun / Sabar Ing Coba Lan Bilahi: Bersabar menerima cobaan dan musibah yaitu dalam menghadapi setiap peristiwa kehidupan selalu mengambil makna yang positif, sehingga suatu kesedihan / kesusahan bukanlah hal yang harus selalu disesali secara berlebihan atau menjadi putus asa.
a. Ikhlas : Memiliki hati yang ikhlas di dalam setiap amal perbuatannya. Semboyannya : Do It And Forget It (Berbuat kebaikan /beramal dan tidak mengingat-ingat / tidak pamrih). b. Ngapunten Dateng Kalepatan : Harus bisa jadi pemaaf terhadap kesalahan orang lain karenaTuhan itu maha pengampun. Minta maaf kepada orang tua.
a. Tememen : Pegang teguh amanah, selalu tertib, disiplin dan memperlihatkan sikap sungguh-sungguh.
b. Ora Dahweni Munosiko : Tidak membicarakan orang lain dan tidak diperbolehkan menyakiti/menyiksa batin/badan, baik dirinya sendiri dan terlebih lagi orang lain.
6. Tapaning Rakhsa. –> Roso Sejati.
a. Anelongso : Selalu merindukan kedekatan kepada Allah dengan trenyuh.
b. Meneng: Tidak menanggapi / memberikan komentar atas segala persoalan / pernyataan / perkataan orang lain dengan emosi.
c. Ambek Utomo : Lebih dulu mementingkan kepentingan orang laindaripada kepentingan dirinya sendiri.
Pada umumnya ada yang berpendapat untuk Tapaning Alas Ketonggo namun tidak menge-tahui maksud dan arti yang lebih luas dari kata “Tapaning Alas Ketonggo”. Tapaning Alas Ketonggo pengertiannya adalah tapa di katononggo. Jadi pengertian dari Tapaning Alas Ketonggo sama dengan pengertian dari “Tapaning Ngaurip”.
Beberapa tapa yang salah pengertian :
- Tapa Ning Alas Ketonggo (Bertapa di hutan Ketonggo). Pengertian yang lebih luas adalah Tapa Ning Katon Onggo (Bertapa di badan yang kelihatan) yaitu Tapa Ning Nga Hurip.
- Tapa Ngemis (Bertapa dengan menjadi pengemis yang meminta-minta). Pengertian yang lebih luas adalah ngemis atau minta welas asih Tuhan dengan membawakan pemurah, pengasih dan penyayang (Cinta Kasih) untuk bertemu dengan Tuhan agar bisa berdialog dengan Tuhan, minta cinta kasih supaya diberi.
Dalam ngemis itu batin seseorang menangisi, meratapi kedekatan Allah (Tuhan tidak bisa didekati dengan kesenangan melainkan harus diratapi kedekatannya).
- Bertapa menyepi di goa-goa / hutan-hutan. Dengan tapa ini bisa mematikan nafsu darah tetapi tidak bisa mendapatkan Kebangkitan Kristus karena tidak bisa menjadi Abdi Kemanusiaan.
- Tapa Manglantur. Yaitu bertapa tidak makan tidak minum sehingga berubah menjadi badan etheris. Untuk meluhurkan nafsu terhadap makanan bukan dengan tidak makan tidak minum tetapi dengan tidak mengikatkan diri kepada makanan tertentu, asalkan makanan itu sehat kita makan, tidak harus jenis makanan tertentu saja. Siapa yang berhasil lulus dari Tapaning Ngaurip maka akan mendapatkan firasat atau roso yang tajam terhadap getaran atau daya yang ada disekitarnya.
Pengertian Melek / Manter. Jika kita bisa tidak tidur (melek / manter) dari jam 0.00 sampai subuh maka itu sama dengan melakoni / melakukan Tapaning Ngahurip. Dengan melek itu kita bisa mendapatkan jalan keluar sehingga seluruh persoalan keluarga bisa diatasi.
Doa orang Jawa pada saat kesusahan :
Duh Gusti, Dosa Menopo Tasih Melepet Dateng Kawulo, Kok Taseh Pinaringan / Pikantuk Ujian Lan Coba Dateng Kawulo Koyo Meniko
(Ya Tuhan, dosa apa yang masih melekat pada hamba, sehingga masih mendapatkan cobaan pada hamba seperti ini).
Kabegjan yang sebenarnya adalah mendapatkan wejangan : ilmu untuk hidup, bukan dilihat dari rejeki sifat duniawi. Lambangnya Nabi Isa adalah Will / cita-cita / kareb / kemauan. Dalam melek itu willnya harus kuat, baru bisa membuka jalan. Will adanya di tulang dada, motornya Nur.
Yang ingin menjadikan sesuatu itu wujud / tercapai adalah kareb / will yang membuka jalan. Kareb / Will harus mantap, selama will kita lurus di jalan Tuhan pasti Allah akan mengabulkan cita-cita kita (bila orang mempunyai kemauan maka akan ada hasil). Mulane nek kowe nduwe kareb kudu sing mantep (Karena itu jika kamu punya niat harus yang mantap).
Cita-cita jangan pagi-sore, harus mantep dalam panyuwune / permohonannya. Di dalam menjalani hidup dan tafakur / manter (Kang Jumeneng-aken Roso Sejati = mendudukkan rahsa di singgasananya) yang penting adalah :
-Mantep ing karep (will).
Dengan kita melek adalah belajar untuk mendapatkan daya di bawah sadar. Dengan melek itu diharapkan agar bisa berlaku : Aku Ora Ono, Sing Ono Sing Nyipta-ake Aku (aku tidak ada, yang ada yang menciptakan aku), agar nantinya bisa berdialog dengan Tuhan.
Pada tingkat pertama : Manunggaling Kawulo Gusti.
Tingkatan kedua : Gusti Manunggal Karo Zat Mutlak Allah.
Istilah diam dari jam 0.00 sampai beduk subuh disebut Semar Maneges (Semar Berdiam Diri). Maneges Marang Gusti artinya berdialog denganTuhan. Orang yang kuat di dalam Maneges akan punya daya kuat Angkat Junjung. Dengan melek kita bisa merasakan perubahan getaran yang turun pada malam hari dalam selang waktu : jam 0 s/d 1, jam 1 s/d 2, jam 2 s/d 4, jam 4 s/d 6 . Perubahan / perbedaan ini bisa dirasakan dengan menghidupkan roso. Mengetahui Sejatining Kahanan dengan roso sejati.
Menurut Ajaran Wali Songo tiap-tiap selang waktu tadi adalah saat yang paling baik untuk suatu hal (tiap selang waktu berbeda-bedahalnya). Misalnya selang waktu jam 2 s/d 4 paling baik untuk berdoa (Shalat Tahajud).
Untuk dapat mengetahui pribadi kita sendiri maka lakunya Bertafakur (seperti tidur akan tetapi kita masih sadar).Dalam Pepatah Jawa : Sak Jerone Ngaliyep Ketemu Ning Pribadine atau Sak Jerone Ngaliyep Ing Kono Jumuduling Pribadine (dalam keadaan seperti tidur tetapi masih sadar (Ngaliyep) disitulah muncul / bangun pribadinya).