Jika pulang kampung sempatkan berziarah ke makam leluhur untuk sekedar pengingat, maut itu dekat. . Makam umum itu refleksi diri. Ada makam yang terawat rapi. Masih sering disambangi sanak sedulur. Ada pula makam tanpa nisan milik mereka yang ditinggalkan, entah karena alasan cukup kirim doa dari jauh, atau karena sanak oun sudah sama tiada jadi tak ada siapapun yang mengingatmu. Sedih juga melihat makam seperti ini. Membuat saya merasa setelah manusia tak bernyawa baru kelihatan harga mereka dimata mereka yang ditinggalkan. . Membuat saya berfikir, jika nanti saya tinggal nama, akankah ada yang masih mengingat saya? Mungkin hanya baper semata, tapi bagus juga karena dengan itu saya bisa membuka mata. Menungsa senajane sugih, ayu, pinter, sing mesti mati. . . . BTW, itu HP bapak saya. Setiap membersihkan makam anak lanangnya beliau selalu memainkan musik yang sama, "Cinta Sendiri" sambil membersihkan makam, mengirim doa, dan kadang mengajak ngobrol anak lanangnya. Lagu itu kemarin sempat bikin baper saya dan keponakan saya, Amelia. Akhire mewek nang pinggire makame Om Ganteng. 😅 Untuk orang-orang tertentu tak mudah memang melepas kesayangan kita pergi karena kita sayang. Berhati-hatilah ketika bilang ikhlaskan karena satu-satunya jalan merasakan hal yang sama adalah ketika kita memakai sepatu mereka. Some people refuse to move on just because the change makes them uncomfortable. Nyaman bisa memabukkan. . . . #apalahapalah #dongengdipagihari #bukanfiksi #lebaran2017 #lebaran #liburan #family #graveyardgirl #selfreminder #onlyremindsmeofyou (at Kalibaru, Jawa Timur, Indonesia)