"Untuk yang telah tiada, kita banyakkan istighfar buatnya. Mohon yang terbaik. Kerana ingatan kita kepadanya tidak bermusim dan bertempat."
- Selamat hari ayah, abah.
Al-Fatihah.
seen from China

seen from Poland
seen from Romania
seen from Russia

seen from Italy
seen from Italy

seen from Netherlands

seen from Germany
seen from Germany
seen from China

seen from United States

seen from Malaysia
seen from Italy
seen from Russia

seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
"Untuk yang telah tiada, kita banyakkan istighfar buatnya. Mohon yang terbaik. Kerana ingatan kita kepadanya tidak bermusim dan bertempat."
- Selamat hari ayah, abah.
Al-Fatihah.
Meski ragamu tiada namun ingatan tentangmu begitu lekat, selamat hari ayah bapak❤
Selama hari Ayah, Bapak
Dalam hidup, aku sering merasa abai, karena terlalu sering menemui abu-abunya hidup. Dalam hidup aku sering merasa sedih, karena sering dihinggapi pilu hidup yang sulit. Dalam hidup aku dibiasakan bahagia sesampainya, karena sedih selalu datang merenggut tak kenal waktu.
Lalu ada laki-laki hebat dan kokoh, hidup berdampingan dengan ku, sejak kapanya, yang pasti dari awal aku hidup Ia sudah ada. Menebar senyum dan cinta seolah hidupnya dilebihi dan dicukupkan oleh itu.
Bapak, adalah sebutannya, nama kebesarannya sejak aku ada di dunia ini. Hidupnya pasti pernah abu-abu, pasti sering dihinggapi pilu, pasti pernah dilingkupi oleh sedih yang melulu. Tapi sekali lagi, Ia punya nama kebesaran, yang perannya selalu memberi warna, memberi bahagia yang tak ada cukupnya, menyudahi sedih yang tidak tahu malu sering menghampiri.
Ia bukan orang hebat, tapi dalam ketidak hebatannya Ia adalah yang luar biasa. Yang luar biasa menjaga ku, yang luar biasa menyayangi ku, yang luar biasa membuat ku cukup atas segalanya. Sampai di titik aku kiranya mengerti, aku menjadi anak yang mencintainya tanpa habis-habis.
Untuk bapak yang ikut andil dari adanya aku di dunia ini, kendati aku merasa bahwa hidup ini sulit dan terlalu membuat ku terbebani, terima kasih untuk mu yang selalu membuat ku yakin bahwa aku di sini tidak sendiri, bahwa aku di sini akan terus berbahagia, bahwa aku di sini akan terus kau temani.
Selamat hari ayah, bapak. Sebanyak-banyaknya cinta mu pada ku, selalu ajari aku untuk terus memahaminya, ya?
-Tiyah-
I Love you more than word i can say
Terimakasih telah menjadi guru paling hebat, mengajari dengan hati
terimakasih telah menjadi abah paling kuat
tak lelah menerjang hujan serta badai
terimakasih telah menjadi pelindung yang menenangkan, saat gemuruh hati hampir meledak.
terimakasih telah menjadi cinta pertama sejak suara adzan berkumandang di telinga kecilku.
sejak itu pula, engkau menjadi orang terhebat.
tertanda, pengagum berat saksi perjuangan
selamat hari ayah, setiap hari adalah hari hari hebatnya.
Ayahku Seorang Prajurit.
Cinta pertama yang tak akan pernah tergantikan sepanjang masa, kehebatan yang tak pernah diragukan olehku. Cinta dan kasihmu begitu manis.
Wahai ayah, kelak ketika aku yang ditakdirkan sebagai putrimu ini tak mampu membahagiakanmu, masihkah engkau mau menjadi cinta pertamaku? Masihkah engkau yang di depan membelaku? Masihkah engkau yang berjuang demi bahagiaku?
Ini aku, putri kecilmu yang mulai beranjak dewasa. Ayah pasti paham betul bagaimana perangaiku. Aku gadis kecil nakal itu, saat tubuhku masih setinggi lututmu, kemana ku pergi tak pernah lepas dari gandengan jari telunjukmu. Bagaimana aku berjalan dengan terbata2 dengan sigap membantuku bangun dan berdiri kembali untuk lanjut belajar berjalan hingga mampu berlari mengejarmu dengan tawa riangku.
Semakin bertambah umurku, beranjak menuju kedewasaanku. putrimu mulai mengenal sebuah ketertarikan yang mengalun dalam perasaan terdalam. Ayah selalu bilang, bahwa anak tentara harus mandiri. Anak tentara tidak boleh cengeng. Harus disiplin dan bertanggung jawab. Menikmati masa menjadi anak kecilmu selalu menyenangkan. Kemanapun aku ingin pergi selalu kau antar. Hingga waktu terus berjalan ayah membiarkanku pelan-pelan tak bergantung pada genggaman ayah.
Menginjakkan kaki pertama kalinya di kota orang. Jarak kabupaten kelahiran dengan tempatku menempuh pendidikan 7jam perjalanan lamanya. Sudah dipastikan anak bontot yg biasanya selalu dimanja akhirnya menjadi anak perantauan.
Banyak kisah yang aku sematkan dalam menempuh pendidikan. 4tahun tiba setenga semester asaku mulai melayang, aku dan engkau kehilangan wanita terindah. Dia ibuku, wanita yang sangat dicintai ayah. Wanita sederhana dan tak pernah mengeluh, melahirkan 4 anak dan mampu membesarkannya penuh kesanaran atas amanah yang dia jalankan sebagai ibu rumah tangga. Berkecamuk perasaan yang membuatku merasa menjadi gadis malang, hari-hariku menangis akan kerinduan. setiap kali aku katakan "yah, diah kangen ibuk" seketika ayah hanya memeluk dan mengusap kepalaku dan ikut meneteskan air matanya.
Aku tidak tahu bagaimana bisa akhirnya perlahan kita bisa ikhlas atas kepergian wanita terindah itu. Setiap hari ayah menguntai harapan2nya melalui sms tiap malam yg tak pernah telat seharipun. Ayah merapel dua posisi sebagai ayah juga sebagai ibu untukku. Menanyakan bagaimana kuliahku hari ini, menanyakan perlengkapan kuliahku apa sudah masuk semua ke dalam tas, jika musim hujan juga ayah tak pernah lupa mengingatkanku untuk menyiapkan jas hujan di jok sepeda.
Aku katakan sangat bangga dengan ayah dan ibuku. Orang tua yang hangat penuh keromantisan. Tak pernah membandingkan anaknya dg anak org lain yg mungkin punya kepandaian lebih. Orang tua yg tak pernah menuntut anaknya harus menjadi apa. Kita bebas menentukan apa yg kita mau, apa yg kita suka dan apa tujuan kita. Hanya saja ketika ada yg kurang tepat mereka juga tidak melarang atau membuat langkahku terhenti. Mereka memberi pertimbangan seandainya aku melangkah resiko apa yg harus ku terima dan kemenangan apa yg akan aku capai.
Ayahku juga sahabatku. Aku terbuka dengan ayah dan ibu tentang hari-hariku. Bahkan urusan asmara sebelum aku cerita kepada teman2 terdekatku, terlebih dahulu aku bercerita pada ayah ibuku. Jika respon baik baru aku bercerita pada temanku. Ayah ibuku juga bukan orang tua yg kolot akan perjodohan. Tidak memberi patokan kriteria pasangan untuk anak2nya. Jika sama suka silahkan jalan.
Malam itu, kudengar kabar ayah mulai sakit2an. Wajar saja karena faktor usia, seketika aku menatapi foto2 masa kecilku, foto2 masa muda ayah dan ibuku. Membuatku bangga menjadi anak mereka. Aku katakan aku bangga punya ayah tentara. Jiwa nasionalis dan patriotisme ayah tanamkan sejak aku kecil. Selalu menyanyikam lagu2 kebangsaan untukku, bahkan yel2 yg ayah nanyikan menuju tanah perang. Hingga banyak dongeng yang beliau ceritakan dari masa2 perjuangannya menajadi tentara. Ayah sekitar tahun 70an ditugaskan ke tanah timor timur yg sekarang menjadi timor leste. Operasi seroja kata ayahku. Ayah mengatakan hidup di hutan makan ala kadarnya. Banyak teman2nya yg gugur di medan perang. Dan aku bertepuk tangan kala itu, merasa ayahku menang, dia masih hidup dan bisa pulang. Terngiang selalu setelah bercerita perjalanan tugas tentara adalah lagu dengan lirik "tinggalkan ayah tinggalkan ibu, izinkan kami untuk berjuang, dibawah kobaran sang merah putih, dst". Disana ayah menyisipkan bangganya mempunyai istri seperti ibu yg setia dan tak pernah menuntut apapun dari ayah selain kasih sayang dan kesehatannya. Ayah bercerita pula bahwa perjalanan cintanya dengan ibu saat belum mempunyai apa-apa.
Kemudian di sambung dengan cerita ibu yang tak henti membanggakan ayah, ibu selalu berkata bahwa ayah laki2 yang sangat tampan dan gagah. Untuk menyatakan perasaan harus melalui kiriman surat yang menunggu berminggu2 baru sampai ke orangnya. Ibu bercerita bahwa di komplek asrama akan banyak perpaduan macam2 kriteria ibu2. Ada yg sederhana ada pula yg suka memamerkan hartanya. Ya ibu hanya diam karena merasa orang biasa saja. Ibu mulai menceritakan bagaimana menjadi istri prajurit untuk tetap setia. Karena tak sebagian wanita tdk kuat hidup jauh dr suaminya, hingga terjadi perselingkuhan. You are strong woman mom.. aku 4 bersaudara, dan ibu melahirkan 3 saudara (kakak2ku) tanpa ayah disisinya. Disana ibu menjelaskan bahwa aku harus paham, aku bukan anak yg bisa setiap saat bisa bermain dengan sang ayah. Menjadi istri dan anak tentara harus rela orang yg begitu dicintai telah di kontrak mati dengan bangsanya. Tidak butuh hal lain selain dukungan dr keluarga.
Tiba-tiba saja ibu berkata sesuatu. entah sengaja atau tidak aku juga tak seberapa menghiraukannya. Ibu berkata, bahwa nanti ketika aku sudah dewasa ibu berharap suamiku seorang tentara. Ibu berharap ada yg bisa menggantikan ayah nantinya. Hanya saja aku biasa saja menanggapinya. Sedangkan kakakku para wanita tidak setuju, menurut mereka tentara itu nakal banyak wanitanya. Apapun itu aku tidak membanggakan siapapun. Aku tetap bangga dengan 1 tentara yaitu ayahku.
Banyak yang mengatakan waah enak ya jadi anak tentara.. pasti saya jawab sangat enak. Menjadi anak tentara harus disiplin, harus percaya diri, tidak boleh cengeng apalagi penakut. Anak tentara harus segar bugar, sehat dan kuat. Punya ayah tentara itu menyenangkan, muka aja garang tp aslinya romantis sekali dg anak istrinya.
Tahun 2017, aku tamat menempuh pendidikan di perguruan tinggi negeri Politeknik Negeri Jember dengan IPK 3,65 dan dihadiri oleh ayahku. Dia datang dengan segala harapan. Aku peluk ayah erat2 sebelum menempati kursi wisudawan wisudawati. Aku duduk di urutan paling depan. Aku lihat ayah juga sudah memasuki ruangan sambil mendongakkan kepala mencari dimana posisi putrinya. Aku lambaikan tanganku ke arah ayah di seberang. Tampak ayah lega sambil mengacungkan jempolnya ke aku. Hingga mars dan hymne polije menggema, pemanggilan wisudawan sampai pada nama dengan gelarku dipanggil : Army Kusuma Dyah Anggraini, S.ST Lahir di Lamongan, 03 Juni 1995, Program Studi Teknik Produksi Benih, Jurusan Produksi Pertanian, IPK 3,65 dengan lama study 4 Tahun 10 hari lulus dengan predikat pujian. Tali toga dari arah kiri berpindah ke arah kanan. Aku turun podium sambil meliha ayah yg memegang dada sambil mengusap matanya. Hadir di wisudaku tanpa ibu atau saudara2ku. Setelah acara wisuda segera aku berlari menghampiri ayahku yg berpakaian batik dan celana seadanya dan aku tidak malu, karena aku paham tidak ada wanita yg menyiapkan baju lagi untuknya, aku cium kakinya dan kedua pipinya. sambil aku katakan "ayah, terima kasih.. army bangga sama ayah, maaf jika banyak mengecewakan ayah, terima kasih sudah memerankan 2 peran sekaligus untuk army sebagai ayah dan ibu dalam satu waktu." Ayah tak banyak kata, hanya mengusap air mataku, merangkulku ke luar ruangan dan berfoto bersama dengan sahabat2 yg sudah menyambutku dg hadiah2 di tangan mereka.
Akhirnya aku mulai mengenal cinta, dari sosial media aku berkenalan dg seorang laki2 dan dia berprofesi sebagai tentara. Ya awal biasa saja, hingga berjalan 4 tahun aku merasa dia yg akan menjadi jodohku. Kenyataannya tidak. Ada sebab2 yang tak perlu aku ceritakan. Hanya perlu aku katakan karena memang Tuhan tidak menjodohkan kita. Aku banyak tau lebih banyak kehidupan seorang prajurit tidak mudah, dari daftar, menikah sampai meninggal juga panjang prosesnya.
Masa kelam kembali datang, seolah segala jiwa ragaku merasa lumpuh lemas tak berdaya. Setelah aku kehilangan laki2 yg saat itu aku anggap cinta, nyatanya dg waktu tak lama aku benar-benar kehilangan cinta pertamaku. Ayahku, laki2 satunya yg berupaya selalu membahagiakanku, laki2 yang tak pernah menyakitiku. Harus pergi selamanya meninggalkanku. Hanya berpegang teguh pada hatiku.. keinginannya melihat aku menikah dan bs menjumpai cucu dariku blm tercapai. Menghembuskan nafas terakhirnya pada tanggal 18 januari 2020 di usianya yg ke 63tahun dan ibuku menghembuskan nafas terakhirnya 28 januari 2015 di usianya yg ke 53.
Kosong sempat menjadi pandanganku.. namun Allah berikan aku kekuatan.. ayah berkata bahwa aku ini anak wanita yg hebat. Seperti nama indah yg diberikan untukku tak sembarang mengungkap makna.
Army Kusuma Dyah Anggraini
Dia anak perempuan dari tentara yang tumbuh seperti bunga negara yaitu anggrek. Tumbuh menempe di tanaman lain tapi dia sebagai puspa pesona indonesia, di cintai karena keindahannya, kelestariannya, dia hidup dimana saja diterima kadena bukan sebagai pengganggu tp pemberi keindahan.
Terselesaikan segala kesedihan.. berjuang mencapai semangat baru.. menata hati agar ikhlas.. hingga akhirnya aku punya keyakinan kelak ada pria sepertimu ayah.. jika aku dapatkan laki2 yg sepertimu, akan ku jaga amanahmu baik2. Menjadi wanita yang setia, menggapai keberhasilanmu mendidik anak2 putrimu yg berbakti pada suami dan mencintai mertua layaknya org tua sendiri tanpa garis pembedaan.
Salam rindu, untuk laki2 terhebatku bersama wanita terindahku.. sepanjang masa.. aku bangga menjadi anak prajurit sepertimu. Tenang saja.. jasamu tak kan hilang.. hingga anak cucumu akan ku teruskan dongeng2 perjuanganmu. Agar tumbuh jiwa2 nasionalis dan patriotisme pada mereka untuk cinta medalam pada negara.
Random
Jika memang Ayah adalah cinta pertama bagi anak perempuannya.
Maka, aku akan menjawabnya "Iya."
Beruntunglah aku, yang lahir disaksikan langsung sama bapa.
Berhubung aku orang sunda, jadi manggilnya bapa sama mamah ya!
Bapa adalah orang yang pertama kali mengenalkanku pada kalimat-Nya.
Kalimat yang terlantun indah tepat ditelingaku.
Saat pertama kalinya aku melihat dunia ini.
Mataku terbuka, tersenyum dan menangis dihadapan bapa-mamah.
Terlalu banyak jasa mereka, sampai tak mampu kutulis satu persatu.
Yang kutahu, semakin kesini rasanya semakin ...
Memang benar ya .. Ayah itu cinta pertama bagi anak perempuannya.
Bagaimana tidak?
Sebab saat aku mulai hidup mandiri ...
Bapa selalu mengkhawatirkan keadaanku. Disamping mamah juga tentunya.
Bapa yang paling sering menghubungiku. Satu hari ada kali ya sepuluh panggilan tak terjawab. Ya.. Bisa dibilang yang paling sering miscall. Itu bukan hanya terjadi padaku saja. Tapi, ke mamah dan kakakku juga, bapa melakukan hal yang sama.
Suatu hari saat sedang bergulat dengan kertas dan brushpen warna-warni, tiba-tiba bapa bilang, "Kamu tuh anaknya kreatif. Tangannya gak mau diem. Kalau tulisannya si mirip kayak bapa, tapi kalau desain-desain gitu ya mirip sodara bapa."
Aku tersenyum.
Tentu perkataan itu bagiku adalah bentuk apresiasi yang paling berharga. Ucapan sederhana, yang justru menambah semangat dalam jiwa.
Hehe lebay si.
Di lain waktu, Bapa bilang : "Jadi perempuan itu jangan lemah, harus kuat, harus berani. Selama yang dilakukan adalah benar dan baik."
Dan terakhir, pas kemarin telepon .. Bapa menanyakan banyak hal, menanyakan kamu, bumi. Kujelaskan apa adanya, lalu bapak bilang, "Gapapa, kalau hati nengnya sreg mah."
Kalimat itu, meskipun aku tidak sepenuhnya yakin. Tapi dari sanalah aku jadi paham, bahwa selama ini, bapa selalu ingin melihat anak gadisnya bahagia, bapa tidak mau memaksaku untuk begini dan begitu. Karena yang penting adalah keikhlasan hati dalam melakukan segala sesuatunya. Atau kalau bahasa sundanya si "Sreg". (Pas. sesuai takaran, tanpa ragu lagi, nyaman, bahagia)
Bapa—menginginkan yang terbaik untuk anak perempuan satu-satunya; Aku.
Dalam hal apapun itu, termasuk soal pasangan hidupku kelak.
Yang terbaik bukan berarti harus sempurna. Yang terbaik justru, dia yang mau menerima segala kekurangan dan kelebihan yang kita punya. Salah satunya.
Selamat Hari Ayah, 21:52 | 12/11/20
Selamat Hari Ayah
Seorang ayah, lebih banyak mengungkapkan cintanya melalui perbuatan, bukan perkataan.
Seorang ayah, meski paling lemah dalam urusan romantis, tapi paling kuat dalam hal menahan tangis.
Seorang ayah, tak pernah merasa keberatan untuk sengsara, demi melihat keluarganya bahagia.
Seorang ayah, meski seringnya diam, tapi cintanya tak pernah padam.
Selamat Hari Ayah.
https://my.w.tt/17si8PQaYbb
Menuangkan kasih sayang Ayah Ibu dalam sastra, mengangkat ribuan makna pengisi sanubariku.
Bukan tentang kisah yang mengharu biru, namun definisi amor kasih abadi.
Aku, sekadar anak tunggal buah cinta orang tua pemilik atma
nan kukuh. Menyusuri jejak konflik skenario nyata.
Penerpa awal mula kelahiranku. .
Dengan meneguhkan ragam tantangan, mereka berjuang
membesarkanku. Tanpa mengindahkan panah kepenatan
yang menusuk kalbu.
Ibu, wanita tangguh pendorong hidupku. Mendorongku guna
menjadi sosok insan yang teguh menghadapi segala rupa
tantangan dalam bentala. Tegas? Memang. Namun, kini aku
paham buih-buih omelan guna melepas sikap lemah.
Kuuntaikan rasa terima kasih di antara cela-cela sajak. Puisi
abadi yang kupersembahkan pada definisi amor kasihmu ...
Ayah, Ibu.