Begitu singkat temuku denganmu, Tuan.
Seperti mimpi.
Salahku, ini hukumanku.
Hukuman atas hal yang dulu aku berikan padamu, aku sakiti perasaanmu, dengan dalih aku ingin sendiri.
Sekarang, saat aku sembuh dan mencoba menyapamu. Kamu sambut aku dengan sangat baik; aku terlena dalam sekejap mata. Aku jatuh cinta.
Dalam sekejap mimpiku sirna, hilang begitu saja. Yang tersisa hanya tangis dan sesak didadaku.
Kamu seperti mimpi, yang belum sempat aku peluk di dalam tidurku, mimpi itu jauh terbang tak terlihat lagi.
Benar; mungkin ini hukumankuㅡ













