Segunung apa pun diamku merenung, tak mungkin aku sampai pada pemahaman mengapa aku mencintaimu, kekasih.
Sujiwo Tejo
seen from United States

seen from United States
seen from Singapore
seen from United States
seen from United States

seen from Russia
seen from Russia

seen from United States

seen from Malaysia

seen from Australia

seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States
seen from China

seen from United States

seen from Germany

seen from Germany

seen from United States
Segunung apa pun diamku merenung, tak mungkin aku sampai pada pemahaman mengapa aku mencintaimu, kekasih.
Sujiwo Tejo
"Tenang saja yang kuseduh setiap pagi adalah kopi, bukan kenangan. Yang kugunakan untuk menyeduh adalah air matang, bukan air mata."
Kopi dan kenangan memang mirip, bukan begitu? Mereka sama-sama diseduh saat hujan turun dan hawa dingin memenuhi ruangan--entah kamarmu atau hatimu. Mereka sama-sama menjauhkanmu dari tidur lelap setelah hari lelah terlewati dan kamu dilanda rindu. Mereka memang mirip, tapi aku lebih memilih menyeduh kopi. Karena kenangan selalu berarti kamu dan mengingatmu bukanlah yang aku mau.
Malam rubuh dikeningku, kekasih, rebah seluruh aku-ku padamu...
Sudjiwotedjo
Utara pada Kompas
“Jika aku memang utaramu, kamu hanya perlu mengikuti arah kompas. Karena, seberapa banyak pun persimpangan, seberapa jauh pun jarak yang perlu ditempuh, kepadaku kamu akan sampai.”
Duhai kamu yang masih dalam perjalanan, percayalah bahwa setiap kita punya kompas dengan utaranya masing-masing. Tak perlu khawatir akan tersesat. Karena setiap yang telah ditakdirkan, pada akhirnya akan saling menemukan.
Rumah dan Hujan
Di luar masih hujan, Kekasih.
Tapi ini rumah, bukan tempat singgah.
Kau boleh masuk jika ingin menetap.
Bila niatmu sekedar berteduh, ada halte di ujung sana yang bisa kau gunakan.
Semoga saja bus yang datang bisa mengantarmu ke tujuan.
Karena tak ada yang lebih membahagiakan selain pulang ke rumah yang tepat.
"Perihal senja yang selalu kamu temui, yang perlu kamu abadikan adalah kisahmu bukan rona merahnya. Ia telah mengabadi pada detak waktu. Sedang kenangan terlalu rentan terlupa."
Itulah mengapa memotret senja saja belum cukup. Kamu perlu menuliskan kisah dibalik foto senja yang kamu ambil.
Karena sesingkat apapun senja, ia akan selalu ada. Berulang setiap harinya. Orang tak pernah lupa bagaimana warna senja. Sedang penggalan kisahmu mudah tergerus waktu. Sebuah kenangan sering kali terlupa, dan berlalu begitu saja tanpa ada yang mengingatnya. Bahkan oleh pemiliknya sendiri.
Menjadi Lebih Baik
"Cara terbaik untuk memperbaiki diri adalah dengan penerimaan terbaik terhadap diri."
Kamu tak akan pernah bisa memperbaiki diri dengan baik sebelum kamu bisa menerima ketidaksempurnaan dirimu dengan sempurna. Hal ini juga berlaku untuk move on. Kamu tak akan pernah bisa move on dengan baik sebelum kamu bisa menerima ketidaksempurnaan masa lalumu dengan sempurna.
Perkara Jatuh Cinta
Jatuh cinta itu mudah. Yang membuatnya susah adalah keinginan kita untuk memiliki kisah cinta yang sempurna.
Banyak yang bilang bahwa kita sering kali salah jatuh cinta. Benarkah? Apakah jatuh cinta pada orang yang tak mencintai kita adalah salah? Apakah jatuh cinta pada orang yang tak boleh kita cintai itu salah? Apakah jatuh cinta di waktu yang tak diperkenankan juga salah?
Jatuh cinta adalah jatuh cinta. Kita tak pernah punya kuasa kapan dan kepada siapa kita jatuh cinta. Yang membuatnya salah adalah keinginan kita untuk memiliki apa yang kita cintai. Yang membuatnya tidak benar adalah ego kita yang ingin balik dicintai. Yang membuatnya sakit adalah keyakinan bahwa jatuh cinta berarti harus bersama selamanya.
Kepada para hati yang sedang jatuh cinta, selamat jatuh sejatuh-jatuhnya jatuh dalam kebebasan mencintai.