Aku jatuh cinta pada netranya
Pada atma yang memandang penuh puja
Asing tatapnya mengajak ku menyelam
Pada lautan rasa yang dalamnya tak dapat diselam
Kalimat-kalimat pewarna pertemuan pertama terlontar lirih
Membuat lambung rasa membiru dengan rasa yang bukan sedih
Hari-hari demikian dimulai dengan rasa memulai jatuh cinta
Melempar diri pada rasa yang tak terduga
Sudah sejauh ini, pun masih menerka-nerka
Atas rasa yang berdebar-debar
Atas rasa sangsi yang kerap tergambar
Atas rasa suka yang kerap melebar
Orang di dunia sudah luar biasa paham
Muak pun bisa jadi sudah meruam
Pada kenyataan yang temaram
Pada harapan yang menuju makam
Pada kita berdua yang melebam
-kaatyah-














