Saat kita marah kita perlu waktu untuk menepikan diri. Memberi jarak dari kemarahan kita.
Kita perlu waktu untuk merawat kemarahan kita, bukan justru meluapkannya saat itu juga.
Kita perlu menenangkan diri untuk merenungkannya. Untuk menyadari, dan mengakui jika kita memang sedang marah.
Kita perlu memberi waktu pada kemarahan kita untuk memahami apa yang sedang terjadi.
Karena saat kita marah, kita berhadapan dengan diri kita sendiri. Kita bermasalah dengan kemarahan kita sendiri.
Peluk dan tenangkanlah. Tidak semua hal harus kita lawan, tidak semua hal harus kita selesaikan dengan keras kepala.
Terkadang kita hanya perlu mengalahkan diri kita sendiri untuk lebih meluaskan ruang sabarnya.
—ibnufir














