(Tulisan usang di 18 Januari 2015)
Ia bisa saja yang kita temui dalam keseharian ini. Di atas usia kita, mungkin juga dibawah kita, atau setara dengan kita. Ia yang berada dalam kelas, organisasi, perkumpulan, atau tetangga sekalipun. Itulah skenario paling unik yang disuguhkan Allah.
Namun bisa saja yang tak pernah terbersit sekalipun dalam pikiran. Beda kampus, kerjaan, organisasi, atau bisa saja beda pulau bahkan negara. Yang hanya kau jumpai dalam pertemuan sederhana yang terasa indah, ta’aruf.
Seperti apa pertemuan itu cukup Allah yang mengatur. Mungkin kita merasa harap-harap cemas seperti apa gerangan, tapi pernahkah terpikirkan kepantasan kita menerimanya kelak. Bimbang, galau, cemas, ragu, atau apapun itu sangat wajar datang pada hati-hati yang dinaungi cinta. Tapi, sejauh manakah kita mengelolanya?
Bolehkah menawar kepada Allah?
Sangat dibolehkan, sebelum adanya pertemuan sakral itu mintalah kepada Allah inginmu seperti apa, harapmu sebanyak apa, anganmu sejauh apa. Karna saat doa baik itu terlantunkan, malaikat-malaikat senantiasa mengaminkan doa-doamu.
Percayalah, untukmu yang dibatas penantian. Kelak ia akan menjemputmu dengan sangat istimewa, jika saat ini kita pun sedang mempersiapkan hal yang istimewa.
Yakinlah, ia akan datang dengan segenggam cita untuk menjadi yang terbaik untukmu, jika kau pun saat ini tengah mempersiapkan hal yang terbaik pula.
Untukmu yang berada di garis ‘start’ itu, bersiaplah untuk memulai hal baru dengan seseorang yang baru dalam hidupmu. Ia yang akan membuatmu menjadi wanita seutuhnya yang penuh kesempurnaan. Cukup ia yang kau nantikan dengan penantian terbaik. Tak perlu jauh-jauh kau membayangkannya, karna malaikat pun tak sanggup menyampaikan istimewanya ia untukmu.
Penantian terbaik adalah ketika kau mempersiapkan kematangan lahir dan batin, jasadiyah dan ruhiyah.
Jasadiyah yang baik yang didalamnya terdapat raga yang kuat, sehat, dan menjaga setiap jengkal tubuh yang telah diberikan Allah sebagai rasa syukurmu.
Utamakan ruhiyahmu. Jika saat ini kau sedang sibuk dengan yang baik, maka ia pun akan Allah sibukkan dengan yang baik pula.
Jika saat ini kau sibuk dengan tilawah, shaum, shalat malam, hafalan dan amalan lainnya, maka sesungguhnya ia pun sedang Allah sibukkan dengan hal serupa.
Tapi, jika kau saat ini tengah asyik dengan duniamu. Entah kelalaian apa yang kau kerjakan, maka pastilah ia pun sama denganmu. Dan itulah janji Allah dalam Al-Quran.
Siapkanlah segalanya dari sekarang.
Pantaskanlah diri kita dari sekarang.
Agar kelak, kita dijemput dengan sangat layak.
-Untukku dan untukmu sahabatku yang dalam masa penantian, semoga Allah menjaga hatimu sampai batas akhir penantian itu-