Kalau di tanya sedih engga sedih bngt lebih ke menyesali diri sendiri segitu nya blasannya

seen from Mexico
seen from China

seen from United States

seen from Germany

seen from Germany

seen from United States
seen from China

seen from Brazil
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from Germany

seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia

seen from United Kingdom

seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States

seen from United Kingdom
Kalau di tanya sedih engga sedih bngt lebih ke menyesali diri sendiri segitu nya blasannya
Berfikir Dua Kali . Kita sering kali menyesali tindakan kita ketika emosi sedang melanda jiwa kita. Tidaklah mudah untuk berfikir ulang pada saat itu namun mulailah membiasakan diri sebelum hal itu terjadi sebelum Anda menyesali apa yang Anda lakukan . 👍👍👍👍 Jangan lupa share dan komen ya.. kunjungi bio kami di profile🥇🥇🥇🥇 . #menyesali #nasehat #mindsetpositif #ceritaku #hidupbermakna #beranimemulai #terapiemosi #luxdeiconsulting #luxdei #manusiawi #enjoytoday #dailyhabits #kebiasaanbaru #habits #bijak #quotestoday #hariini #mulailah #kamukuat #perjuangan #hiduplebihbaik #edukasidiri https://www.instagram.com/p/CBuG_FahHc6/?igshid=5f335u2pyq5i
Untuk apa ada hari esok jika kamu masih menyesal dan terperangkap pada masa yang sudah berlalu ? Apa rencanamu esok hari agar hidup lebih bahagia! Agar cita-cita mu tercapai? #menyesal #menyesali #motivasihidup #motivation #motivationalquotes https://www.instagram.com/p/B8Qq6V9hixF/?igshid=1izlz5qe57wct
Begini,
Bukan hidup yang memperlakukanmu tidak baik Tapi kamu yang memperlakukan hidupmu dengan tidak baik Bukan mereka yang suka menyakitimu Tapi kamu yang membiarkan mereka melukaimu Terimalah, yang kau dapati adalah semua yang kau beri Menjauhlah, mungkin akan terasa lebih berarti nanti Jika memang tak ada lagi takdir untuk kita kini Biarlah, aku tak akan pernah menyesali
Tentang Me-nik-ma-ti dan Me-nye-sa-li
Haiiii... sepertinya sudah lamaa sekali saya tidak menulis seperti ini. Jujur sebenernya kangen banget, kangen banget nulis apapun yang terlintas di pikiran atau yang didapat dari pengalaman atau dari kegiatan sehari-hari. Tapiiii... makin ke sini saya menyadari bahwa tak semua yang ingin saya tulis itu bisa dibagikan seenaknya di media yang jangkauannya seluruh dunia ini. Ceileh....lagi nyadar, hehehe.
Yap, mulai dari kasus-kasus viral di sosmed sampai kasus kriminal di tv yang ngga selesai-selesai, sampai bahkan mungkin kejadian kecil yang sedikit menelisik hati. Rasanya semuaaa pengen dikomentarin. Duh dasar manusia. Haha tapi bukan itu sih intinya, tulisan ini nggak akan bahas hal-hal itu. Ini hanyalah bumbu pemanis di awal tulisan yang dirindukan sejak lama, cieeee.
Oke, jadi tulisan ini terinspirasi dari obrolan pillow talk bersama salah satu teman sekaligus adik tingkat di tempat saya tinggal, dia tergolong teman yang cerdas dan enak diajak ngobrol. Dan saya selalu suka ngobrol dengannya, ada aja pengetahuan yang bertambah gitu kalo sama dia. semacam obrolan berbobot gitu deh, dan saya suka banget. Kemarin kita bercerita masa-masa muda kita selama di kampus (saya bilang masa muda karena dia udah mau tingkat empat dan bahkan saya sudah selesai tingkat 5, haha). Tentang perkuliahannya, kehidupan organisasi di fakultasnya yang emang paling ambis se-UI (menurut saya), tentang teman-temannya, dan tentunya nilai yang kita dapat dari pengalaman yang masing-masing kita alami.
Saya bersyukur sekali tau lebih banyak tentang kehidupan di fakultasnya lebih tepatnya, yang notabene mungkin agak berbanding jauh dengan fakultas saya yang adem ayem mahasiswanya dan terlihat seperti tak ada konflik. Hmmmm,,, meski sama-sama di UI kultur tiap fakultas memang berbeda.
Dan dimulailah obrolan kita dengan topik akses junal dan publikasi di kalangan mahasiswa. Saya memicu dengan berkata bahwa saya menyesal baru tahu dan ngerti akses-akses jurnal ketika tingkat 4, lebih tepatnya di jaman-jaman saya skripsi. Ya mungkin di fakultas saya budaya baca jurnal, kemudian review, dan menjadikannya referensi dalam tugas masih sangat jarang. Apalah kita inii, andalannya Cuma ebook dan mbah google. Hehehe, butiran debu banget ya kuliah di kampus bagus yang nyediain fasilitas jurnal gratis tapi baru dimanfaatin pas tingkat akhir, semacam “duh kemana aja sih loe” hahaha.
Apa yang terjadi pada saya sebenarnya juga merupakan pengaruh dari lingkungan. Di kelas kami memang sangat jarang bahkan kalau boleh saya bilang tidak pernah ada tugas untuk mereview jurnal. Saya berpikir malah kurang didengung-dengungkan agar kami aktif membaca jurnal. Baru kerasa efeknya pas tingkat 4, pas ada tugas apa gitu langsung suruh nyari referensi dari jurnal. Nah tapi semoga Cuma angkatan saya doang sih, semoga adik-adik kelas lebih meningkat lah yaa akses jurnalnya. Dari yang telah saya alami sendiri justru referensi paling terbaru adalah dari jurnal, Cuma ya gitu mahasiswanya juga kadang masih ogah-ogahan untuk mengakses. Tapi kata temen saya juga harus pinter-pinter milih sih, karena ada juga jurnal yang kurang bagus.
Kemudian dia bercerita hal yang sama, namun dia lebih beruntung sudah mengenal macem-macem jurnal itu ketika dirinya di semester 4. Bahkan dia pernah diberi tugas oleh dosennya untuk mereview sebuah jurnal yang ternyata merupakan salah satu referensi disertasi dosen tersebut. Ckckckck, pantes aja susah banget mahaminnya, kata dia. Itupun ketahuan setelah semua mahasiswa selesai mempresentasikan review jurnal. Wiiihh keren banget, kataku. Emang beda sih kulturnya, tapi bersyukurlah kalau kalian ada dalam lingkungan yang dosennya enak gitu, yang ngewajibin mahasiswanya buat sering baca jurnal, ada tugas review atau apapun lah. Menurut saya justru itu mengupgrade pengetahuan dan membuat kita up to date akan isu-isu riset yang tengah berkembang terutama di era minimnya publikasi jurnal Indonesia di internasional. Beuuuh ngomong apalah saya ini #gak jelas
Yakkk, saya lupa angka pastinya berapa, dalam sebuah seminar tentang keilmuan yang pernah saya baca, Indonesia masih sangat tertinggal jauh dari negara tetangga kalo soal urusan publikasi jurnal ilmiah. Ya masih sangat jauh, gimana ngga jauh, baca jurnal aja kadang udah males duluan, apalagi disuruh bikin. Hmmm iya ngga sih, atau saya doang? hahaha. Pokoknya gitu lah, kita masih kalah saing, budaya baca atau kalo ngga salah literasi (bahasa kerennya) di Indonesia juga masih jauh dari negara-negara lain. Padahal mah di Islam juga ada perintah tuh “Iqro...”
Baca...
Dari banyak baca itulah akhirnya kita bisa nulis.
Terus publikasi deh.
Duh kapan ya saya bisa seserius itu? haha. Saya suka envy liat tulisan orang Indonesia yang penelitiannya dipublish di jurnal internasional. Ya meskipun perjuangannya pasti juga berdarah-darah sih ya.
Intinya.. saya bersyukur sekali kuliah 5 tahun di kampus ini, meskipun ada sedikit sesal. Kenapa ya nggak manfaatin fasilitas sebaik-baiknya, akses jurnal padahal katanya mahal banget. Oiya terus kata temen saya lagi, kalau di luar negeri itu, di salah satu Universitas ternama di Inggris sana, kalau mahasiswa mau ngeperint-ngeprint gitu juga gratis, pokoknya enak deh, fasilitas tersedia semua. Di kampus lain yang di Amerika sana malah perpustakaannya buka 24 jam. Kalau di sini mah boro-boro ada kaya gitu...
Saya juga nyesel, kenapa sedikit banget yaa buku-buku yang saya baca selama 5 tahun kuliah ini. Padahal mah variasi buku banyak banget tuh di perpus, ebook juga Alhamdulillah ada, tapi ya gitu, baca Cuma kalo pas ada perlu aja. Ngerjain tugas misalnya, ckckck.
Meski ada menyesal-menyesalnya gitu, saya akui dan saya sadari saya sangat menikmati kuliah di sini. Lingkungan yang kompetitif, fasilitas yang tersedia dengan baik, dosen-dosen high quality (insya allah), ditunjang dengan biaya hidup yang juga cukup menguras kantong, saya akui saya menikmatinya. Alhamdulillah... lewat juga 5 tahun. Berbagai kejadian, perubahan tempat, pergolakan, suka, duka, canda, lara, pernah dirasa. Kemudian di akhir saya merasa sedih gitu, ‘duh kok cepet ya, udah ngga jadi mahasiswa lagi, ga bisa manfaatin fasilitas ini itu di kampus’ kaya ngerasa ‘5 tahun tuh masih belum cukup buat explore dan manfaatin semua disini’
Untuk apa kembali lalu menyesali apa yang telah terjadi? Bukankah dulu, dengan pasti kau berlari dari hidupku dan seketika kau buat redup cintaku untukmu?
New Post has been published on Ini Bandar
New Post has been published on http://inibandar.com/2013/12/berita-hari-ini-tentang-cl-2ne1-aku-tak-menyesali-adegan-telanjangku
Berita Hari ini Tentang CL ‘2NE1’: “Aku Tak Menyesali Adegan Telanjangku”
Ini Bandar memberikan berita baru. Silahkan nikmati artikel baru dari kami.
Kembali, adegan telanjang yang dilakukan leader 2NE1, CL, dalam video musik ‘Missing You’ didiskusikan oleh orang yang bersangkutan. Setelah topik tersebut sempat didiskusikan di siaran radio KBS Cool FM untuk ‘Lee So Ra’s Music Plaza’ pada tanggal 12 Desember lalu, kali ini CL mendiskusikan adegan telanjangnya di acara ‘Entertainment Relay’ yang tayang di stasiun televisi KBS 2TV.
CL bersama rekan satu grupnya dalam 2NE1, yaitu Park Bom, Sandara, dan Minzy, hadir sebagai bintang tamu dan melakukan kencan gerilya untuk episode yang tayang pada tanggal 14 Desember kemarin. Diantara banyak topik yang didiskusikan dalam acara tersebut, salah satunya adalah adegan telanjang yang dilakukan oleh leader karismatik 2NE1 itu.
Terkait adegan kontroversialnya di video musik ‘Missing You’, CL berkomentar, “Aku merasa tidak ada kostum yang pas untuk lagu tersebut. Itulah mengapa aku meminta pada sutradara video musik untuk melakukan take adegan tersebut (adegan telanjang). Aku tak menyesalinya sama sekali. Aku berharap saat aku sudah menjadi nenek-nenek, aku bisa melihatnya sebagai pengalaman yang indah.”
Akan tetapi, salah satu rekannya dalam grup, Dara, mengajukan pertanyaan dengan penuh canda, “Lalu mengapa ada empat bathtub dalam adegan telanjangmu? Aku benar-benar terkejut ketika melihatnya.” Merespon pertanyaan Dara, CL menjawab bahwa bathtub tersebut untuk anggota lain 2NE1. Tanggapan CL tersebut menimbulkan tawa dari para penonton dan mampu kembali memperiang suasana yang saat itu sempat serius karena mendiskusikan adegan telanjang tersebut. ‘Missing You’ merupakan lagu comeback 2NE1 yang dirilis secara resmi pada tanggal 21 November lalu dan merupakan hasil karya dari komposer YG Entertainment, Teddy.
Penulis: Nurdini
Sumber: Soompi
Ada baiknya sebelum kau putuskan tuk pergi, yakinkan hati terlebih dahulu agar tak ada kata menyesal di kemudian hari. Karena hati yang telah tersakiti, terkadang sulit untuk menerima kedatanganmu kembali.