Buku pertama yang kubaca
Aku bukan berasal dari keluarga dengan parenting yang ‘canggih2 amat’, kalau dibandingkan dengan isi materi kuliah-kuliah parenting saat ini. Termasuk perihal baca buku yang lebih banyak aku lakukan atas inisiatif pribadi. Entah inisiatif itu datang dari mana. Karna orangtua tidak pernah membacakan buku, teman-teman juga lebih suka bermain di lapangan, jadi inisiatif itu datang dari mana?
Hari ini menemukan video yang menarik tentang menumbuhkan minat baca. Pertanyaan yang sering terlintas di benak kita, mengapa dalam banyak studi minat baca orang Indonesia sangat rendah? Lalu bagaimana cara agar orang Indonesia memiliki minat baca yang tinggi? Ternyata menurut Pandji Pragiwaksono, dari video beliau di Youtube, jangan-jangan pertanyaannya salah. Bukan “Bagaimana caranya agar orang Indonesia memiliki minat baca yang tinggi?” Tetapi “Bagaimana caranya agar orang Indonesia... memiliki... minat?”... titik. Eh tanda tanya. Karna semestinya buku adalah sumber utama tempat seseorang memperdalam minatnya.
Sayangnya orang Indonesia terbiasa memutuskan jalan hidupnya, berdasarkan faktor dari luar, bukan penelusuran mendalam. Mau SMP di mana, ngikut temen, mau SMA di mana, ngikut temen, mau kuliah di mana, ngikut temen, mau kerja di mana, ngikut temen. Jadi apa-apa yang menjadi pilihan hidupnya, termasuk minat, diambil dari luar, bukan menggali ke dalam pribadi. Padahal kalau sudah tau apa minatnya, lebih mudah meningkatkan minat bacanya. Bisa dimulai dengan memperdalam topik yang benar-benar jadi minatnya, sebelum beranjak ke yang lain.
Aku sendiri ternyata sejak kelas 1 SD aku rajin ke perpustakaan sekolah. Awalnya bersama teman-teman ketika jam istirahat. Namun lama kelamaan aku berani datang ke sana sendiri karena sudah akrab dengan penjaga perpustakaannya. awalnya hanya membaca komik, dengan banyaknya gambar dan cerita yang ringan. di sana komik tidak banyak, hingga aku bisa selesaikan membaca dalam waktu singkat.
Aku tetap rajin datang ke perpustakaan. Meski kecewa karna tidak ada lagi komik terbaru, aku memutuskan untuk membaca buku lain selain komik. Awalnya buku-buku yang masih bergambar seperti biologi, geografi, peta buta, dsb. Namun lama kelamaan buku yang hanya berisi teks pun aku baca. Hingga aktivitas itu berlanjut di rumah ketika aku terbiasa membaca buku sepupu yang berusia dua tahun di atasku. Jadi aku sudah belajar buku-buku kelas tiga SD saat kelas satu, belajar buku kelas 4 SD saat kelas dua, dst.
Namanya masih SD, kadang ceritanya polos mengarah pada gob.. eh. hahaha. Pernah suatu hari ada fogging di seantero sekolah hingga perpustakaan tak ketinggalan ikut disemprot. Aku yang saat itu sedang membaca di dalam perpustakaan tetap lanjut membaca ditemani asap tebal fogging anti-nyamuk. Di saat teman-temanku sudah berhamburan keluar dari perpus. Padahal kalau diinget-inget ya ngga kebaca juga itu buku, biar keren aja kali, menurut si bocah. Belum ada medsos juga untuk apdet status.
Jadi kira-kira buku pertama yang aku baca saat kecil dulu ya komik-komik di perpustakaan sekolah. Yang membawaku pada semangat untuk membaca buku-buku yang lain, rangking pertama di kelas tiap semester, serta menjuarai perlombaan-perlombaan. Kalau kamu gimana, apa buku pertama yang dulu pernah kamu baca? :)














