Satu Nama
Kamu tahu gak ? Kamu itu masih jadi yang setia dalam hati ku.
Namamu masih menjadi bagian dari doa-doa yang ku panjatkan.
Ceritamu masih tertata rapi dalam setiap sudut kenanganku.
Obrolan random antara kita masih ku rindukan setiap saat.
Aku yang masih terlalu semangat ketika mendengar namamu.
Dan aku yang masih berharap suatu saat kita bertemu kembali dalam keadaan yang sebaik-baiknya.
Tapi sayang sekali, hanya aku yang merasa begitu. Karena sepertinya, kamu telah menutup rapat-rapat dirimu untuk ku.
Surat dari aku si pecundang yang tak bisa mengungkapkan perasaan selama bertahun-tahun lamanya.
-Typu-










