Kenapa banyak orang yang belajar ilmu agama, namun belum bisa mengaplikasikan ilmunya kedalam kehidupan sehari-harinya?
Ya! Aku selalu memikirkan hal itu. Memang, tidak semua dari kita bisa langsung menunaikan perintah-Nya. Begitu juga sebaliknya. Tidak bisa benar-benar menjauhi larangan-Nya.
Ada kisah dimana ;
“Seorang kaya raya lebih mengedepankan sedekah kesetiap penjuru dunia. Namun,sholat tidak pernah (jarang) dilaksanakan. Hal itu dikarenakan kesibukan. Dan baginya, hanya sedekahlah amal yang bisa membantunya.”
“ Seorang ulama terkemuka,banyak pengikutnya. Rajin berdakwah. Namun, putra putri mereka masih rajin mengumbar kemaksiatan. Pergaulannya mengikuti zaman. Belum bisa membedakan mana yang salah dan mana yang benar,menurut pandangan Allah.”
“Seorang manusia biasa yang taat mengabdi kepada-Nya. Semua yang wajib ia laksanakan. Hidupnya disibukan dengan intropeksi diri dan keluarganya. Tiadalah terkenal dirinya. Tiadalah banyak pengikutnya. Dan .. orang itu, nyatalah belum bisa menyebar dakwah kepada masyarakat luas. Tidak terlalu mementingkan orang lain,karena merasa dirinya pun belum cukup memperbaiki diri dan keluarganya.”
Diantara kasus-kasus itu? Di dalam kasus manakah kamu berada?
Atau mungkin bukan ketiganya? Bisa saja, karena pada dasarnya, di dunia ini sangat beragam kasus dan konflik yang terjadi. Tidak tahu kehidupan siapa yang paling benar. Tidak tahu orang mana yang paling baik dan pantas dijadikan idola bahkan teladan. Cukuplah Rasululloh baginya.
Menurutku, lakukanlah yang paling utama. Ketika ada sesuatu yang “Wajib” maka itu memang harus segera ditunaikan. Barulah yang “Sunnah” diikut sertakan. Seperti contoh kasus pertama. Bagaimana bisa ia rajin bersedekah sedang sholat(yang paling utama) ia tinggalkan?. Bahkan, apa yang akan dihisab pertama kali di akhirat nanti? Sholat!. Tak salah, jika ada kalimat “ Jika buruk solatnya, bagaimana kedepannya?”
Dan untuk kasus-kasus lainnya, meski selalu ada sisi baik, namun juga tidak terlepas dari sisi buruknya. Manusia tidak ada yang benar-benar sempurna.
Dan .. aku hanya iri dengan orang-orang yang begitu mudah menyeimbangkan keduanya. Antara perbaikan diri dan menyebar dakwah. Orang-orang yang benar-benar tahan akan kenikmatan zaman. Dan memilih qona'ah dan zuhud. Mereka, yang bisa mengaplikasikan perintah Allah sebenar-benarnya. Menempatkannya, dengan tidak melanggar aturan lainnya. Berdakwah dengan cara yang baik, dan tidak melahirkan dosa kecil yang mungkin saja bisa terjadi dari majlis itu.
Mereka yang tidak pernah tersentuh oleh televisi. Tidak pernah kenal handphone dan internet. Tidak pernah menghadiri Mall. Tidak mengalami zaman ini. Meski banyak ilmu yang bisa di dapat dari televisi maupun handphone dan internet. Bagiku, benda-benda itu,lebih banyak melalaikanku. Lebih banyak membuang waktuku, lebih banyak memberiku tontonan-tontonan berunsur sara atau maksiat. Dan juga, Mall-mall itu, meski segala halnya tersedia disana, namun bagiku, tempat itu lebih merogoh banyak uangku,yang seharusnya lebih utama jika aku membiarkannya tersalurkan kepada Panti dan yayasan yatim piatu. Bagiku, hal-hal itu, tidak lebih baik dari zaman dulu. Dimana, manusia, akan lebih sering mengenal Allah. Meski segalanya terasa susah. Entah karena tidak ada handphone,televisi dan internet. Apa untungnya, jika hal itu membawa pada kerusakan iman?
Nauzubillah, semoga kita dijauhkan, dari hal-hal yang menjadikan kita cinta berlebihan kepada dunia.
“ Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik.” Q.S Ali Imran (3): 14
Note: jika memang lebih banyak manfaat dari benda-benda itu. Jangan pernah menjamah sesuatu yang didalamnya mengandung maksiat. Segala media yang didalamnya menjadikan kita lebih sering menonton dan melihat,sesuatu yang tidak seharusnya dilihat. Barang siapa yang mencoba,jika hal itu memuaskan kita, maka akan ketagihan. Jadi, tidak usahlah mencoba-coba berada didalam lingkup dengan kemaksiatan yg lebih banyak terdapat disana. Example; di televisi yang kau tonton, selalu menampilkan iklan-iklan buruk yang mengandung unsur syirik atau penuh para pengumbar aurat. Sebaiknya, media lain seperti koran,lebih bisa dipercaya. Atau hal itu berlaku juga untuk handphone. Jika menurutmu hal itu bisa memudahkanmu mentransfer uang untuk berinfaq, maka boleh saja, namun jika hanya untuk melihat-lihat instagram dan berita-berita didalamnya, lebih baik hapus aplikasi itu. Percuma, waktu luangmu lebih berharga untuk mengkaji kisah-kisah hebat dalam Al-Qur'an. Yakan?
Dan menurutku, tumblr ini aplikasi yang cukup efisien.hehe
Segala yang berbau maksiat, tidak lebih banyak kutemukan disini. Dan aku menulis sebisanya. Sebagai sarana dakwah. Meski bisa kulakukan di media lain seperti instagram dan facebook, menurutku, disana banyak sekali gambar-gambar ladang dosa yang tak bisa dihindari. Ini hanya menurutku, setiap orang mempunyai pilihan dan keputusannya masing-masing. :)
Sudah dulu ya ..
Tasik, Alhamdulillah cerah dan .. 11.30 AM