Ngabdi di Pondok Atau Kuliah?
Hidup ini lucu ya. Seringkali apa yang sudah kita rencanakan dengan rapi dan matang, berubah haluan karena Tuhan punya rencana lain.
Agustus 2015
Aku sudah memantapkan hati ingin mengabdi di pondok dengan menjadi ustadzah. Sudah kubicarakan baik-baik niatku ini dengan orang tua. Bahkan beberapa hari sebelum wisuda kelulusan pondok (kami menyebutnya dengan Haflah), aku berhasil mengajak 3 orang teman lainnya untuk ikutan mengabdi.
Haflahpun tiba, rasanya campur aduk. Sedih akan berpisah dengan teman-teman setelah 6 tahun bersama, serta mereka yang mewarnai hari-hari di pondok, senang atas segala asa yang telah kucapai, terharu melihat tangis bapak-mama yang pecah sambil memelukku setelah acara ceremonial haflah telah usai.
Pelan-pelan, mulai meninggalkan pondok. Tapi kenangannya menetap. Ada rasa yang sulit diartikan semacam: "Aku pergi untuk kembali. Sebentar lagi aku kembali untuk mengabdi."
September 2015
Akhirnya tiba lagi di pondok. Rasanya senang sekali, bisa mengabdi bersama dengan teman-teman. Disapanya pun berbeda: sudah bukan Ukhti Fani lagi, tapi Ustadzah Fani.
Selang 2 minggu mengabdi, tiba-tiba aku dipanggil seorang ustadzah senior, Ustadzah Rita namanya. Beliau memberi kabar kalo aku berhasil lolos seleksi SNMPTN Jurusan Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Jakarta.
Rasanya kaget, tapi keinginanku untuk menjadi ustadzah sama sekali nggak goyah. Sampai akhirnya beberapa ustadzah senior berkumpul dan berkata: "Fan, soal mengabdi, jika kamu ingin: kamu bisa kembali lagi setelah lulus kuliah. Tapi tiket SNMPTN nggak bisa kamu tunda. Ini kesempatan dan rejeki untuk kamu kuliah sekarang. Ambillah.. Pondok ini akan selalu terbuka kalo kamu mau kembali lagi."
April 2020
Dan sekarang: 5 tahun setelah kejadian itu, aku tumbuh menjadi seseorang yang berbeda. Banyak hal di luar rencana yang aku alami. Namun, aku sangat berterima kasih atas pengalaman 3 minggu mengabdi yang sempat aku rasakan sebelum akhirnya benar-benar merasakan dunia di luar pesantren. Mungkin suatu saat nanti, aku akan kembali mengabdi ke pondok. Namun bukan dengan cara menjadi ustadzah, ataupun peran lainnya. Aku memiliki cita-cita yang lain yang tak bisa kusebutkan di sini untuk menunjukkan pengabdianku. Bentuk terima kasihku telah disayangi selama 6 tahun lamanya, bahkan sampai saat ini. @gugunm @henniarum @sekotenggg @adhit21 @mathmythic















