Hidup jangan kebanyakan mikir, namun bukan berarti tanpa berpikir
Menjalani rutinitas setiap harinya tentu membawa kita pada sebuah titik jenuh. Titik dimana kita merasa down atau sekedar ingin beristirahat sejenak. Hal tersebut wajar sebagai manusia, hanya saja terkadang kita lalai dibuatnya sehingga berlarut-larut didalamnya.
Menjadi pribadi yang kuat setiap harinya tentu impian banyak orang. Namun permasalahan yang selalu datang bahkan tak kunjung usai, ibarat gali lubang tutup lubang. Tentu dalam menghadapi setebap permasalahan tersebut menguras pikiran dan perasaan.
Terkadang, kita tanpa sengaja merumitkan pikiran dengan khawatir akan segala kemungkinan yang akan terjadi. Terkadang bayang-bayang ini itu menghantui kita untuk terus menjalani hidup dengan sempurna.
Perlu disadari bahwa segala kekhawatiran,pikiran, dan apapun itu terkadang berawal dari diri sendiri tang terlalu merumitkan permasalahan dengan kebanyakan mikir alias berpikir terlalu keras. Karena sebenarnya mencoba tenang dan menyelesaikan satu persatu tentu akan menciptakan kelegaan.
Pikiran itu berbahaya. Kita dapat berpikir apapun karena itu adalah hak tanpa batas. Hanya saja agama tentu membuat kita memiliki standar untuk berbuat apapun asalkan itu tidak dilarang. Lalu, gunakanlah pikiran itu sebaik mungkin, jangan berlebih dan jangan kurang. Berpikir terlalu keras hanya akan membuat dirimu lelah.
Sebagai manusia yang mempercayai agama dan juga Tuhan, cobalah untuk melibatkanNya dalam setiap hal, termasuk itu pikiran. Karena itu akan menjauhkanmu dari kekhawatiran atau kerumitan yang membuat dirimu justru terbumerang.
Hidup adalah seni, sehingga nikmatilah sewajarnya dan berusahalah semaksimal mungkin. Namun dengan kondisi apapun, jangan lupa melibatkan Tuhan dalam setiap langkah. Dengan begitu pikiranmu akan tenang. Meski sangat subjektif sekali untuk menentukan bagaimana ketenangan seseorang itu namun setidaknya kita mengerti akan diri sendiri,permasalahan dan berusaha menemukan solusinya.
Sederhanakanlah pikiran, sebelum hal tersebut justru terlambat disadari. Karena memang ada hal yang tak harus kita mengerti, menjadi rahasia Tuhan, dan tetap menjalani hidup dengan versi terbaik diri masing-masing adalah kunci.